PPDB di Pangkalan Kerinci Masih Berpolemik, Berikut Faktanya

by -243 views

RIAU (LK) – Memasuki Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) atau Penerimaan Siswa Baru (PSB) di Kabupaten Pelalawan khususnya di Ibukota Pangkalan Kerinci selalu menimbulkan polemik, sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dalam penerimaan kali ini pihak sekolah dan Dinas Pendidikan sudah memakai sistem zonasi sesuai dengan anjuran Kementerian Pendidikan.

Hanya saja sistem zonasi yang diterapkan kali ini tetap menyisakan polemik, seperti halnya lulusan Sekolah Dasar (SD) yang berdomisili di sekitar Pasar Baru dan Kualo tidak tahu harus melanjutkan pendidikan dimana, alasannya kuota untuk Zonasi di SMPN 1 Pangkalan Kerinci sudah melimpah, begitu juga dengan kuota SMPN Bernas yang sudah penuh.

Zul (39), salah satu orangtua siswa kepada Lintaskriminal.co.id mengaku tidak tahu lagi kemana; mendaftarkan anaknya untuk sekolah, meski sudah mendaftar di dua sekolah dekat zona tempatnya tinggal, namun tidak satupun yang lolos.

“Ada dua sekolah tempat anak saya mendaftar, SMPN 1 dan SMPN Bernas, tapi keduanya tidak lolos, katanya karena kuota sudah berlebih,” ungkap Zul yang terlihat putus asa.

Dikatakan Zul, anaknya yang baru lulus dari sekolah dasar bukanlah satu-satunya generasi penerus bangsa yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, bahkan di lingkungan tempatnya tinggal terdapat beberapa orangtua yang bernasib sama. Meski ada yang lolos, namun harus mengandalkan dekingan untuk memasukkan anaknya sekolah.

“Masih banyak anak yang belum diterima di sekolah lanjutan di sekitar tempat saya tinggal, ada juga yang sudah lolos, tapi harus ada dekingan, seperti masuk di SMPN Bernas. Sedangkan kami yang tidak kenal siapa-siapa ini harus minta bantu dengan siapa?,” keluhnya.

Sementara itu, menanggapi masih lulusan SD di sekitar Pasar Baru dan Kualo, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan, M Zalal mengatakan masih terdapat beberapa sekolah dengan kuota yang kurang seperti SMPN 3 di KM 6 Jalan Koridor RAPP dan SMPN 2 di SP 6.

“Kita berharap orangtua tidak memaksakan kehendaknya untuk mendaftarkan anaknya di sekolah yang kuotanya sudah melimpah, sebab masih ada beberapa sekolah yang memiliki daya tampung, selain itu juga masih ada sekolag swasta yang kekurangan murid,” ujarnya.

Disisi lain, Anggota DPRD Pelalawan, Abdullah mengaku masih banyak persoalan terkait PPDB di Ibukota Pangakalan Kerinci. Pada dasarnya sistem zonasi belum bisa diterapkan karena penyebaran sekolah belum merata, akibatnya banyak yang melebihi kuota.

“Masih banyak persoalan dalam PPDB dan ini harus dicarikan solusi agar tidak mengganggu pada Pendidikan anak,” pungkasnya.

Penulis : Yusman

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *