Polri: Kami Pelindung Masyarakat

by -73 Views

Jakarta, halopadang.id – Irjen Gatot Repli Handoko, Kepala Polisi Tingkat I STIK Lemdiklat Polri, menegaskan bahwa polisi adalah pelayan masyarakat. Ia menyatakan, semua masukan dari masyarakat menjadi bahan masukan bagi Polri.

Ia mengatakan, polisi benar-benar memberikan pelayanan kepada masyarakat hingga ke tingkat bawah. Menurut Gatot, perlu adanya kesepahaman pandangan di lingkungan Porli bahwa mereka adalah pelayan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Gatot dalam acara Dialektika Demokrasi dengan tema ‘Reformasi Polri Harapan Menuju Institusi Penegak Hukum yang Profesional dan Humanis’ di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/11/2025).

“Yang paling penting adalah pola pikir, pola pikir ini harus benar-benar menjadi budaya pelayanan, istilahnya kami ini sebagai pelayan, kami pelayan masyarakat,” katanya.

1. Polri perlu memanfaatkan kritik sebagai bahan masukan

Menurutnya, polisi perlu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Polri juga akan memandang kritik sebagai bahan bakar untuk meningkatkan perkembangan mereka.

“Maka kita perlu menempatkan pelayanan sebagai prioritas, dan diharapkan nantinya segala sesuatu yang berkaitan dengan aspirasi, kritik, serta masukan bagi kami bukanlah sesuatu yang bertentangan, melainkan menjadi bahan tambahan untuk perkembangan yang lebih baik,” ujarnya.

2. Kepercayaan masyarakat terhadap Polri mulai pulih

Lembaga Litbang halopadang.id merilis data terbaru mengenai tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga Polri. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2025. Polri memperoleh tingkat kepercayaan dari masyarakat sebesar 76,2 persen.

“Ini merupakan pencapaian yang layak diapresiasi, Polri menyadari masih terdapat kekurangan yang perlu diperbaiki, baik dalam pelayanan, sikap anggota, maupun konsistensi dalam penegakan hukum,” ujar Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Kamis (13/11/2025).

Truno menjelaskan, hal ini tidak terlepas dari perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada jajarannya untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat.

“Polri terus berusaha belajar, terbuka terhadap kritik, dan berkomitmen untuk meningkatkan diri agar lebih profesional, merespons dengan cepat, serta menunjukkan sikap yang semakin manusiawi dan peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat,” kata dia.

“Momentum ini menjadi dorongan untuk memperkuat keyakinan masyarakat melalui tindakan nyata dalam bekerja lebih baik, lebih dekat dengan rakyat, serta konsisten menjaga amanah,” tambah Truno.

3. Perubahan Polri diharapkan menjadi penggerak utama transformasi institusi

Upaya Polri menunjukkan kejujuran terhadap penilaian pihak luar, penanganan cepat terhadap korban dan keluarga korban kerusuhan, serta kejelasan dalam penyampaian informasi, pada akhirnya berkontribusi membangun kembali kepercayaan masyarakat.

Dalam hal ini, pembentukan tim reformasi berperan sebagai perantara antara harapan masyarakat dan kemampuan lembaga dalam melakukan perbaikan menuju kondisi yang jauh lebih baik.

Oleh karena itu, Litbang halopadang.id menyatakan, masyarakat berharap pada masa mendatang, Tim Reformasi Internal Polri maupun Komisi Percepatan Reformasi Polri mampu melebihi perannya sebagai simbol dan menjadi penggerak utama perubahan institusi.

GNB Meminta Kepolisian Melepaskan Diri dari Campur Tangan Politik dan Bisnis