
Berdasarkan laporan masyarakat, gejala awal kekeringan tahun ini mulai dirasakan sejak 19 Juni 2026. Namun, hingga 22 Juni 2026 kondisi semakin memburuk dan menimbulkan kekhawatiran besar di tengah masyarakat.
Pemuda Kuyawage menyampaikan permohonan dan harapan kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Nduga, dan Kabupaten Puncak agar segera mengambil langkah cepat dan konkret dengan melakukan pendataan serta pemantauan langsung terhadap kondisi masyarakat yang terdampak.
Langkah antisipatif sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya krisis pangan, kerugian ekonomi yang lebih besar, serta menghindari kemungkinan jatuhnya korban jiwa akibat bencana kekeringan yang terus meluas.
Informasi ini merupakan laporan awal dari masyarakat dan pemuda wilayah Kuyawage. Perkembangan situasi di lapangan akan terus dipantau dan disampaikan kepada publik serta pemerintah terkait untuk mendapatkan perhatian dan penanganan yang lebih serius.
Kami mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, lembaga kemanusiaan, organisasi sosial, maupun masyarakat luas untuk memberikan perhatian, doa, dan bantuan bagi warga yang terdampak.
Demikian informasi ini kami sampaikan. Atas perhatian, dukungan, dan bantuan semua pihak, kami mengucapkan terima kasih. Kiranya Tuhan Yesus Kristus senantiasa memberkati kita semua.