KALANGAN JAMBI –Kebakaran besar yang menghanguskan ratusan hektar lahan gambut di Desa Gambut Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Muaro Jambi belum menemukan tersangka. Pemilik lahan bernama Edi telah dipanggil dan dimintai keterangan oleh penyidik Polda Jambi.
“Pemilik lahan dengan nama Edi telah hadir menghadap penyidik dan kami telah melakukan klarifikasi,” ujar Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi Kompol Hadi Handoko, dilansir Rabu (20/8/2025).
Meskipun demikian, pihak kepolisian belum terburu-buru menetapkan tersangka dalam kasus kebakaran lahan seluas 181 hektare. Hadi menegaskan, pihaknya masih memerlukan keterangan ahli sebelum melakukan gelar perkara.
“Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan ahli. Dalam waktu dekat kami akan mengadakan rapat perkara terlebih dahulu setelah alat bukti telah memadai,” katanya.
Di sisi lain, kritik tajam datang dari kalangan aktivis lingkungan. Direktur Walhi Jambi, Oscar Anugrah, menginginkan aparat penegak hukum agar berani menindak perusahaan maupun pemilik lahan besar yang lahan mereka terbakar.
“Para penegak hukum perlu berani mengambil tindakan terhadap perusahaan dan pemilik lahan besar yang telah membakar lahan serta lalai dalam pengelolaan lingkungan,” tegas Oscar dalam pernyataan resminya.
Oscar menganggap terdapat ketidakadilan dalam penegakan hukum terkait kebakaran hutan. Menurutnya, masyarakat biasa justru lebih dulu ditindak, meskipun mereka hanya melakukan pembakaran dengan skala yang terbatas.
“Tidak justru menjadikan masyarakat yang lahannya sempit sebagai tersangka. Ini menunjukkan bentuk ketidakadilan dalam penerapan hukum,” katanya.
Sampai saat ini, Polda Jambi telah menetapkan lima tersangka terkait kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya. Keseluruhan tersangka merupakan warga biasa dengan luas lahan yang terbakar tidak lebih dari dua hektare. Rinciannya, tiga kasus terjadi di Kabupaten Batanghari, sedangkan dua lainnya berada di Tanjung Jabung Barat dan Merangin.
Kebakaran hutan di Desa Gambut Jaya terjadi sejak Minggu (20/7/2025). Awalnya api hanya membakar sekitar 50 hektare, tetapi cepat menyebar hingga mencapai total 270 hektare berdasarkan data terkini dari Satgas Karhutla. Proses pemadaman berlangsung selama dua minggu dengan partisipasi tim darat dan bantuan water bombing dari BNPB, hingga akhirnya dapat dikendalikan setelah hujan mulai turun.
