Pemuda Aceh Tenggara Tewas Ditikam Saat Nonton Konser Musik

by -161 Views

Insiden penusukan ini segera dilaporkan oleh keluarga korban ke Polres Aceh Tenggara.JOMSON SILALAHI, Kasubag Humas Polres Aceh Tenggara

Lintaskriminal.co.id -, KUTACANE– Nanda Pratama (20) seorang pemuda dari Desa Pulonas, Kecamatan Babussalam, Aceh Tenggara meninggal dunia dengan tubuh berlumuran darah setelah diduga ditusuk dari belakang oleh ME (26) warga Desa Mbatu Bulan II, Senin (18/8/2025) malam.

Penganiayaan terjadi ketika tersangka dan korban sedang menonton pertunjukan musik yang dibawakan oleh seniman asal Gayo, Paul LIDA II, di Stadion Haji Syahadat Kutacane.

Berdasarkan informasi yang beredar, pembunuhan akibat penikaman diduga terjadi karena adu pandang saat kedua pihak bertemu di dalam Stadion Haji Syahadat Kutacane.

Reza (16), kerabat Nanda Pratama, mengungkapkan bahwa saat korban sedang berjalan, pelaku memandang korban. Nanda kemudian menegur dan sempat memberi tamparan kepada pelaku. “Keduanya hampir terlibat perkelahian. Saya berusaha melerainya. Setelah itu saya berpisah dengan korban. Saat sedang asyik menonton, saya kaget melihat Nanda Pratama sudah dikelilingi oleh warga,” ujarnya.

“Saya mendekati dan melihat korban dalam keadaan berlumuran darah. Bersama teman, saya memegang korban yang sudah berlumuran darah,” kata Reza.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh teman korban, Guntur (19) warga Pajak Inpres Lama Kutacane, Kecamatan Babussalam. Ia mengaku tidak melihat saat korban ditikam pelaku. Namun, ia melihat pelaku sedang bertengkar dengan korban.

“Saya membantu korban dan sempat mendapat pukulan berulang dari pelaku. Setelah itu, pelaku kabur dan saya berusaha mengejar,” kata Guntur.

Korban Nanda sempat memegang tangan erat sambil menyampaikan bahwa dirinya ditusuk oleh pelaku. Guntur meminta bantuan dari keluarga korban. “Korban langsung dibawa ke RSU Nurul Hasanah Kutacane melewati keramaian warga yang menyaksikan pertunjukan musik di Stadion Haji Syahadat Kutacane. Korban akhirnya meninggal dunia di RSU Nurul Hasanah Kutacane,” jelas Guntur.

Tidak lama kemudian, atau tiga menit setelahnya, ME warga Desa Mbatu Bulan II, Kecamatan Babussalam, yang diduga terlibat dalam pembunuhan ditangkap oleh polisi saat berusaha melarikan diri.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri SIK MH bersama Kasat Reskrim Iptu Jery Irfan SH MH melalui Kasi Humas, AKP Jomson Silalahi, mengonfirmasi kepada TribunGayo.com, Selasa (19/8/2025), bahwa pihaknya telah menahan tersangka terkait kasus penikaman.

“Kasus penikaman ini segera dilaporkan oleh keluarga korban ke Polres Aceh Tenggara, dengan nomor laporan LP/B/82/VIII/2025/SKPT/ Polres Aceh Tenggara/ Polda Aceh, dan pelapor bernama Abdul Rahman, warga Desa Buah Pala Kecamatan Lawe Sumur,” ujarnya.as)