Reaksi Tetangga Saat Lihat Polisi Tangkap Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN

by -164 Views

Lintaskriminal.co.id –Warga Kecamatan Rimbo Bujang, Jambi, kaget ketika polisi menangkap Dwi Hartono, dalang penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta (37).

Ilham ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya sempat dibawa lari di area parkir belakang sebuah toko swalayan di Jakarta Timur pada hari Rabu (20/8/2025).

Kamera pengawas (CCTV) merekam peristiwa memilukan itu.

Saat akan masuk ke mobil hitamnya, Ilham tiba-tiba dihampiri oleh sekelompok orang dari mobil putih yang sedang terparkir di samping.

Mereka menggiring Ilham masuk ke dalam kendaraan.

Video CCTV tersebut sempat menyebar luas sebelum akhirnya Ilham ditemukan dalam keadaan meninggal dua hari setelahnya.

Pada hari Kamis (21/8/2025), penduduk Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terkejut setelah menemukan jenazah di area persawahan.

Baru saja diketahui, jenazah tersebut adalah Ilham.

Tangannya dan kakinya diikat, mata terlilit pita.

Reaksi Tetangga

Ternyata, selama ini, Dwi terkenal sebagai seorang pengusaha yang sukses atau dijuluki “crazy rich” di wilayahnya.

Ia juga giat mendistribusikan beasiswa serta menjalankan berbagai usaha.

Diketahui, Polda Metro Jaya telah menangkap empat orang yang diduga menjadi otak dari tindakan penculikan dan pembunuhan terhadap Ilham Pradipta.

Mereka memiliki inisial C, DH (Dwi Hartono), YJ, dan AA.

Sebelumnya, pihak kepolisian telah lebih dahulu menangkap tersangka penculikan, yaitu AT, RAH, RS, dan RW.

DH, YJ, dan AA ditangkap pada tanggal 23 Agustus 2025 pukul 20.15 WIB, di kawasan Solo, Jawa Tengah.

Sementara C ditangkap pada 24 Agustus 2025 di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

Seorang tokoh intelektual yang terlibat dalam penculikan dan pembunuhan Ilham Pradipta diketahui berprofesi sebagai pengusaha.

Ia merupakan seorang pria dengan inisial DH yang ditangkap di Solo.

DH ditangkap bersama dua tersangka lainnya ketika sedang berkendara menggunakan mobil berwarna hitam.

Mereka kemudian dikelilingi oleh aparat kepolisian dan segera ditangkap.

Di dalam kendaraan tersebut, petugas kepolisian menemukan lebih dari 20 perangkat ponsel yang dimiliki DH.

Video momen penangkapan menjadi viral di media sosial.

Banyak netizen yang mengenal sosok DH ketika ditangkap.

Melalui akun Instagramnya, DH menyebut dirinya sebagai seorang pengusaha.

Usaha yang dimiliki beragam, mulai dari sektor properti, perkebunan, perdagangan, pendidikan, e-commerce, mode, hingga produk perawatan kulit.

Ia juga terkenal kerap membagikan beasiswa.

Pemilik akun TikTok @Ayufajarningsih menyatakan dirinya sebagai tetangga DH. Ia terlihat kaget ketika melihat DH ditangkap oleh aparat kepolisian.

“Ya Allah, tidak menyangka Pak Dwi Hartono,” tulisnya di unggahan TikTok @kabarjaktim.

Menurutnya, DH adalah tetangganya di Kecamatan Rimbo Bujang, Jambi.

Bahkan, ia menyebut DH sebagai salah satu orang kaya yang tidak biasa di lingkungannya.

“Kenal Bu, dia salah satu pengusaha kaya di daerah saya, Rimbo Bujang Jambi,” tulisnya.

Di sisi lain, akun TikTok @obatnyamuk menyatakan dirinya pernah bekerja di DH.

Ia menceritakan tentang DH saat masih bekerja bersamanya. Menurutnya, DH adalah orang yang baik dan sering memberikan beasiswa.

Sebagai mantan pegawai, ia mengungkapkan kekagetannya mendengar kabar penangkapan DH.

“Tidak, bukan begitu, orangnya sangat baik, sering memberikan beasiswa juga, jadinya dia sedikit terkejut mendengar beritanya,” tulisnya lagi.

Pernyataan Mengejutkan Keluarga

Sementara itu, keluarga dari tersangka penculikan Kepala Cabang Bank BUMN Mohammad Ilham Pradipta (37) menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban.

Menurut keluarga, anak-anak mereka hanya terlibat dalam proses penangkapan paksa dan tidak menyadari bahwa tindakan tersebut akan berakhir dengan pembunuhan.

Permintaan maaf dari keluarga tersebut disampaikan oleh pengacara tersangka penculikan, Adrianus Agau, kepada para jurnalis di Polda Metro Jaya, Senin (25/8/2025).

Adrianus menyampaikan bahwa dalam tindakan kriminal ini terdapat tiga kelompok peran, yakni kelompok pengawas, penculik, dan pelaku.

“Mengenai kejadian pidana ini, terdapat tiga kelompok. Kelompok pertama adalah setelah kami menerima informasi dari penyidik dan dari intelijen kami, bahwa kelompok pengintai, kelompok penangkapan paksa, serta eksekutor,” jelas Adrianus.

