Polres Dumai Paksakan Kasus, Kuasa Hukum Junaidi Tempuh Pra Peradilan

by -424 views

RIAU (LK) – Proses penyidikan yang dilakukan Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kota Dumai terhadap Junaidai dalam kasus Perampasan Kemerdekaan seseorang dan ancaman kekerasan dinilai kuasa hukum salah dan keliru dalam penetapan tersangka.

Hal tersebut disampaikan kuasa hukum Junaidi yang diwakilkan oada Veky Syamsir dan Dodi Wirsa. Atas kekeliruan tersebut kliennya setuju untuk mengajukan pra peradilan ke Pengadilan Negeri Kota Dumai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lintaskriminal.co.id, Jum’at (6/12) kemarin dengan agenda penyerahan berkas kesimpulan dari tim Advokasi selaku pemohon kepada Hakim Pengadilan Negeri kota Dumai dengan no 1/Pid.pra//2019/PN.Dum.

Dikatakan Veky, penetapan tersangka oleh penyidik Polres Dumai melanggar Perkap Kapolri no 14 tahun 2012 tentang manejmen penyidikan tindak pidana, dimana dalan pasal 15 di sebutkan adanya minta keterangan dalam proses penyidikan, hal ini tidak di lakukan oleh pihak penyidik terhadap pemohon dan saksi- saksi yang meringankan pemohon.

“Terhadap klien kami yang telah ditetapkan sebagai tersangka, pihak kepolisian seakan memaksakan kasus ini naik ke persidangan tanpa memberikan hak pada klien kami berupa memeriksa saksi-saksi yang meringankan,” terang Veky.

Lebih lanjut Veky yang didampingi Dodi menjelaskan, kekeliruan dalam penetapan tersangka terhadap kliennya itu seakan dipaksakan, karena dari keterangan beberapa saksi dalam sidang kedua dimana tidak ada tindakan yang menyatakan Junaidi melakukan tindakan sesuai dengan pasal yang dituduhkan tersebut.

“Keterangan dari saksi pemohon (Ismail) dalam persidangan jelas mengatakan sebelum kejadian semua saksi- saksi di suruh keluar karena kantor SBKD, karna ada rapat sama ketua untuk menyelesaikan masalah kantor. Sedangkan posisi pintu samping, belakang semua  bisa di buka, hanya depan yang mau di gembok. Dengan demikian jelas maksud Junaidi untuk protes kepada ketua dan tidak ada maksud untuk merampas kemerdekaan seseorang dan ancaman kekerasan seperti pasal 333 ayat 1 Jo pasal 335 ayat 1ke 1e KUHPidana,” bebernya.

Terkait hal tersebut, kedua kuasa hukum itu menyebutkan dalam hal ini pemohon menyatakan dalil kepolisian dalam eksepsi-nya keliru. Objek yang dapat dimohonkan dalam perkara praperadilan ialah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh penyidik dalam rangka penyidikan suatu dugaan tindak pidana

Karena tindakan kepolisian tidak sesuai dengan ketentuan dan  perkap Kapolri no 14 tahun 2012.maka tim kuasa hukum mengajukan praperadilan, dalam Pokok Perkara, kuasa hukum menyatakan telah terbukti di persidangan bahwa penetapan tersangka oleh kepolisian keliru

“Ini membuktikan telah terjadi penyimpangan prosedur yang dilakukan oleh penyidik, in casu Termohon, dalam melakukan penyidikan terhadap Pemohon, seharusnya Termohon memeriksa  Pemohon sebagai saksi terlebih dahulu,” jelas Dodi

Kedua, penetapan tersangka terhadap Junaidi. tidak berdasarkan alat bukti yang cukup. Polisi mendalilkan mereka mendapatkan alat bukti sebagai dasar dalam menetapkan status sebagai tersangka.

“Faktanya, Termohon tidak mendatangkan saksi yang meringankan, dalam menentukan status sebagai tersangka,” pungkasnya.

Sementara itu Kapolresta Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira SIK menegaskan bahwa langkah pra peradilan yang diajukan tersebut merupakan hak dari tersangka. Namun saat disinggung ada dugaan oknum Penyidik terima dana sehingga kasus itu terkesan di paksakan naik, ia memastikan tidak ada.

“Anggota saya tidak ada terima apapun untuk perkara ini, kalau pra peradilan itu wajar karena hak ” ketusnya.

Disisi lain, Kasat Reskrim Polresta Dumai, AKP Dani Andhika Karya Gita SIk .MH saat dikonfirmasi Lintaskriminal.co.id sempat geram ketika mendengar ada tudingan bahwa telah menerima gratifikasi yang berujung pemaksaan naiknya kasus, bahkan Kasat ingin mengetahui siapa yang mengatakan bahwa penetapan tersangka terkesan dipaksakan.

“Kata siapa?, siapa narasumbernya, penetapannya sudah sesuai prosedur bos dan memenuhi unsur,” ujarnya melalui pesan WhatsApp pribadinya.

 

 

Penulis : Yulisman

 

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *