Parah, Judi Berkedok Gelper Menjamur di Pelalawan

by -286 views

RIAU (LK) – Keberadaan Arena Gelanggang Permainan (Gelper) di Kabupaten Pelalawan semakin menjamur, permainan yang diperuntukkan bagi anak-anak itu kini sudah dikuasai oleh orang dewasa sebagai wahana perjudian. Hal ini tentunya membuat sebagian masyarakat resah dengan keberadaan aktivitas perjudian tersebut.

Berdasarkan pantauan lintaskriminal.co.id, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah arena Gelper di Kabupaten Pelalawan khususnya di Pangkalan Kerinci bertambah beberapa titik, sebelumnya hanya di Aneka Zone dan Mandiri Swalayan, kini juga sudah dibuka di belakang Ramayana, Jalan Lingkar, KM 1 Koridor RAPP, KM 55 Lintas Timur dan di SP 5.

Diduga Permainan ketangkasan mesin elektronik berbau perjudian dengan cara tukar koin yang berhadiah sejumlah uang atau rokok tersebut mulai menjamur sejak dua bulan silam, diduga yang memiliki permainan ini adalah orang China.

“Katanya sih orang china yang memasukkan permainan ini ke sejumlah tempat, siapa pastinya kita tidak tahu,” ujar Guspriadi, salah seorang warga Pangakalan Kerinci yang tidak suka permainan tersebut berada di tengah-tengah lingkungan masyarakat.

Menurut Guspriadi, permainan ketangkasan mesin elektronik berbau perjudian tersebut boleh saja diizinkan oleh pemerintah, tapi jangan dibiarkan berada dalam lingkungan masyarakat. Sebab bisa berdampak buruk dan contoh yang tidak baik pada generasi penerus.

“Kan tidak baik kalau ada anak-anak yang melihat orangtua mereka bermain judi di samping rumah,” imbuhnya.

Terkait hal tersebut Guspriadi berharap penegak hukum seperti pihak kepolisian bisa menertibkan gelper itu, karena secara aturan permainan itu hanya memiliki izin permainan anak-anak dan bukan untuk orang dewasa. “Kita minta polisi bisa menertibkannya, karena intinya masyarakat sudah resah,” pintanya.

Hal senada juga diungkapkan Yusni, salah seorang IRT di Pangkalan Kerinci yang mengatakan juga resah dengan menjamurnya judi berkedok gelper tersebut, alasannya ketika gelper itu dibuka untuk umum, maka akan memberikan contoh kurang baik bagi anak.

“Kami baru mendengar kalau banyak gelper di pemukiman masyarakat, mendengar itu sebagai IRT kita sangat menyayangkan apabila tidak ada tindakan dari Polres Pelalawan,” tutupnya.

Penulis : Yusman

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *