Pencarian Nelayan Hiang Berlanjut Hari Kedua, Tim SAR Bentuk Posko

by -126 Views

Lintaskriminal.co.id -, TARAKAN– Hingga pukul 18.00 WITA sore hari ini, pada hari pertama pencarian, Tim Gabungan SAR masih belum berhasil menemukan Muhammad Basriansyah, seorang nelayan yang terjatuh dari kapal dan terbawa arus gelombang di Perairan Pelabuhan Malundung Kota Tarakan, Senin (25/8/2025).

Disebutkan oleh Kepala Kantor Sar Tarakan, Syahril melalui Kasi Ops Dede Hariana, yang diwawancarai tadi sore, pencarian akan terus berlangsung besok Selasa (26/8/2025) pada hari kedua.

Pada hari pertama pencarian, Kantor SAR Tarakan mendirikan posko untuk mencari nelayan yang dilaporkan terbawa arus.

“Sebelumnya tadi malam kami mendapatkan informasi mengenai kecelakaan kapal, di mana seorang nelayan berhasil menyelamatkan perahunya yang lepas dari tali pengikatnya,” jelas Dede Hariana.

Pada hari pertama, tim SAR bersama melakukan pencarian sejauh sekitar 5 NM dari LKP.

Empat armada dikerahkan untuk melakukan pencarian sejak pagi hingga sore hari ini.

Ada 4 armada yang digunakan, di mana salah satu dari rubber boat tersebut diisi oleh 3-4 personel.

“Dan juga didukung oleh para relawan yang ada di sini, termasuk PMI, korlakar, serta kami sendiri dalam bekerja sama menjalankan pencarian,” katanya.

Termasuk tim medis dari PMI juga telah siap jika korban ditemukan untuk melakukan evakuasi.

“Sampai saat ini kendala kita tidak ada karena cuaca yang cerah, cerah, tidak hujan, jadi kita belum mengalami kesulitan,” katanya.

Ia melanjutkan bahwa jika korban telah meninggal, biasanya gejala pada hari pertama belum muncul.

“Pencarian terhadap korban yang tenggelam biasanya memiliki waktu emas pada hari ketiga dalam melakukan operasi pencarian yang efektif,” katanya.

Ia terus melanjutkan meskipun demikian tim tetap melakukan upaya pencarian dengan menyisir area seluas 5 NM di sekitar Pelabuhan Malundung Tarakan.

“Jika kronologi awalnya, korban sedang melakukan pukat, di mana dia sedang melakukan pukat dan kapalnya diikat di sebuah dermaga. Kapal kayu. Pada saat itu ikatannya agak kendur sehingga lepas dari dermaga tersebut. Akhirnya korban melompat untuk mengamankan kapal tersebut agar kembali diikat,” katanya.

Diperkirakan lokasi di mana nelayan terjebak oleh arus dan gelombang kencang, akhirnya terseret oleh arus. Hingga pukul 17.00 WITA tadi sore belum ada tanda-tanda korban ditemukan.

:Belum ada, jadi belum ada tanda-tanda. Nanti jika memang ada tanda-tanda, tim dari lapangan yang langsung mencari akan memberi informasi kepada masyarakat,” katanya.

Ia juga menyampaikan rasa apresiasi dan terima kasih kepada Pelindo Tarakan yang bersedia memberikan akses lokasi posko dekat dengan tempat kejadian perkara.

“Ya, alhamdulillah ini berasal dari Pelindo yang memberikan kita posko. Jadi kita diterima masuk ke wilayah Pelindo, yang mana lokasi ini sangat efisien. Karena jarak dari korban juga dekat serta efektif dalam menurunkan perahu karet untuk melakukan pencarian,” katanya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah