Penumpang Angkutan Umum Pelat Hitam Rawan Kriminal

by -130 views
Ilustrasi Angkutan Umum Pelat Hitam
Ilustrasi Angkutan Umum Pelat Hitam

ACEH (LK) – Angkutan umum dengan pelat hitam saat ini makin marak di sejumlah daerah di Aceh. Hal itu karena tingginya permintaan terhadap angkutan tersebut. Padahal, angkutan umum pelat hitam sangat rawan terjadi aksi kriminal dan melanggar aturan.

Demikian antara lain disampaikan Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh, Drs Deddy Lesmana, saat menjadi narasumber Serambi Podcast yang berlangsung Rabu (26/8). Podcast dengan tema “Angkutan Umum Ilegal, Si Hitam Rasa Si Kuning’dipandu oleh Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia, Zainal Arfin M Nur.

Deddy menjelaskan, kondisi tidak ideal saat ini terjadi di lapangan, dimana banyak kendaraan umum diminati masyarakat meski melanggar aturan.

“Dari dulu, mobil pelat hitam ini sudah booming, karena dia tersedia kapan pun dan dimanapun. Mereka juga fleksibel secara waktu karena terikat trayek. Padahal, itu rawan kriminal dan jika ada kejadian sulit dilacak keberadaan kendaraan tersebut,” ujarnya seperti yang dikutip dari Tribunnews

Deddy menjelaskan, selama ini kendaraan pribadi diminati masyarakat karena pelayanannya lebih baik dibanding angkutan umum pelat kuning. Beberapa kelebihan yang biasa diberikan angkutan plat hitam ini adalah tersedia dimana pun dan kapan pun, service door to door, fleksibel waktu, dan tarif lebih murah.

Sementara kekurangannya, tambah Deddy, angkutan pelat hitam tidak tercatat di asuransi jika terjadi kecelakaan, tidak terregistrasi, dan rawan tindak kejahatan karena sulit dilacak keberadaannya. Sebab, mobil itu tak berada di bawah naungan perusahaan angkutan. “Sementara yang pelat kuning mudah dilacak, ada manifes penumpang darimana mau kemana, serta mudah dipantau keselamatan penumpang,” ujarnya.

Selain itu, kata Deddy lagi, kendaraan pelat hitam bisa memasang tarif lebih murah karena tidak banyak beban yang ditanggung. Mereka tidak membayar asuransi, cek fisik berkala, dan biaya-biaya laina. Berbeda dengan mobil pelat kuning yang diharuskan mengeluarkan beberapa biaya.

Karena itu, menurut Deddy, Dishub Aceh bekerja sama TNI/Polri, Jasa Raharja, dan Organda akan menertibkan angkutan umum pelat hitam. Rencananya, razia akan dilakukan sebulan sekali di sejumlah daerah. Ia menambahkan, penertiban kendaraan pelat hitam yang mengangkut penumpang sebenarnya bukan ranah Dishub. Karena itu, menurut Deddy, pihaknya menggandeng Ditlantas Polda Aceh.

Dishub juga coba memutuskan permintaan masyarakat dengan gencar melakukan sosialisasi agar menggunakan angkutan umum pelat kuning. Dalam razia nanti, jika kedapatan naik angkutan umum pelat hitam, penumpang juga akan diturunkan dan dikembalikan ke daerah asal.

Editor : Yusman

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *