Pencurian Hipnotis di Barabai Terekam CCTV, Korban Serahkan Rp 9 Juta dalam Mobil

by -104 Views

Lintaskriminal.co.id –– Video rekaman CCTV yang viral di media sosial menunjukkan dugaan tindakan pencurian dengan motif hipnotis di Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Korban yang mengendarai sepeda ontel mengatakan kehilangan uang sebesar Rp 9 juta setelah diajak oleh pelaku masuk ke dalam mobil minibus berwarna hitam.

Dikutip dari unggahan akun Instagram @beritainformasikal, kejadian ini terjadi pada Sabtu (6/12/2025).

Terlihat dalam video tersebut kondisi di tepi jalan raya Kota Barabai.

Seorang pria berkaus putih yang sedang mengayuh sepeda dihentikan oleh pengemudi mobil di tepi jalan.

Lelaki tersebut kemudian diajak berjabat tangan dan diminta untuk masuk ke dalam kendaraan itu.

Tanpa menyadari, pria tersebut kemudian memberikan uang sekitar Rp 9 juta yang ia bawa dari pasar.

Kemudian, ia keluar dari kendaraan dan mengayuh sepedanya pergi meninggalkan tempat tersebut.

Sementara pelaku langsung memacu kendaraannya setelah berhasil melakukan aksinya.

Pelaku Berkeliaran di Barabai

Tidak lama kemudian, korban menyadari uang jutaan Rupiah yang ia bawa telah hilang.

Senin, 8 Desember 2025. Alur kejadian penghentian di jalan raya kota Barabai, kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.

Assalamu’alaikum kaka, izinkan saya menceritakan ini, sekitar setelah shalat Isya tadi ayah saya pergi ke pasar, membawa uang sekitar 9 jutaan, ayah saya hanya naik sepeda saja untuk belanja ke rumah.

namun terdapat beberapa mobil berwarna mencolok yang melintas di dekat gudang Sakura, atau sekitar area seberang Zabasa, membawa bunga salam.

Kasus yang diungkapkan dalam unggahan tersebut, “Pak Tua diperintahkan untuk naik ke mobil, tetapi justru dikunci oleh ayah tadi, tidak segera turun, terlihat aneh, kemudian di rawa orang baru menyadari, modus hipnotis, karena uang Pak Tua tadi habis semua,” jelas unggahan itu.

Akibat kejadian tersebut, masyarakat khususnya penduduk Barabai diminta untuk lebih berhati-hati karena pelaku masih berada di sekitar Kota Barabai.

Penyalahgunaan Hipnotis 

Mengenai kejadian kriminal tersebut, ahli kriminologi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Budi Wisaksono menyatakan, tindakan kriminal yang menggunakan hipnotis merupakan penyalahgunaan ilmu hipnotis.

Berdasarkan pengalamannya, hipnotis selalu diajarkan dengan disertai peringatan bahwa tidak boleh digunakan untuk tindakan jahat.

“Umumnya, guru (pengajar hipnotis) juga menegaskan bahwa jika hipnotis digunakan dengan niat jahat dan merugikan orang lain, maka hipnotis tidak akan berhasil atau menjadi tidak efektif, bahkan setelah itu tidak bisa digunakan lagi,” ujar Budi yang dikutip dari Kompas.com.

Budi selanjutnya membagikan lima cara yang dapat dilakukan masyarakat untuk menghindari tindakan kejahatan yang memanfaatkan hipnotis.

Pertama, jauhi orang yang mencurigakan

Langkah pertama dalam upaya melindungi diri dari tindakan kejahatan hipnotis adalah dengan tidak merespons orang yang tidak dikenal ketika sedang berada di jalan atau tempat umum.

“Apalagi jika jaraknya dekat. Jika sempat merespons, jangan sampai terlalu menganggap serius, apalagi dalam jangka waktu yang cukup lama,” ujar Budi.

Kedua, hindari kontak mata 

Budi menyampaikan, untuk menghindari hipnotis, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menjauhi kontak mata dengan pelaku atau seseorang yang mencurigakan yang tiba-tiba memulai percakapan.

“Pertama, coba hindari melihat mata hipnotis, serta berusaha tidak menghiraukan perkataannya dengan cara menutup telinga,” kata Budi.

Ketiga, menghindar atau menjaga jarak

Setelah menjaga kontak mata, Budi mengimbau warga agar menghindari atau menjauhi orang yang dianggap mencurigakan.

“Kedua, cara yang paling aman adalah pergi menjauh agar tidak terlibat,” kata dia.

Keempat, jangan sampai dipukul atau dipegang

Budi memberi peringatan, jika terjadi hubungan dengan seseorang yang tidak dikenal, sebaiknya menjaga diri agar tidak sampai dipukul atau disentuh. Karena hipnotis biasanya dimulai dengan cara demikian.

“Jangan sampai terkena pukulan atau sentuhan. Jika seseorang yang tidak dikenal memberimu sesuatu, jangan menerimanya,” kata Budi.

Kelima, berteriak minta bantuan 

Jika langkah-langkah di atas telah dilakukan, tetapi pelaku atau seseorang yang mencurigakan terus-menerus memaksa untuk berhubungan,

Budi menyarankan warga agar meminta dukungan dari orang-orang di sekitarnya.

“Jika terasa orangnya tetap bersikeras atau agak memaksa, segera teriak meminta bantuan orang atau pergi mencari atau menuju petugas (polisi, satpam, atau anggota TNI),” ujar Budi.

(Lintaskriminal.co.id -/danti ayu)