Polres Asahan Bongkar Jaringan Narkoba Sumatera, 76 Kg Sabu Disita

by -65 Views

Lintaskriminal.co.id -, ASAHAN-Pagi hari Minggu (9/11/2025), jalan di Dusun II, Desa Bangun Sari, Silo Laut masih tertutup kabut tipis saat sebuah mobil Nissan X-Trail berwarna silver perlahan melaju menuju Kisaran.

Dari luar, mobil tersebut terlihat biasa saja. Namun di dalamnya, empat tas hitam berisi beban yang mampu merusak masa depan ratusan ribu orang, yaitu 76 kilogram sabu dalam kemasan “Gold Leaf”.

Anggota Satuan Narkoba Polres Asahan, yang dipimpin oleh AKP Moelyoto, telah menunggu sejak pagi hari.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, kendaraan tersebut membawa “barang” dari arah Desa Silo Baru.

Tidak ingin kehilangan semangat, tim yang terdiri dari Ipda Eko Sianipar dan Ipda Suriadi Irawan segera bertindak dengan melakukan pemeriksaan.

Pukul 07.20 WIB, kendaraan yang mencurigakan muncul di belokan. Pengejaran terjadi dalam waktu singkat, namun penuh ketegangan.

Saat kendaraan berhenti di Desa Bangun Sari, dua pria yang ada di dalamnya tidak sempat menghindar. Pemeriksaan menemukan empat tas yang berisi 76 bungkus narkotika dengan berat total 76.000 gram.

Dua tersangka DGM (37) dan WR (30), warga Air Joman mengakui bahwa mereka hanya “kurir.”

Mereka diperintah oleh seseorang dengan inisial D yang dikenal sebagai B untuk mengantarkan sabu tersebut ke Palembang, dengan imbalan Rp3 juta per kilogram.

Salah satu di antaranya mengakui telah pernah mengirimkan 38 kilogram dua minggu sebelumnya.

“Kami akan mengejar hingga ke pengendali utama, siapa pun itu,” kata Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani, menegaskan komitmennya untuk menghentikan peredaran narkoba di jalur timur Sumatera.

Bukti-bukti, dua tersangka, kendaraan, dan ponsel telah disita guna pengembangan penyelidikan lebih lanjut.

Dari Medan, Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto melalui Kabid Humas Kombes Pol Ferry Walintukan menyampaikan apresiasi terhadap respons cepat dari jajaran Asahan.

Ini merupakan bukti keterpaduan di dalam tubuh Polda Sumut tetap kuat, serta perjuangan melawan narkoba tidak pernah berhenti.

Tindakan tersebut bukan hanya sekadar penangkapan, melainkan peringatan tajam bagi para pelaku perdagangan ilegal: jalur Asahan tidak lagi menjadi jalan yang aman untuk kegiatan ilegal.

Polisi mengatakan, jaringan ini melibatkan berbagai provinsi dan beroperasi diam-diam melalui jalur darat. Namun kali ini, tindakan mereka berhasil dihentikan oleh aparat yang tidak pernah lelah.

“Narkoba adalah musuh bersama. Kami tidak akan memberi ruang kepada siapa pun yang merusak generasi muda,” tegas AKBP Revi.

Pagi di Bangun Sari perlahan menghilang.

Namun, gema operasi tersebut terus terdengar sebagai tanda bahwa Sumatera Utara belum menyerah dalam perang panjang melawan racun putih yang bernilai miliaran rupiah.(Jun-Lintaskriminal.co.id -).