Pria Tewas di Pohon Johar Membuat Peziarah Terkejut

by -58 Views

Ringkasan Berita:

  • Penemuan jenazah: LWC (18) ditemukan menggantung di pohon johar oleh rombongan peziarah pada 11 November 2025.
  • Bukti-bukti: Petugas menemukan sepeda motor berwarna hijau DH 4839 HL, sepatu sandal hitam, serta potongan jaket yang digunakan sebagai tali.
  • Keterangan keluarga: Korban dibesarkan oleh kakeknya, Donatus Kolo, sejak kecil karena orang tua mengalami masalah dalam pernikahan.
  • Proses penyelamatan: Setelah penanganan lokasi kejadian, korban dievakuasi pada pukul 15.30 WITA dan dibawa ke rumah keluarga di Desa Sunsea untuk disemayamkan.

Laporan Jurnalis halopadang.id, Dionisius Rebon

halopadang.id, KEFAMENANU – Keluarga korban yang meninggal di Desa Bitefa, Kabupaten TTU dengan inisial LWC, Donatus Kolo mengungkapkan fakta mengejutkan sebelum korban LWC (18) meninggal dunia.

Ia menjelaskan bahwa korban adalah cucu kandungnya. Korban sejak kecil tinggal bersama mereka.

Donatus mengungkapkan, pada hari Minggu, 9 November 2025 lalu, ia meminta korban untuk pergi ke Benlutu, Kabupaten TTS dalam rangka kunjungan keluarga serta membakar lilin. Meskipun begitu, korban menolak untuk pergi ke sana.

“Ia memutuskan untuk merawat rumah,” katanya, Rabu, 12 November 2025.

 

Setelah kembali dari Benlutu, Donatus tidak menemukan korban di rumah dan mencoba menghubungi korban melalui ponsel. Namun, ponsel korban tidak dalam keadaan aktif.

Donatus juga berusaha mencari korban dengan menghubungi anggota keluarga lainnya di Kampung Seroja, Kota Kefamenanu. Meskipun demikian, korban tidak ditemukan.

Korban dibesarkan oleh Donatus sejak kecil. Hal ini terjadi karena orang tua korban mengalami masalah dalam pernikahannya. Akibatnya, hingga saat ini mereka tidak tinggal bersama seperti sebuah keluarga.

Informasi tambahan yang beredar di grup WhatsApp angkatan sekolah dasar menyebutkan bahwa pada hari Minggu, 9 November 2025 sekitar pukul 20.27 WITA, korban mengatakan sedang berada di Kota Kefamenanu (Tulip).

Sebelumnya dilaporkan, seorang pria ditemukan tewas bunuh diri di wilayah Desa Bitefa, Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa, 11 November 2025. Pria itu pertama kali ditemukan oleh rombongan peziarah yang akan melakukan ziarah ke Gua Maria di Desa Manamas.

Berdasarkan data yang dikumpulkan halopadang.id, laki-laki tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan cara gantung diri menggunakan tali. Ketika ditemukan, ia memakai celana berwarna hitam dan kaus berwarna hitam.

Selain menemukan jenazah korban yang tergantung di sebuah pohon, para peziarah juga menemukan satu unit sepeda motor yang diduga merupakan milik korban di sekitar lokasi kejadian.

Sepeda motor berwarna hijau dengan plat nomor DH 4839 HL ditemukan di semak-semak yang tidak jauh dari tempat tubuh korban pertama kali ditemukan.

Seseorang pria berani mengakhiri hidupnya di Kampung Palbam, RT/RW; 001/001, Desa Bitefa, Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten TTU. Pria tersebut memiliki inisial LWC (18).

Jenazah ditemukan pada sekitar pukul 13.00 WITA. Korban ditemukan dalam kondisi tergantung di pohon johar. Korban tinggal di RT/RT; 003/002, Dusun II, Desa Sunsea, Kecamatan Naibenu, Kabupaten TTU.

Kepala Kepolisian Resor Timor Tengah Utara (TTU), AKBP Eliana Papote, melalui Kasubsi PIDM Humas Polres TTU, IPDA Markus Wilco Mitang, mengungkapkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait penemuan jenazah seorang pria dengan inisial LWC di Desa Bitefa.

Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan TKP, korban ditemukan dalam kondisi tergantung di pohon johar menggunakan tali yang dibuat dari potongan jaket korban.

Saat melakukan penggeledahan di TKP, polisi juga menemukan 1 pasang sepatu warna hitam, 1 unit sepeda motor Yamaha Miosoul berwarna hijau dengan nomor polisi DH 4839 HL.

Ia menambahkan, di lokasi kejadian tersebut, pihak kepolisian Polres TTU juga menemukan sisa-sisa kain jeket. Kain jeket tersebut ditemukan di dalam jok sepeda motor.

Wilco menyebutkan bahwa jenazah korban telah dievakuasi dari lokasi kejadian dan dibawa ke rumah keluarga korban di Desa Sunsea, Kecamatan Naibenu.

Menurutnya, korban pertama kali ditemukan oleh sekelompok pengunjung sekitar pukul 13.00 WITA. Pada saat itu, para pengunjung sedang beristirahat di sekitar lokasi kejadian untuk makan siang bersama.

Beberapa pengunjung tempat kejadian perkara ingin buang air kecil di sekitar lokasi. Mereka kaget setelah melihat korban dalam kondisi tergantung dan sudah tidak bernapas lagi.

Mereka kemudian memberi tahu kepada seorang pengendara sepeda motor yang sedang lewat di lokasi kejadian. Pengendara sepeda motor itu menyampaikan informasi tersebut kepada dua petugas Desa Sunsea yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian dengan jarak sekitar 1 km.

Wilco menjelaskan, dua petugas dari Desa Sunsea datang ke lokasi kejadian dan melaporkannya kepada Kapolsubsektor Naibenu. Setelah menerima informasi tersebut, Kapolsubsektor Naibenu selanjutnya menyampaikan informasi itu kepada Kapolsek Miomaffo Timur melalui telepon.

Kira-kira pukul 14.30 WITA, Kapolsek Miomaffo Timur beserta tim Identifikasi Polres TTU dan anggota Polsek tiba di lokasi kejadian serta melakukan tindakan kepolisian serta pengumpulan bukti di TKP.

Kira-kira pukul 15.30 WITA, korban berhasil dievakuasi oleh Kapolsek Miomaffo Timur bersama anggota serta didampingi oleh warga, lalu dibawa ke rumahnya di RT/RW; 003/002, Dusun II, Desa Sunsea, Kecamatan Naibenu, Kabupaten TTU untuk disemayamkan.(bbr)

Berita Lintaskriminal.co.id -Lainnya di Google Berita