Ia menekankan, kliennya yaitu RS, AT, RW, dan RAH hanya terlibat dalam proses penangkapan paksa. Setelah itu, mereka menyerahkan Mohammad Ilham Pradipta kepada pelaksana berinisial F di wilayah Cawang, Jakarta Timur.

“Kakak-adik kami ini peran mereka hanya untuk menangkap paksa dan memberikan kepada mereka (eksekutor),” katanya.

Adrianus juga menyampaikan permintaan maaf dari keluarga kepada keluarga korban terkait tindakan penculikan yang dilakukan. Ia menjelaskan bahwa pelaku melakukan tindakan tersebut karena alasan ekonomi.

“Maka intinya kami dari keluarga meminta maaf kepada keluarga korban, karena saudara-saudara kami juga mendapatkan pekerjaan ini karena ditipu dengan janji-janji tertentu,” katanya.

Selain itu, Adrianus menegaskan bahwa para tersangka tidak menyadari tindakan mereka akan berakhir dengan pembunuhan.

“Jika mereka mengetahui bahwa pekerjaan ini sampai menyebabkan kematian, saya yakin sebagai orang beragama dan kami juga sebagai umat Katolik pasti akan menolak pekerjaan semacam ini,” kata Adrianus.

4 Pelaku Penculikan Ditangkap

Polisi hingga saat ini telah mengamankan empat orang yang terlibat dalam kasus penculikan.

Tiga individu—AT, RS, dan RAH—ditangkap di Johar Baru, Jakarta Pusat, sementara RW ditangkap ketika tiba di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Hasil pemeriksaan otopsi mengungkapkan bahwa Ilham mengalami luka akibat benturan benda tumpul pada bagian dada dan lehernya.

Tidak ada luka akibat tusukan atau potongan.

Penyebab kematian diperkirakan disebabkan oleh kurangnya pasokan oksigen.

Polisi juga melakukan pengujian kemungkinan adanya racun, di mana hasil uji laboratorium diperkirakan akan keluar paling cepat satu minggu setelah pemeriksaan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur AKBP Dicky menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan pencarian terhadap pelaku pembunuhan Ilham.

“Hanya empat yang dijaga. Eksekutornya sedang dikejar, sedang lari,” katanya, dilansir TribunNews Bogor.

Sampai saat ini, pihak kepolisian telah menangkap empat orang, yaitu AT, RS, RAH, dan RW.

AT, RS dan RAH ditangkap di Jalan Johar Baru Nomor 42, RT 05/09, Kelurahan Johar Baru, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat.

Sementara RW yang dikenal sebagai Eras ditangkap di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Akun YouTube Jacklyn Choper menyatakan bahwa Eras bertindak sebagai otak atau pemimpin dalam penculikan Mohamad Ilham Pradipta.

Menurut Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Charles Bagaisar, empat tersangka telah mengakui tindakan mereka.

“Mereka telah mengakui terkait tindakan pengambilan atau penculikan korban dari supermarket di Pasar Rebo,” katanya, dilaporkan TribunNews Bogor.

Berdasarkan pengakuan empat tersangka, Ilham hilang setelah selesai mengikuti rapat bersama rekan kerja dan atasan di sebuah supermarket di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Rabu (20/8/2025).

“Korban selesai mengikuti rapat kantor, bersama rekan-rekan kerjanya juga,” katanya.

Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap keterangan-keterangan guna mengungkap pihak yang bertanggung jawab secara intelektual di balik penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta.

4 Otak Pembunuhan Ditangkap

Otak penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang (Kacab) bank BUMN di Jakarta yang bernama M Ilham Pradipta (37) akhirnya terungkap.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim menyampaikan, empat pelaku utama kasus penculikan dan pembunuhan kepala cabang (kacab) bank BUMN di Jakarta dengan inisial MIP (37) ditangkap di dua lokasi berbeda.

Penggerebekan pertama dilakukan terhadap tiga tersangka dengan inisial DH, YJ, dan AA di Solo, Jawa Tengah, pada hari Sabtu (23/8/2025) pukul 20.15 WIB.

Hari berikutnya, tersangka dengan inisial C ditangkap di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, pada hari Minggu (24/8/2025), sekitar pukul 15.30 WIB.

“Saat ini para tersangka sedang diperiksa secara mendalam,” kata Abdul saat dihubungi, Minggu.

Beberapa waktu yang lalu, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah menangkap empat pria yang diduga terlibat dalam kasus penculikan MIP.

Mereka ialah AT, RS, dan RAH yang ditangkap di Jalan Johar Baru III Nomor 42, Jakarta Pusat.

Selain itu, tersangka RW ditangkap ketika tiba di bandara NTT dalam upaya melarikan diri. “(Tersangka yang ditangkap saat ini) berbeda dengan empat orang yang ditahan kemarin,” ujar Abdul.

Berkaitan dengan penangkapan ini, terdapat delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan MIP oleh pihak kepolisian.

Beberapa artikel ini telah diterbitkan diTribunNews Bogor.

Baca Berita Lintaskriminal.co.id -Lainnya diGoogle News