Pembina Masyarakat Katolik Dan Kepala Kemenag Kudus Gagal Faham

by -122 views

Jateng,(LK) – Berawal dari keluhan seorang guru Agama Kristen SD Negeri 3 Demaan Kota Kudus,Ponco W (26/5) Kepada media ini, terkait Tunjungan Profisi Guru yang sudah diterimanya sejak Tahu 2011 namun tiba tiba Tahun 2019 di hentikan.

Dijelaskannya walau dirinya berinduk di Dinasdikpora Kabupaten Kudus, namun keprofesiannya sebagai guru agama Kristen Tunjangan Keprofesiannya mengacu kepada Kementerian Agama, sebagaimana SK Dirjen Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia No.216 Tahun 2018, tentang Juknis Tunjangan profesi Guru Agama kristen, SK Dirjen No. 87 Tahun 2019 tentang Pencairan Tunjangan Profisi Guru tidak mengatur kualifikasi Pendidikan sama yang di jalankan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus.

Bahkan secara gamblang di jelakan”Bahwa jika Pemberkasan Simpatika tidak dapat maka bisa dilakukan secara manual(Bab I pasal 1 ayat 17)dan terkait syarat pendidikan SI sebagaimana yang dimaksud tidak untuk guru yang bersertifikat pendidik/Pengawas(Bab II pasal 2 ayat 3)”

Jadi kalau apa yang di soalkan oleh Kepala Pembina Masyarakat Katolik Kantor Agama Kabupaten Kudus (EBW),mempermasalahkan terkait Ijazah SI dan Pemberkasan Simpatika, inikan gagal memahami SK Dirjen No. 87 Tahun 2019.

Untuk mencari kejelasannya media ini, mengklarifikasi langsung(26/5) ke Bagian Pembina Masyarakat Katolik (EBW) dengan nada tinggi dan sikap arongasi sambil menuding dan mata melotot menjelaskan saudara Ponco ini sudah tidak masuk ke sistim Simpatika, sebagai data base, jadi kalau malapor ke kemanapun kami siap, “Jelasnya.

Selanjutnya tergesa gesa, meminta media mengklarifikasi ke kanwil Kemenag Jawa tengah, bahkan dengan sombongnya saat media ini meminta nomer ponselnyapun ditolak dan merasa keberatan.

Kamipun mencoba mengklarifikasi Kepala kantor, namun tidak ada ditempat, dan melaluai pesan whatshap di nomer pribadinya kami coba mengklarifikasinya,

Kami pun harus sabar menunggu jawaban dari bapak Kepala kantor Agama Kudus hingga sampai tiga hari,

Tepat (1/6) 13:05 Bapak Mudzakir Kakemenag Kudus melalui pesan Whassap menjelaskan “Bersama ini kami jawab bahwa terkait Masalah TPG Guru Kristen a.n Ponco ybs secara sistem dinyatakan tidak layak , alternatif alternatif yg diusulkan oleh bawahan saya ”

Penyelenggara Katolik tidak diindahkan .Sehingga aturan di UU Guru dan Dosen yg mempersyaratkan bhw guru wajib S1 tidak dapat dipenuhi.Hal ini oleh sistem simpatika Kristen terbaca ybs tidak layak mendapatkan TPG, bersyarat Strata satu ,berdasarkan UU Guru dan Dosen Berdasarkan Undang Undang nomor 14 tahun 2005.

Terpisah Bapak Nauval Irvani.SH.MH Badan Konsultasi Dan Bantuan Hukum Ganesha yang beralamat Jalan Ganesha No. 1 Purwosari Kecamatan Kota Kudus, menyayangkan sikap kepala Bagian Pembina Masyarakat Katolik dan Kepala Kantor Agama Kudus yang gagal faham menyikapi Surat Keputusan Dirjen Bimbingan masyarakat Kriten Kementerian Agama yang gamblang memberikan petunjuk teknisnya, apalagi kalau mengacu ke jawaban Kepala Kemenag Kudus itu justru mengada ada mosok sudah juknis yang jelas dari Dirjen malah dia mengaju Undang Undang Guru dan Dosen NO.14 Tahun 2005..(BM/LS).

 

Vio Sari.S.E

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *