jateng.Lintaskriminal.co.id –, SEMARANG – Pengungkapan kematian mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) Iko Juliant Junior masih menyisakan banyak pertanyaan.
Karena salah satu saksi utama, Ilham, yang pada saat kejadian menaiki sepeda motor bersama korban, memberikan keterangan yang sangat berbeda dibandingkan saksi lainnya.
Pemulihan yang diadakan di Jalan Veteran, Kota Semarang, Rabu (1/10), menampilkan dua versi urutan kejadian. Saksi Aziz dan Ficky mengaku pernah ditabrak motor Iko dan Ilham hingga mereka jatuh. Namun, Ilham justru menyatakan bahwa dirinya dan Iko lebih dulu diserang.
“Dari Jalan Pahlawan belok ke kanan menuju Veteran, saya merasakan benda tumpul mengenai wajah saya. Setelah terjatuh, sempat melihat Iko di depan, lalu saya pingsan. Ketika bangun, saya sudah berada di rumah sakit,” kata Ilham.
Keterangan ini jelas berbeda dengan Aziz dan Ficky, yang menyatakan bahwa saat kejadian mereka sedang mengejar mobil setelah terbentur. Keduanya mengklaim motornya ditabrak dari belakang oleh Iko dan Ilham.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang AKBP Yunaldi menyatakan pihaknya akan segera memanggil Ilham kembali guna dimintai keterangan resmi dalam BAP.
“Kemarin tidak dapat hadir karena sakit. Namun setelah proses rekonstruksi ini, kami akan mengundang kembali,” katanya, Kamis (2/10).
Di sisi lain, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyatakan bahwa rekonstruksi merupakan bagian yang penting dalam penyidikan agar kasus ini dapat terungkap jelas.
“Adanya pihak luar, orang tua korban, kuasa hukum, dan media, kami berharap memastikan penyelesaian kasus ini bersifat transparan,” ujarnya.(jpnn)
