Pemuda Terapis Tewas, Kerjaan Dapat Lewat TikTok

by -184 Views

Lintaskriminal.co.id –– Petugas masih menyelidiki kasus kematian perempuan RTA, berusia 14 tahun, seorang terapis yang ditemukan tergeletak di area kosong di Pejaten, Jakarta Selatan. Mengingat hal tersebut, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap rekan kerja sesama terapis.

“Sudah diperiksa (rekan sejawat terapis),” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ardian Satrio Utomo, kemarin (5/10).

Ardian belum menjelaskan jumlah saksi yang telah diperiksa. Ia menyatakan pihaknya masih meneliti keterangan para saksi guna mengungkap kasus tersebut. “Ya, semua kita periksa. Semua masih kita dalami,” katanya.

Diketahui, jenazah korban ditemukan pada hari Kamis (2/10) pukul 05.00 WIB. Berdasarkan penyelidikan sementara, terdapat bekas telapak kaki korban di atap bangunan sebelah spa Delta tempat korban bekerja.

“Maka dia itu jalan, dari atasnya, dia retak naik ke atas, ke dinding seberang. Ada jejak kaki dia di bangunan seberang,” kata Ardian.

Ardian menyebutkan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan apakah korban jatuh atau malah melompat dari gedung tersebut. “Di tempat kejadian ada beton yang panjang, sepertinya korban jatuh di sana. Korban masih dalam proses autopsi di RS Polri Kramat Jati. Kami masih meneliti apakah dia melompat atau jatuh, kami masih mendalami hal tersebut,” tambahnya.

Sampai saat ini, polisi telah mengamankan beberapa barang bukti dan saat ini sedang dianalisis untuk memastikan hubungannya dengan dugaan penyebab kematian korban. Sebelum jatuh, korban naik ke atas tembok sebelah dan telapak kaki korban ditemukan di gedung yang berseberangan.

“Terdapat sesuatu seperti beton panjang dari beton panjang itu terlihat dia jatuh di tempat itu karena kejadian terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, pagi hari,” katanya.

Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKP Igo Fazar Akbar mengatakan, pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan di lokasi kejadian (TKP) tidak lama setelah menerima informasi tentang penemuan jasad korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan TKP, pihak kepolisian menemukan luka-luka pada berbagai bagian tubuh korban.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan TKP yang kita peroleh sementara, ditemukan luka pada bagian dagu, luka memar di tangan sebelah kiri, serta luka di bagian perut,” ujar Igo.

Igo menyampaikan bahwa korban adalah seorang perempuan dengan inisial RTA yang masih berstatus anak di bawah umur. “Korban yang kami temukan adalah seorang perempuan dengan inisial RTA, dan yang bersangkutan masih di bawah umur,” ujar Igo kepada para jurnalis.

Igo mengatakan, polisi telah melakukan penyelidikan di lokasi kejadian (TKP) tidak lama setelah menerima informasi mengenai penemuan jasad korban.

Sementara itu, M. Fahrul Rozi Alsyari, saudara korban menyatakan bahwa sebelum ditemukan meninggal, adiknya pernah menghubunginya. Adiknya mengeluhkan gaji yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

“Jadi adik saya mengeluh, karena gaji tidak sesuai dengan kesepakatan di Bali. Saat di Bali katanya gaji sebesar Rp 5 juta, namun setelah ke Jakarta malah hanya Rp 1 juta. Akhirnya adik saya sudah tidak betah lagi di sini dan ingin pulang dulu,” kata Fahrul.

Fahrul menyampaikan, niat adiknya untuk kembali ke rumah terhambat karena pihak Delta mengancam bahwa jika belum bekerja selama 1 tahun maka harus membayar denda sebesar Rp 50 juta.

“Di situ saya bertanya itu peraturan dari perintah apa bukan? Lalu adik saya menjawab tidak tahu bang, saya jadi pusing mengapa jadi seperti ini,” kata Fahrul.

Fahrul mengatakan, adiknya mendapatkan informasi pekerjaan melalui media sosial TikTok. Adiknya sempat tidak memberi kabar selama beberapa bulan karena tidak memiliki ponsel. Selanjutnya, pada bulan September atau Oktober, adiknya akhirnya memberi kabar.

“Saudara saya memberi tahu bahwa dia sudah berada di Bali dan bekerja di Spa. Saudara saya juga telah berjanji tidak akan bersikap sembarangan,” katanya.

“Saya hanya meminta tanggung jawabnya, serta pertanyaan mengenai denda sebesar Rp 50 juta itu. Tujuannya adalah agar tidak ada korban lagi,” tutupnya.