Penyebab Tabrakan Tongkang dengan Kapal Nelayan di Muna, Perahu Tersangkut Tali Towing hingga Mati Mesin

by -90 Views

Lintaskriminal.co.id -, KENDARI –Jajaran Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menemukan penyebab kecelakaan lalu lintas laut yang melibatkan perahu nelayan dan kapal tongkang.

Peristiwa tersebut berlangsung di sekitar perairan Tampo dan Pulau Renda, Kabupaten Muna, pada Sabtu (18/10/2025) siang.

Dua nelayan dari Kecamatan Tampo, yaitu LR dan RO, dilaporkan hilang dalam kejadian tersebut.

Dari Pelabuhan Tampo, Kabupaten Muna, jarak ke Pulau Renda hanya sejauh 6,2 kilometer dan dapat dicapai melalui perjalanan laut dengan menggunakan kapal laut.

Kepala Subdirektorat Pengawasan dan Penegakan Hukum Direktorat Polisi Perairan Polda Sultra, AKBP Tenri Wardi, mengungkapkan hasil penyelidikan sementara, di mana beberapa fakta terkait kecelakaan laut tersebut terungkap.

Ia menjelaskan bahwa saat kejadian terjadi, perahu nelayan memotong jalur saat kapal tongkang melintasi.

Kemudian perahu yang diisi tiga nelayan tersebut, terjebak pada tali tarik yang menarik kapal tongkang.

“Maka perahu itu tidak bisa bergerak karena mengalami mati mesin, akhirnya terbentur,” katanya saat dihubungi Lintaskriminal.co.id.

Ia menyampaikan, akibat peristiwa tersebut, dua nelayan menghilang dan saat ini sedang dalam proses pencarian.

Sementara seseorang yang lain berhasil selamat.

“Saat ini kami sedang berada di lokasi kejadian, melakukan proses pencarian terhadap dua korban,” ujarnya.

2 Nelayan Masih Belum Ditemukan

Dari laporan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Kendari Amiruddin A.S, pencarian pada hari Sabtu (18/10/2025) masih belum membuahkan hasil.

Oleh karena itu, tim SAR gabungan akan melanjutkan pencarian terhadap nelayan yang hilang pada hari esok, Minggu (19/10/2025).

Peristiwa itu mengakibatkan dua nelayan hilang setelah terjatuh dari kapal mereka setelah dihantam perahu tongkang.

Sementara seorang nelayan berhasil selamat.

“Pada pukul 20.30 Wita, pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan masih belum membuahkan hasil (korban belum ditemukan),” kata Amiruddin mengutip pernyataan yang diterima Lintaskriminal.co.id.

Oleh karena itu, lanjutnya, operasi SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali.

“Pada besok pagi pukul 07.00 Wita, tim SAR akan mulai bergerak,” katanya.

Diketahui bahwa sebuah perahu bermotor menabrak kapal nelayan di kawasan laut Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dari rilisan yang diterima Lintaskriminal.co.id, disampaikan bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari Sabtu (18/10/2025).

Kurang lebih pukul 14.30 WITA, kapal tongkang melewati area perairan di sekitar Tampo dan Pulau Renda.

Namun, perahu yang masih penuh muatan menabrak kapal ikan yang berada tepat di bagian tengah.

Di dalam perahu tersebut terdapat tiga nelayan.

Satu diantaranya berhasil selamat. 

“Dua korban lainnya masih dalam pencarian hingga informasi ini diterima,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Kendari Amiruddin A.S.

Sebagai informasi, perairan Tampo dan Pulau Renda terletak di wilayah Kabupaten Muna.

Perairan Tampo ini dikenal sering dilalui oleh kapal-kapal tongkang yang rutin beroperasi di kawasan tersebut. (*)

(Lintaskriminal.co.id -/ La Ode Ahlun Wahid)