Ada Pekerja Luar Riau Pakai Suket Domisili, Zukri: Kalau Ada Bermain Kita Tindak

oleh -209 views

RIAU (LK) – Terdapat selisih biaya yang cukup besar antara tes SWAB Antigen dengan Rapid Test Antigen, untuk mengurangi pengeluaran, sub kontraktor PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang mendatangkan puluhan tenaga kerja dari luar Provinsi Riau mengambil langkah curang dengan cara mengurus surat keterangan (Suket) domisili yang dikeluarkan Ketua RT/RW hingga ke tingkat kelurahan.

Praktek yang dilakukan oleh Sub Kontraktor RAPP bersama perangkat-perangkat desa/kelurahan tersebut tentunya sangat bertentangan dengan kkegiatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui tim gugus yang betul-betul serius berperang melawan Corona Virus Disease – 2019 (Covid-19).

Menanggapi hal tersebut, Bupati Pelalawan, H Zukri Misran cukup geram dan menegaskan tidak akan segan-segan menindak setiap oknum yang sengaja mengambil kesempatan untuk meraup keuntungan dengan mengenyampingkan keselamatan masyarakat dari virus yang berasal dari Wuhan China itu.

“Kemarin saya sudah perintahkan camat, belum ada laporan, tapi akan kita selidiki, kalau ada yang bermain, perangkat di bawah kita, kalau ada unsur pemerintah yang bermain akan kita tindak tegas, tidak kasih ampun,” tegas Zukri usai menghadiri kegiatan sosial, Jumat (28/5).

Menurut Zukri, pihaknya sudah berkomunikasi dengan anak perusahaan APRIL Group itu, dimana SOP perusahan untuk kontraktor sama dengan standar yang diterapkan tim gugus tugas, artinya guna mengantisipasi penyebaran virus mematikan ini perlu dilakukan protokol kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan dan karantina sebelum mulai bekerja.

Tidak tanggung-tanggung, bagi perusahaan yang sengaja melakukan tindakan kecurangan berupa mengabaikan protokol kesehatan (prokes), Zukri mengancam akan memberikan sangsi pada perusahaan tersebut, sebab praktik itu bisa membahayakan kesehatan masyarakat banyak.

“Kalau ada yang berbuat curang, artinya mereka mempermainkan data, ya kita hajar, tidak kita kasih ampun,” kecamnya lagi.

Sementara itu, informasi dari narasumber Lintaskriminal.co.id, ada permainan yang dilakukan pihak kontraktor RAPP dengan RT/RW dan pihak kelurahan untuk mengeluarkan surat domisili, adapun praktik itu dilakukan agar seluruh pekerja yang baru datang tidak perlu menjalani tes SWAB Antigen dan cukup Rapid Test Antigen.

Artinya dengan mengeluarkan komisi untuk perangkat yang dapat menerbitkan surat keterangan domisili, selanjutnya pihak kontraktor bisa mendapat keuntungan, karena terdapat selisih harga cukup besar antara tes SWAB Antigen dengan Rapid Test Antigen.

“Tes SWAB hanya bisa dilakukan di Pekanbaru, kalau untuk Rapid Tes bisa di Puskesmas sini, makanya perusahaan yang mendatangkan pekerja dari luar Riau mengurus surat domisili dadakan. Mengenai harga saya tidak bisa menyebutkan, tapi mana-mana saja RT/RW dan desa/lurah yang menerbitkan suket itu saya tahu,” ujarnya.

Sebagai informasi tambahan, terdapat perbedaan antara tes SWAB Antigen dengan Rapid Test Antigen, selain perbedaan harga yang mencapai 100 persen, hasil yang dikeluarkan antara kedua pemeriksaan ini jauh berbeda, dimana SWAB Antigen jauh lebih akurat dibandingkan dengan Rapid Test Antigen.

 

Penulis : Yusman

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *