Pria Check In Terekam Bersama AP Wanita Hamil Tewas di Hotel, Suami Bongkar Pekerjaan Istri

by -126 Views

Ringkasan Berita:

  • Anti Puspita Sari (22) menjadi perhatian karena diduga terlibat dengan seorang pria yang sedang melakukan check in sebelum ditemukan meninggal di kamar hotel di Palembang.
  • Laki-laki itu memakai jaket dan mengenakan masker di telinganya, sedangkan AP memakai kerudung berwarna pink dan mengenakan rok.
  • AP terakhir kali terlihat pada hari Jumat (10/10/2025) dan sempat mengucapkan pergi dari rumah dengan rencana mengantarkan suaminya ke tempat kerja.
  • Saat ini, tersangka pembunuhan AP sedang dalam pencarian pihak kepolisian.

 

BANGKKAPOS.COM –Tampak wajah seorang pria yang diduga melakukan check in bersama Anti Puspita Sari atau AP (22) yang ditemukan meninggal secara tragis di kamar sebuah hotel.

Anti Puspita Sari ditemukan meninggal dunia dengan tangan terikat dan mulut ditutup kain di kamar hotel Lendosisi di Jalan Printis Kemerdekaan, Kelurahan Lawang Kidul, Kecamatan IT II Palembang, pada Sabtu (11/10/2025).

Baru-baru ini beredar rekaman CCTV yang menampilkan adegan diduga seorang pria dan Anti Puspita sebelum melakukan check in ke kamar hotel.

Rekaman kamera pengawas itu diunggah di Instagram @palembang_kucarkacir, Senin (13/10/2025).

Dalam rekaman VCCTV, terlihat momen saat wanita yang diduga AP sedang melakukan check-in dengan seorang pria di hotel tersebut.

Laki-laki tersebut terlihat sedang membayar di meja kasir.

Laki-laki itu memakai jaket dan mengenakan masker di telinganya.

Sementara itu, Anti Puspita tampak mengenakan kerudung berwarna merah muda dan mengenakan rok.

Perilaku Anti Puspita terlihat memandang ke luar hotel sambil menggenggam sesuatu di tangannya.

Korban ditemukan meninggal dalam kondisi sedang mengandung trimester pertama.

Anti Puspita ditemukan dalam keadaan berpakaian tidak utuh.

Terdapat beberapa luka di tubuhnya, mulutnya tertutup pakaian dalam, dan tangannya terikat dengan jilbab.

Korban pertama kali ditemukan oleh seorang karyawan hotel yang ingin memeriksa kamar korban, karena sudah waktunya untuk check out. Pintu kamar terkunci dari dalam.

Sebelumnya, ayah dari korban Anti Puspita, Agus Nasi (56) mengungkapkan berita duka yang ia terima dari pihak kepolisian.

“Korban ini Anti, anak kedua saya dari tiga bersaudara. Kemarin saat kejadian awalnya saya menerima informasi dari anggota polisi Polrestabes Palembang,” ujar Agus Nasi (56), ayah korban.

“Saya tidak tahu persis kejadian yang terjadi. Namun saya langsung menghubungi pihak kepolisian setelah kejadian tersebut. Ketika mengetahui anak saya diduga dibunuh, kemarin saya segera membuat laporan polisi (Polrestabes Palembang) mengenai peristiwa tersebut,” tambahnya.

Agus mengatakan, AP terakhir kali terlihat pada hari Jumat (10/10/2025), sekitar pukul 14.30 WIB.

Pada saat itu, korban berpamitan dari rumah untuk mengantarkan suaminya pergi bekerja.

“Korban mengatakan akan mengantarkan suaminya pergi bekerja, namun setelah menunggu lama, korban tidak kembali ke rumah,” katanya.

Tidak kunjung kembali, keluarga berusaha mencari hingga akhirnya AP ditemukan meninggal di kamar hotel.

“Kami sempat mencari korban, pak. Bertanya kepada keluarga dan teman-temannya. Namun tidak ada yang tahu di mana korban berada,” katanya sambil menyebutkan bahwa nomor telepon korban sudah tidak aktif.

Agus mengaku, AP tak pernah bercerita jika ada masalah, sehingga ia tak menaruh curiga siapa pelaku pembunuhan anaknya tersebut.

Hanya saja ia berharap agar polisi dapat menangkap pelaku dan menghukumnya secara setimpal.

Berdasarkan laporan kami, keluarga berharap pelaku segera ditangkap dan diberi hukuman sesuai dengan perbuatannya, harapnya.

Pekerjaan Korban Diungkap Suami 

Anti Puspita Sari atau AP (22) adalah seorang wanita yang sedang mengandung dan ditemukan meninggal di Hotel Lendosis Palembang setelah melakukan check-in bersama seorang pria, ternyata memiliki pekerjaan selain sebagai ibu rumah tangga (IRT).

Adi Rosadi (36), suami AP, mengungkapkan bahwa istrinya telah sekitar dua bulan terakhir ini menjadi kurir makanan melalui aplikasi Shopee Food.

Sementara Adi bekerja sebagai tukang bersih-bersih di mal yang terletak di kawasan Jalan Radial Palembang.

Menurut kata Adi, sehari sebelum AP meninggal, yaitu pada Jumat (10/10/2025), istrinya sempat mengantarkannya pergi bekerja sekitar pukul 15.30 WIB, lalu berpamitan untuk menjalani tugasnya sebagai kurir makanan.

“Saya sudah mengantarkan istrinya, dia bekerja sebagai kurir makanan. Pekerjaan ini baru saja ia tekuni selama dua bulan terakhir,” katanya, Senin (13/10/2025).

Namun pada hari itu berbeda dari biasanya, Adi sempat merasa bingung karena pada hari itu istrinya tidak mengirim pesan melalui WhatsApp.

Hingga tiba malam, Adi masih menemukan nomor telepon istrinya tidak aktif.

Biasanya memberi kabar kepada Pak lewat WhatsApp. Namun pada hari itu, setelah mengantar saya, korban tidak mengirim pesan WhatsApp. Saat saya pulang kerja, saya tidak dijemput. Hal ini membuat saya curiga dan langsung mencarinya ke rumah keluarga serta teman-temannya, tetapi mereka semua tidak tahu.

Akhirnya, Adi mengetahui bahwa istrinya telah ditemukan meninggal di sebuah hotel di kota Palembang.

“Kaget pak, saya mendapatkan istri meninggal dengan cara yang sangat menyedihkan. Ketika melihat korban, seperti tidak percaya bahwa hal ini terjadi,” katanya.

Saat ditanya apakah ia mengetahui tentang seorang pria yang terlihat dalam rekaman CCTV yang beredar, lanjut Adi, ia tidak mengetahui hal tersebut.

Saya tidak tahu pak mengenai pria yang ada dalam video tersebut. Namun sebelumnya korban ini pernah ketahuan berzina oleh saya. Ada percakapan WA dengan seorang pria. Saat itu saya marah, ‘ujarnya sambil menyatakan bahwa hanya sampai di situ.

Mengenai kehamilan korban yang sedang mengandung, menurut Adi, benar bahwa anak tersebut adalah anaknya.

Anak pertama kami berusia 1 tahun 8 bulan. Sedangkan yang ada dalam kandungan istri saya adalah anak kedua kami, ” tutupnya.

Sebelumnya, Anti Pupita Sari atau AP (22) yang sedang mengandung ditemukan meninggal di kamar hotel Lendosisi di jalan Printis Kemerdekaan Kelurahan Lawang Kidul Kecamatan IT II Palembang, Sabtu (11/10/2025).

Korban ditemukan meninggal dalam kondisi sedang mengandung trimester pertama.

Terdapat beberapa luka di tubuhnya, mulutnya ditutup dengan pakaian dalam, dan tangannya diikat menggunakan jilbab.

Korban pertama kali ditemukan oleh seorang karyawan hotel yang ingin memeriksa kamar korban, karena sudah waktunya untuk check out. Pintu kamar terkunci dari dalam.

Kemudian, beredar rekaman kamera pengawas saat AP dan pria tersebut melakukan pemeriksaan di hotel.

Di dalam rekaman CCTV yang beredar, salah satu diunggah melalui Instagram @palembang_kucarkacir, Senin (13/10/2025), terlihat seorang pria yang bersama AP sedang melakukan pembayaran di kasir.

Laki-laki itu terlihat memakai jaket dan mengenakan masker yang diletakkan di bawah dagu.

Sementara itu, AP tampak mengenakan kerudung berwarna merah muda dan memakai rok.

Perilaku AP terlihat menatap ke luar hotel sambil memegang sesuatu di tangannya.

Diketahui, pihak kepolisian telah memiliki tersangka terkait pembunuhan terhadap Anti Puspita Sari atau AP (22), seorang wanita hamil yang ditemukan meninggal di Hotel Landosis Palembang.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono bersama Kasat Reskrim AKBP Andrie Setiawan menyatakan, selain dibunuh, korban juga menjadi korban pencurian karena sepeda motornya hingga saat ini belum ditemukan.

“Ini adalah kesimpulan beberapa hari ini yang kami peroleh mengenai kejadian yang terjadi dan dialami korban,” katanya, Senin (13/10/2025).

Harryo menjelaskan secara lebih rinci bahwa kasus ini mencakup tindakan pidana pembunuhan, terdapat pencurian kendaraan, adanya penganiayaan dengan kekerasan, serta tindakan seksual terhadap korban.

Berdasarkan hasil penyelidikan, sampai saat ini tersangka pembunuhan tersebut diduga kuat merupakan orang yang dekat dengan korban.

“Pada saat korban bertemu dengan pelaku di luar ketahuan oleh suaminya. Kejadian ini berlangsung sangat cepat, diketahui karena sebelum kejadian korban sempat mengantarkan suaminya pergi bekerja,” katanya.

Suami Korban Syok

Saat selesai menguburkan istrinya, Adi Rosadi (36) mengatakan dia kaget ketika istrinya ditemukan meninggal di kamar hotel setelah berada bersama pria lain.

Saat itu terjadi kepanikan. Izin langsung diberikan untuk segera pergi ke lokasi kejadian.

Saat itu saya segera diperiksa dan dimintai keterangan oleh petugas kepolisian, “katanya.

Ia juga membuka momen terakhir pertemuan keduanya.

Adi menyatakan bahwa istrinya tidak pernah menceritakan apa pun jika ada masalah.

Terlebih lagi ketika keduanya bertemu untuk terakhir kalinya saat AP mengantarkan Adi ke tempat kerja.

“Tidak ada kisah istimewa, Dia seperti biasanya seperti pasangan suami istri,” kata Adi menahan air mata.

Lebih Jauh Adi menceritakan ketika dihubungi oleh ayahnya mengenai berita kematian istrinya.

“Masih bekerja pak. Menerima kabar dari bapak pukul 17.00 WIB, yang menyampaikan bahwa istri telah meninggal dunia,” kata Adi.

Adi berharap orang yang membunuh istrinya segera ditangkap.

Hasil Autopsi Dokter

Dokter Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, dr Indra Syakti Nasution, Sp.FM mengungkapkan hasil pemeriksaan luar terhadap jasad Anti Puspita.

Tim menemukan bukti-bukti kekerasan yang dialami korban.

Dimulai dari bagian mata terdapat bercak-bercak perdarahan.

“(Luka lain) ada di bibir dan di lehernya,” kata Indra, dikutip dari siaran Facebook Sriwijaya Post.

Dokter menyampaikan adanya bekas darah di paha korban.

Namun demikian, masih belum diketahui apakah darah tersebut berasal dari korban atau tersangka pelaku pembunuhan.

Indra juga menyebutkan mengenai aktivitas hubungan intim yang dilakukan sebelum korban ditemukan meninggal.

Kita hanya memeriksa kondisi luar (bukan melalui autopsi), sehingga kita tidak mengetahui penyebab kematian.

“Kami juga memeriksa apakah dia memiliki hubungan intim dengan tersangka. Kami masih melanjutkan pemeriksaan untuk memastikan apakah ada sperma atau tidak,” katanya.

Terakhir, Indra mengonfirmasi bahwa korban sedang dalam kondisi hamil awal.

Terduga Pelaku Diburu

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Palembang, AKBP Andrie Setiawan menegaskan pihaknya akan menyelidiki kasus kematian Anti Puspita.

Petugas telah melakukan penyelidikan di lokasi kejadian dan mengambil keterangan dari beberapa saksi.

Termasuk di antaranya Adi Rosadi (36), suami dari korban.

“Pelaku hingga kini masih kita kejar.Doakan cepat terungkap dan tertangkap,” tegas Andrie, dikutip dari TribunSumsel.com.

Sementara itu, Adi mengaku kaget setelah menerima kabar bahwa istrinya ditemukan meninggal dalam keadaan yang tidak wajar.

Saat itu ia sedang bekerja ketika menerima panggilan dari ayahnya mengenai kematian Anti Puspita.

Menerima informasi terbaru yang berada di lokasi kerja. Ayah menelepon sekitar pukul 17.00 WIB.

“Saya kaget sekali. Segera izinkan pergi ke lokasi kejadian,” katanya, dilaporkan dalam siaran Facebook Sriwijaya Post.

