Penjelasan Polisi tentang Identitas di Balik Akun Bjorka

by -124 Views

WAKIL Direktur Reserse Siber Polda Metro JayaKepala Kepolisian Komisaris Besar Fian Yunus menjelaskan, sosok WFT adalah satu-satunya individu yang memakai identitas tersebutBjorka di media sosial X sejak tahun 2020. “Ia telah memiliki akun tersebut sejak tahun 2020,” kata Fian dalam keterangannya, Senin, 6 Oktober 2025.

Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap seorang pria dengan inisial WFT di rumahnya di Minahasa, Sulawesi Utara pada 23 September 2025. Pria ini diduga menjadi orang yang mengelola akun @Bjorkanesiaaa di situs media sosial X.

Menurut Fian, pada tahun 2020 tidak ada akun Twitter lain yang bernama Bjorka selain milik WFT. Meskipun demikian, ia belum bisa memastikan apakah WFT adalah sosok asli Bjorka yang sempat membuat heboh karena mengungkap data pejabat negara pada 2022-2023. “Kita masih perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena baru ada satu bukti saja, perlu diperiksa kembali dengan bukti lain,” kata Fian.

Baca: Hacker Bjorka Mengakses Data Pribadi 341 Ribu Anggota Polri

Fian mengungkapkan, saat ini tim penyidik sedang membandingkan kegiatan WFT dengan aktivitas tokoh Bjorka di dark web yang melakukan peretasan data kementerian serta menyebarkan identitas pejabat publik. “Jika sesuai, maka status WFT bisa dipastikan sebagai Bjorka,” ujar Fian.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polda Metro Jaya Brigadir Jenderal Ade Ary Syam Indardi mengatakan bahwa penyidik masih memperhatikan kasus awal yang menjerat WFT. “Penyidik hanya fokus pada pembuktian peran pelaku dalam melakukan tindak pidana,” katanya kepada Tempo, Minggu, 5 Oktober 2025.

Baca: Ahli Siber: Figur Bjorka yang Ditangkap oleh Polisi adalah Seorang Pemalsu

Setelah WFT ditangkap oleh pihak berwajib, muncul sosok lain yang mengaku sebagai Bjorka dan diduga menyebarkan data pribadi sebanyak 341 ribu anggota Polri. Data tersebut mencakup nama, pangkat, satuan tugas, hingga informasi kontak pribadi dari personel Polri.

Berdasarkan riset Tempo, Bjorka mengungkapkan data ratusan ribu anggota Polri secara gratis pada Sabtu, 4 Oktober 2025. Data tersebut dapat diakses secara bebas oleh masyarakat. Namun, data ini bukanlah informasi terkini dari Polri. Data yang dikumpulkan merupakan data pangkat dan penempatan personel sekitar tahun 2016, sehingga beberapa nama dalam data tersebut telah memasuki masa purna tugas.

Ahli keamanan siber, Teguh Aprianto menyatakan, individu yang ditangkap oleh aparat saat ini bukanlah sosok Bjorka asli. “Yang ditangkap oleh polisi adalah peniru atau seseorang yang mengaku-aku sebagai Bjorka,” kata Teguh saat dihubungi Tempo, Jumat, 3 Oktober 2025.

Hammam Izzuddin turut berkontribusi dalam penyusunan artikel ini.