Lintaskriminal.co.id –Ketua RT 05/09 Johar Baru, Sella (43), mengungkapkan kebohongan istri dari salah satu pelaku penculikan Kepala Cabang Bank BUMN di Cempaka Putih, Jakarta Pusat,
Wanita dengan inisial M ternyata pernah menyembunyikan uang sebesar Rp 8 juta yang diberikan oleh suaminya, namun akhirnya menyerah dan mengakui hal tersebut saat polisi datang untuk kedua kalinya.
Sebelum suaminya ditangkap pada hari Kamis (21/8/2025), M mengunjungi polisi di pagi hari.
Namun pada saat itu dia tidak jujur kepada Ketua RT 05/09 Johar Baru, Jakarta Pusat.
M adalah istri dari seorang penculik bernama Andre. Pada hari Kamis, pihak kepolisian menangkap Andre beserta dua tersangka lainnya.
Sementara pelaku penculikan dengan inisial RW ditangkap ketika tiba di Bandara Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum ditangkap, Andre kembali ke rumahnya pada pagi hari Kamis.
Sesampainya di rumah, pria yang bekerja sebagai penagih utang memberikan uang sebesar Rp 8 juta kepada istrinya.
“Ketika pulang pagi hari, itu kejadian. Mendapat uang sebesar Rp 8 juta, katanya begitu,” ujar Ketua RT 05/09 Johar Baru, Sella (43), dilansir dari 10drama.com TV, Sabtu (23/8/2025).
Namun menurut Sella, dana tersebut telah diserahkan oleh M kepada pihak kepolisian.
Ya. “Di mana uang yang Rp 8 juta?”, katanya saat polisi melakukan penggerebekan. Dia (istri Andre) menceritakan begitu,” ujar Sella.
Menurut Sella, pihak kepolisian mengunjungi rumah tersangka sebanyak dua kali.
Namun ketika tiba pertama kali, M tidak memberi tahu dia.
Petugas polisi pertama kali tiba pukul 10.00 WIB, lalu kembali lagi pada pukul 14.00 WIB.
Kedatangan pertama mereka, polisi langsung menangkap para pelaku.
Sella mengetahui hal itu dari tetangganya. Pukul 14.00 WIB, polisi kembali datang dan meminta Sella untuk mendampinginya.
Pada saat itu, Sella mulai berbicara dengan M, istri pelaku.
Sella mengingatkan M karena tidak memberitahu dirinya tentang kedatangan polisi.
Saya berkata, ‘Bu kalau polisi yang kedua tidak datang, mungkin Bu tidak melaporkan kepada saya. Dari pukul 11.00 hingga pukul 14.00 WIB ini terlalu lama waktu yang diperlukan,’ katanya.
Namun pada saat itu, M mengakui merasa kaget.
“Katanya, ‘ya saya masih panik bu. Saya tidak tahu harus mengatakan apa. Handphone-handphone saya diambil oleh polisi, disita. Dan uang saya Rp 8 juta yang diberikan suami saya juga diambil’, begitu,” kata Sella.
M mengakui bahwa saat itu suaminya hanya memberikan uang, kemudian tidur.
Motif Pembunuhan
Misteri di balik pembunuhan Kepala Cabang Pembantu BRI Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta, mulai terkuak.
Isu adanya kecurangan di dalam bank mulai menyebar ke masyarakat. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, akhirnya memberikan pernyataan mengenai kasus tersebut.
Sebelum ditangkap, Ilham sempat mengadakan rapat dengan atasanannya kemudian berpisah menuju toko swalayan dengan menggunakan kendaraan yang berbeda.
Rekaman kamera pengawas menunjukkan terdapat sembilan kendaraan yang sedang diparkir di lokasi saat kejadian penculikan.
Namun, kondisi parkir di belakang terlihat sepi.
Keluarga meragukan bahwa Ilham memiliki musuh.
“Sebelumnya kami tidak pernah mendengar beliau memiliki musuh atau klien yang aneh-aneh,” kata Intania.
Kepala Eksekutif PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, dalam pertemuan dengan Komisi VI DPR, mengakui masih mempelajari kasus tersebut.
Ia tidak menyangkal dugaan bahwa penculikan dan pembunuhan Ilham mungkin terkait dengan pekerjaannya, termasuk pemungutan piutang atau tanda-tanda penipuan.
Di media sosial X, sejumlah pengguna menduga Ilham sedang menyelidiki kasus penipuan jutaan rupiah yang dilakukan oleh stafnya.
Hal yang sama menjadi topik pembicaraan di forum pekerja rahasia.
Dirut Buka Suara
Di sisi lain, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, menyampaikan rasa prihatinnya terhadap kejadian memilukan yang menimpa salah seorang Kepala Cabang BRI.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam rapat anggaran dengan Komisi VI DPR RI, pada hari Kamis (21/8/2025).
