Prostitusi Online Berkembang Pesat di Pelalawan, Penegak Hukum Masih Tutup Mata

oleh -267 views

RIAU (LK) – Masyarakat Kabupaten Pelalawan khususnya Pangkalan Kerinci mulai resah, hal ini disebabkan perkembangan praktik prostitusi online berkembang pesat. Lebih dari setengahnya para Pekerja Seks Komersial (PSK) ini merupakan transferan dari Kota Pekanbaru yang mulai sepi pasca Covid-19 menyerang.

Menurut Ahmad (48), salah seorang warga Pangkalan Kerinci kepada Lintaskriminal.co.id, tidak sedikit wisma dan hotel di Ibukota Pelalawan itu diisi oleh para penjaja seks tersebut, mulai dari Wisma CNO, Wisma Selvi, Wisma Sarinah, Hotel Fanbinari, bahkan juga ada yang membuka praktek di kos-kosan.

Dibalik menjamurnya santapan hidung belang di Negeri Amanah tersebut didukung dengan pembiaran oleh pemerintah dan penegak hukum seperti pihak kepolisian maupun dari Satuan Polisi Pamong Praja. Begitu juga dengan pihak penginapan yang turut mengambil keuntungan.

“Siapa yang tidak miris melihat kondisi prostitusi online di Pangkalan Kerinci saat ini, pihak kepolisian dan Satpol PP saja terlihat masih tutup mata atau pura-pura tidak tahu dengan praktek tersebut,” keluh Ahmad.

Hal senada diungkapkan oleh Dayat (35), yang juga warga Pangkalan Kerinci menyebutkan, akan wajar-wajar saja apabila Kabupaten Pelalawan dilanda bencana, karena praktek perzinahan di Ibukota Kabupaten dibiarkan berkembang.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Dayat berharap pemerintah segera mengambil tindakan, mulai dari pelaku prostitusi online hingga pihak penginapan yang sengaja mengambil keuntungan dari praktek jual beli jasa pelayanan hasrat itu.

“Kita berharap segera ditindak, buka mata, karena jika dibiarkan, akanĀ  ada bencana sebagai teguran dari yang maha kuasa,” pintanya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh Lintaskriminal.co.id, sejumlah hotel dan penginapan di Kabupaten Pelalawan khususnya Pangkalan Kerinci mulai dihuni oleh PSK yang menawarkan servis untuk pria hidung belang. Tarif yang ditawarkan mulai dari Rp.300 ribu hingga Rp.800 ribu untuk satu kali permainan.

Penulis : Yusman

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.