Pemotor yang Pukul Karyawan Zaskia Adya Mecca Ternyata Oknum TNI dan Sudah Ditangkap

by -169 Views

JAKARTA, 10drama.com –Sosok pengendara sepeda motor yang menabrak Faisal Handri, karyawan artis Zaskia Adya Mecca, dan mengaku sebagai anggota di Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Senin (22/9/2025) lalu akhirnya terungkap.

Kepala Penerangan Kodam Jaya, Kolonel Czi Anto Indriyanto menyampaikan bahwa pelaku adalah seorang prajurit TNI.

“Kami menyampaikan bahwa benar terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh seorang anggota TNI terhadap saudara FS,” kata Anto, saat dikonfirmasi, Kamis (25/9/2025).

Menurut Anto, tersangka telah ditahan dan saat ini sedang dijalani proses oleh pihak yang berwenang.

“Saat ini yang bersangkutan telah ditahan di Denpom Jaya 2 guna proses pengelolaan lebih lanjut,” kata Anto.

Dalam rangka penyelidikan, beberapa saksi mata juga akan diundang untuk diperiksa.

Di sisi lain, Wakil Kepala Penerangan Kodam (Wakapendam) Jaya Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna mengungkapkan bahwa pelaku memiliki inisial Praka NC.

“Oknum pelaku tersebut, Praka NC telah ditahan dan diamanakan di Denpom Jaya II/Cijantung untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Wirya dalam keterangan tertulis yang diterima.10drama.com, Minggu (28/9/2025).

Ia menambahkan, satuan tempat pelaku bertugas, yaitu Resimen Arhanud 1/F khususnya Batalyon Arhanud 10, tetap berkoordinasi guna menyelesaikan tanggung jawab administratif di luar proses hukum.

Kronologi

Peristiwa dimulai ketika Faisal sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Ampera Raya. Pada saat itu, korban sedang membawa KMB (12), anak kedua Zaskia dan Hanung Bramantyo, ke sekolah.

Saat melintas, Faisal menemukan pelaku yang mengendarai sepeda motor Vespa matic berwarna merah muda dengan plat nomor B 3701 FRM datang dari arah sebaliknya. Karena hampir membentur motornya, Faisal langsung menekan klakson.

“Hampir menabrak motor Faisal dan Kala. Kemudian menekan klakson. Tanpa menyadari bahwa motor tersebut berbalik arah dan tidak terima diklakson, sehingga menghalangi motor Faisal,tulis Zaskia seperti dikutip dari unggahan video di akun Instagram-nya, @zaskiaadyamecca, Senin.

10drama.comsudah memperoleh izin dari Hanung untuk mengutip unggahan video di akun Instagram Zaskia.

Setelah tindakan pengadangan tersebut, pelaku meminta Faisal turun dari kendaraan dan segera memukul korban.

“Pelaku motor warna pink berteriak sambil memukul Faisal sambil berkata, ‘tidak menerima kamu?'”, kata Zaskia. Anak Zaskia merasa takut. Pedagang bubur yang berada di lokasi kejadian (TKP) langsung mengamankan KBM.

 

“(Sementara) Faisal dipukul hingga terjatuh, lehernya ditindih, pinggang dan kepalanya juga ditindih sampai helmnya rusak,” kata Zaskia.

Warga yang berada di lokasi kejadian mengaku sempat menghalangi pelaku. Namun, pria yang mengenakan pakaian batik tersebut menyatakan dirinya sebagai anggota.

“Pelaku sempat ditahan oleh warga, tetapi dia berteriak-teriak bahwa dia adalah anggota, meskipun tidak jelas anggota apa. Mengenakan batik, dan tadi langsung pergi,” kata Zaskia.

Sempat ditangani kepolisian

Peristiwa ini dilaporkan ke Polsek Pasar Minggu. Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap rekaman CCTV serta beberapa saksi di lokasi kejadian.

Namun, mengenali pelaku sulit dilakukan akibat keterangannya yang terbatas.

“Yang ada di sekitar hanya mengatakan, ‘ya Pak, terjadi keributan antar pengendara motor.’ Itu informasi yang kami peroleh di lokasi kejadian,” kata Kapolsek Pasar Minggu Kompol Anggiat Sinambela kepada wartawan, Rabu (24/9/2025).

Selain itu, kata Anggiat, keterangan dari korban dan saksi menyebutkan bahwa sepeda motor yang digunakan pelaku tidak memiliki plat nomor kendaraan bermotor (NKB).

“Pada saat kejadian, nomor pelat tidak terpasang. Jadi masih sulit untuk mengidentifikasinya,” kata Anggiat.

Kemudian, penyelidikan kasus ini diserahkan dan dilanjutkan oleh Pomdam Jaya.

“Ditangani oleh pihak yang berwenang. Silakan datang ke Pomdam Jaya, terima kasih,” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly kepada wartawan, Kamis (25/9/2025).