“Karyawan yang meninggal sedang kita selidiki, kami juga merasa prihatin, sepertinya ia diculik, saya melihat videonya, dia dimasukkan ke dalam mobil, lalu dibawa, tiba-tiba meninggal tadi pagi,” kata Hery.
Ia menambahkan, pihaknya sedang bersama dengan aparat kepolisian melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai motif di balik penculikan dan pembunuhan tersebut.
Termasuk dalam dugaan apakah kasus ini berkaitan dengan masalah penagihan pinjaman atau faktor lainnya.
“Apakah ini terkait dengan penagihan atau pengumpulan dana, atau bagaimana, kami belum bisa memberitahu. Polisi sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait hal tersebut. Nanti jika ada kabar baik, kami akan memberikan pembaruan,” ujar Hery.
Sampai saat ini, motif penculikan dan pembunuhan kepala cabang BRI masih belum diumumkan secara resmi.
Petugas sedang menyelidiki apakah kasus ini terkait dengan pekerjaan korban di bidang perbankan, masalah pribadi, atau alasan lain yang lebih rumit.
4 Pelaku Ditangkap
Polisi hingga saat ini telah mengamankan empat orang yang terlibat dalam kasus penculikan.
Tiga individu—AT, RS, dan RAH—ditangkap di Johar Baru, Jakarta Pusat, sementara RW ditangkap ketika tiba di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Hasil otopsi menunjukkan bahwa Ilham mengalami luka akibat benturan benda tumpul pada bagian dada dan leher.
Tidak ada luka akibat tusukan atau potongan.
Penyebab kematian diperkirakan disebabkan oleh kurangnya pasokan oksigen.
Polisi juga melakukan pengujian kemungkinan adanya racun, dengan hasil laboratorium diperkirakan keluar paling cepat satu minggu setelah pemeriksaan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur AKBP Dicky menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan Ilham.
“Hanya empat yang dijaga. Eksekutornya sedang dikejar, sedang lari,” katanya, dilaporkan TribunNews Bogor.
Sampai saat ini, pihak kepolisian telah menangkap empat orang, yaitu AT, RS, RAH, dan RW.
AT, RS dan RAH ditangkap di Jalan Johar Baru Nomor 42, RT 05/09, Kelurahan Johar Baru, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat.
Sementara itu, RW yang dikenal sebagai Eras ditangkap di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Akun YouTube Jacklyn Choper menyatakan bahwa Eras bertindak sebagai otak atau pemimpin dalam penculikan Mohamad Ilham Pradipta.
Berdasarkan keterangan Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Charles Bagaisar, empat tersangka telah mengakui tindakan mereka.
“Mereka telah mengakui terkait tindakan penculikan atau pengambilan korban dari supermarket di Pasar Rebo,” katanya, dilaporkan TribunNews Bogor.
Berdasarkan pengakuan empat tersangka, Ilham hilang setelah selesai mengikuti rapat bersama rekan kerja dan atasan di sebuah supermarket di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur pada hari Rabu (20/8/2025).
“Korban selesai mengikuti rapat kantor, bersama rekan-rekan kerjanya juga,” katanya.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap keterangan yang diberikan untuk mengungkap otak di balik penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta.
Otak Pembunuhan
Kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang (Kacab) bank BUMN di Jakarta yang bernama M Ilham Pradipta (37) akhirnya terungkap.
Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim menyatakan, empat pelaku utama kasus penculikan dan pembunuhan kepala cabang (kacab) bank BUMN di Jakarta dengan inisial MIP (37) ditangkap di dua lokasi berbeda.
Penggerebekan pertama dilakukan terhadap tiga tersangka dengan inisial DH, YJ, dan AA di Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/8/2025) pukul 20.15 WIB.
Hari berikutnya, tersangka dengan inisial C ditangkap di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, pada hari Minggu (24/8/2025), sekitar pukul 15.30 WIB.
“Saat ini para tersangka sedang diperiksa secara mendalam,” kata Abdul saat dihubungi, Minggu.
Beberapa waktu yang lalu, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah menangkap empat orang pria yang diduga terlibat dalam penculikan MIP.
Mereka adalah AT, RS, dan RAH yang ditangkap di Jalan Johar Baru III Nomor 42, Jakarta Pusat.
Selain itu, tersangka RW ditangkap ketika tiba di bandara NTT dalam upaya melarikan diri. “(Tersangka yang ditangkap saat ini) berbeda dengan empat orang yang ditahan kemarin,” ujar Abdul.
Berkaitan dengan penangkapan ini, terdapat delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan MIP oleh pihak kepolisian.
Artikel ini sudah diterbitkan diTribunNews Bogor.