Adi menegaskan, selama menjalani kehidupan rumah tangga bersama Anti Puspita tidak pernah muncul isu negatif.

Para korban juga tidak pernah menceritakan tentang kesulitan yang sedang mereka alami.

Termasuk pertemuan terakhir ketika Adi akan pergi bekerja.

Korban tidak mengatakan hal-hal yang aneh.

“Biasanya (tidak ada masalah) hubungan yang mirip dengan pasangan suami istri biasanya,” tambah dia.

Adi kemudian berharap agar polisi segera menangkap pelaku pembunuh istrinya.

Ia meminta pelaku dihukum seberat-beratnya.

“Segera pelaku ditangkap. Dihukum seberat-beratnya,” tegasnya. Informasi tambahan, Anti Puspita meninggalkan seorang suami dan anak yang masih berusia 1 tahun 8 bulan.

Kronologi Penemuan Jasad Korban

Korban pertama kali ditemukan oleh seorang karyawan hotel yang sedang ingin memeriksa kamar korban, karena sudah waktunya untuk check out.

Pintu kamar tertutup rapat dari dalam.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Palembang, AKBP Andrie Setiawan menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan setelah melakukan penggeledahan di lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi.

Sampai saat ini pelaku masih dalam pencarian.”Pelaku sampai saat ini masih kita buru. Mohon doakan segera terungkap dan ditangkap,” tegas Andrie.

Sementara itu, menurut keterangan saksi dari staf hotel, Ernawati AP terlihat masuk ke hotel bersama seorang pria pada hari Jumat (10/10/2025) pukul 16.00 WIB. Sayangnya, identitas pria tersebut tidak tercatat oleh saksi.

Lalu, pada Sabtu (11/10/2025) sekitar pukul 11.30 WIB saksi mengetok kamar hotel untuk memberitahu batasan check out, hanya saja saat itu tak ada respon dari kamar hotel.

Pukul 12.00 WIB, saksi kembali mengetuk pintu kamar dan tidak mendapatkan jawaban. Akhirnya, saksi mematikan saklar listrik kamar dengan maksud agar mereka keluar karena merasa panas.

Tidak ada tanggapan, sekitar pukul 14.00 WIB, saksi meminta temannya untuk membuka pintu kamar menggunakan kunci cadangan.

Pada saat itu, korban ditemukan berbaring di lantai dibalut dengan selimut. Tidak ada orang lain selain korban.

Akhirnya, saksi melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Bapak Agus Nasi (56) menceritakan berita duka yang ia terima dari pihak kepolisian.

“Korban ini Anti, anak kedua saya dari tiga bersaudara. Kemarin saat kejadian awalnya saya menerima informasi dari anggota polisi Polrestabes Palembang,” ujar Agus Nasi (56), ayah korban.

“Saya tidak tahu secara pasti kejadian yang terjadi. Namun saya segera menghubungi pihak kepolisian setelah kejadian tersebut. Ketika mengetahui anak saya diduga dibunuh, kemarin saya langsung membuat laporan polisi (Polrestabes Palembang) mengenai peristiwa tersebut,” tambahnya.

Agus mengatakan, AP terakhir kali terlihat pada Jumat (10/10/2025), sekitar pukul 14.30 WIB. Pada saat itu, korban berpamitan dari rumah dan akan mengantarkan suaminya ke tempat kerja.

“Korban mengatakan akan mengantarkan suaminya pergi bekerja, namun setelah menunggu lama korban tidak kembali ke rumah,” katanya.

Tidak kunjung kembali, keluarga berusaha mencari hingga akhirnya AP ditemukan meninggal di kamar hotel.

“Kami sempat mencari korban, pak. Bertanya kepada keluarga dan teman-temannya. Namun tidak ada yang tahu di mana korban berada,” katanya sambil menyebutkan bahwa nomor telepon korban sudah tidak aktif.

Agus mengakui, AP tidak pernah menceritakan adanya masalah, sehingga ia tidak mencurigai siapa pelaku pembunuhan anaknya itu. Hanya saja ia berharap agar polisi dapat menangkap pelaku dan memberikannya hukuman yang seadilnya.

“Menurut laporan kami, keluarga berharap pelaku segera ditangkap dan diberi hukuman yang sesuai dengan tindakannya,” katanya.

(Lintaskriminal.co.id -, Tribunnews.com/Endra, TribunSumsel.com/Andyka Wijaya, Sripoku.com, TribunnewsMaker.com)