Pemuda Desa Sungai Ara Minta RAPP Hentikan Aktivitas Ponton, Ini Alasannya

oleh -334 views
Ketua Pemuda Desa Sungai Ara, Yanto
Ketua Pemuda Desa Sungai Ara, Yanto

RIAU (LK) – Pemuda Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan minta PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan koleganya untuk menghentikan aktivitas tongkang dan ponton yang melintas di Sungai Kampar yang berada di wilayah tersebut.

Ketua Pemuda Sungai Ara, Yanto kepada Lintaskriminal.co.id mengatakan tidak sedikit dampak yang ditimbulkan akibat aktivitas perusahaan yang mengelola kayu menjadi bubur kertas itu.

Mulai dari perekonomian nelayan, karena berkurangnya hasil tangkapan setiap harinya, begitu juga dengan abrasi terhadap pantai yang berujung pada pendangkalan sungai.

Kerugian juga dialami masyarakat berupa berkurangnya ekosistem sungai yang tercemar aktivitas ponton seperti tumpahan minyak.

“Dampaknya yang diterima masyarakat cukup besar, mulai dari ekonomi hingga pada pendangkalan sungai, makanya kita minta kepada RAPP dan koleganya untuk tidak menggunakan jalur sungai untuk mengangkut bahan baku,” paparnya.

Sementara disebutkan Yanto, pola kemitraan yang berskala prioritas yang diterima pemuda lokal tidak seberapa, begitu juga dengan kontribusi yang diterima masyarakat Desa Sungai Ara yang terkena dampak aktivitas Tongkang.

Mengenai hal itu, Yanto yang didampingi Feri Fadri dan Jaka Endang selaku tokoh masyarakat meminta RAPP dan koleganya mencari alternatif lain untuk mengangkut kayu akasianya.

“Pemuda dan tokoh masyarakat sudah sepakat, surat kepada perusahaan sudah kita masukkan tadi siang, untuk perusahaan kita persilahkan mencari jalan lain untuk mengangkut kayu mereka,” ujar Yanto Kamis (04/03) sore.

Disisi lain, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan, Baharuddin, SH mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima surat dari Pemuda Desa Sungai Ara, atas aksi tidak boleh melintas kapal ponton milik RAPP di daerah tersebut.

Mengenai langkah, politisi Golkar itu menyebutkan akan menjadwalkan memanggil kedua belah pihak untuk dilakukan mediasi dan solusi agar tidak ada permasalahan antara masyarakat dan pihak perusahaan.

“Kita sudah menerima surat dari pemuda, jadi dalam waktu dekat akan kita jadwalkan mediasi antara kedua belah pihak di Komisi II, mengenai waktu perlu kita rapatkan dulu dalam Bamus,” jelas Pria yang biasa disapa Bahar itu.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan RAPP belum memberikan keterangan resmi terkait aksi Pemuda dan tokoh masyarakat Desa Sungai Ara itu.

Penulis : Yusman

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *