Jakarta, lintaskriminal.co.id– Perselisihan antar geng narkoba menyebabkan kematian sedikitnya 17 orang di sebuah penjara di kota Esmeraldas, Ekuador, pada Kamis (25/9/2025). Ini adalah kerusuhan mematikan kedua yang terjadi di penjara negara Amerika Latin tersebut dalam beberapa hari terakhir.
“Kondisi ini dimulai dari perintah eksternal kelompok kriminal terorganisir Los Tiguerones untuk membunuh anggota Los Lobos, Los Choneros, serta tahanan yang tidak memiliki hubungan dengan Los Tiguerones,” kata polisi.
Mereka menambahkan bahwa operasi keamanan telah dikerahkan di wilayah tengah Lapas Esmeraldas. Di sisi lain, jumlah korban yang tewas kemungkinan akan meningkat seiring dengan proses pencarian jenazah yang masih berlangsung.
1. Mayoritas korban mengalami luka akibat tusukan
Berdasarkan laporan awal, bentrokan terjadi di salah satu blok sel penjara setelah terjadi perebutan, saat para tahanan berhasil merampas kunci sel. Hal ini memungkinkan mereka menyerang tahanan yang berada di sel-sel lain. Foto-foto yang beredar menunjukkan beberapa jenazah tergeletak di tanah dalam kondisi berlumuran darah. Dua dari mereka memiliki kepala terputus, dan banyak yang mengalami luka tusukan.
Dilansir dari Straits Times, Beberapa anggota keluarga tahanan berkumpul di luar penjara pada hari Kamis untuk mencari informasi mengenai orang-orang yang mereka cintai.
“Ada beberapa wanita di sini yang sudah sejak pukul 05.30 pagi bertanya tentang kerabat mereka,” kata seorang perempuan yang berbicara secara anonim.
Ia segera berangkat ke penjara setelah menerima panggilan dari warga sekitar yang mengklaim mendengar suara tembakan dan teriakan. Ketika tiba di tempat tersebut, para tentara meminta dia pergi ke kamar jenazah untuk memverifikasi apakah anggota keluarganya sudah meninggal atau masih hidup.
2. Sebanyak 14 tahanan meninggal dalam bentrokan sebelumnya
Sebelumnya, pada hari Senin (22/9/2025), bentrokan antar geng narkoba terjadi di penjara Machala, provinsi El Oro, mengakibatkan sedikitnya 14 tahanan dan satu petugas penjara tewas.
Dalam kejadian tersebut, tahanan menggunakan senjata api dan bahan peledak. Beberapa di antaranya berhasil melarikan diri, namun sebagian besar telah kembali ditangkap.
“Anda tahu ada perselisihan antar geng di penjara ini. Dua area sel dikuasai oleh kelompok kriminal terorganisir, dan di tempat itulah pembunuhan ini terjadi. Pertanyaannya adalah bagaimana mereka bisa dipindahkan ke sayap lain, padahal terdapat beberapa lapisan keamanan,” ujar Kolonel William Fabián Calle, dilansir dariCNN.
3. Sekitar 500 tahanan meninggal akibat pertikaian pada tahun 2021
Pertikaian antar kelompok tahanan sebagian besar berlangsung di dalam penjara-penjara Ekuador, dengan sekitar 500 tahanan meninggal sejak Februari 2021. Peristiwa paling mengerikan terjadi pada tahun 2021, ketika lebih dari 100 tahanan tewas akibat bentrokan di kota Guayaquil. Tahanan bahkan mempublikasikan kekerasan tersebut secara langsung melalui media sosial, menunjukkan tubuh-tubuh yang terpotong dan terbakar.
Pada tahun 2024, anggota geng menahan puluhan petugas penjara setelah bos Los Choneros, Jose Adolfo Macias yang dikenal sebagai Fito, berhasil melarikan diri. Di luar, rekan mereka meledakkan bom dan membawa seorang presenter televisi sebagai tahanan dengan ancaman senjata saat siaran langsung berlangsung.
Presiden Daniel Noboa selanjutnya mengumumkan bahwa negara sedang menghadapi konflik bersenjata internal dan memerintahkan militer untuk mengambil alih pengelolaan penjara. Bulan lalu, delapan lembaga pemasyarakatan, termasuk Machala, kembali diberikan kepada pengawasan polisi.
Fito akhirnya kembali ditangkap pada Juni 2025, lebih dari setahun setelah kaburnya. Ia menerima hukuman 34 tahun penjara sejak 2011 karena terlibat dalam kejahatan organisasi, perdagangan narkoba, dan pembunuhan.
Kekacauan di Lapas Ekuador, 14 Orang Meninggal Dunia Ekuador Mengumumkan Status Darurat Setelah Demo BBM Pembunuhan di Klub Malam Ekuador, 8 Orang Meninggal Dunia
