Lintaskriminal.co.id –– Seorang remaja berusia 18 tahun membawa mobil Xpander. Orang tua memberikan izin. Akhirnya kehilangan kendali dan menabrak beberapa kendaraan lain.
Dua orang dilaporkan meninggal dunia. Kejadian terjadi di ruas jalan wilayah Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, pada hari Minggu (17/8/2025) pukul 08.00 WIB.
Kasusnya saat ini sedang dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian. Tentu saja belum diketahui, siapa anak yang mengemudikan Xpander hingga menabrak pengemudi lain terutama pengendara sepeda motor.
Namun, kelakuan tidak stabilnya dalam mengemudi menyebabkan banyak korban, baik yang terluka maupun meninggal dunia.
Remaja di atas 18 Tahun yang Tidak Stabil
Diketahui identitas pengemudi mobil Mitsubishi Xpander yang menabrak enam pengendara sepeda motor dari arah berlawanan.
Kejadian menakutkan terjadi di jalan raya wilayah Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, pada hari Minggu (17/8/2025) pukul 08.00 WIB.
Sopir mobil tersebut adalah Muhammad Faizal (18), seorang pelajar yang berasal dari Blok Babakan, Desa Cidulang, Kecamatan Cikling, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Kehilangan Kendali dan Menabrak Pengendara Motor
Kecelakaan tersebut diduga terjadi karena sopir kehilangan kendali.
Dua orang dinyatakan tewas di lokasi kejadian (TKP), sedangkan empat orang lainnya mengalami cedera parah.
Diketahui mobil Mitsubishi Xpander dengan plat nomor D-212-ADG berjalan dari arah barat ke timur dengan kecepatan rata-rata.
Namun, setelah tiba di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga bergerak terlalu ke sisi kanan dan menabrak enam sepeda motor yang sedang berjalan normal dari arah berlawanan, yaitu dari timur ke barat.
“Dampak dari kecelakaan tersebut, dua orang tewas di lokasi kejadian, empat orang mengalami cedera ringan dan parah, serta kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp10 juta,” kata Kasubnit Gakkum Satlantas Polresta Banyumas, Iptu Metri Zul Utami kepada Tribunjateng.com.
Sopir tidak mengalami cedera dalam kejadian tersebut.
Di sisi lain, enam pengendara sepeda motor yang terlibat dalam kejadian tersebut adalah sebagai berikut:
1. Nanda Hastomo Rahman (19), pengemudi Yamaha Mio R-5313-WE, siswa asal Desa Karanggayam, Kecamatan Lumbir, Banyumas.
Korban dalam keadaan sadar dan sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit An Ni’mah Wangon.
2. Hadi Sukanto (52), pengemudi Honda Supra R-3919-AE, pedagang dari Desa Klapagading Kulon, Kecamatan Wangon.
Mengalami sakit pada jari tangan kiri, lebam di lutut dan punggung.
3. Khalish Daffa Lazuwary (26), pengemudi Honda Grand Z-5657-TAX, penduduk asli Kabupaten Ciamis.
Mengalami luka sobek di bawah mata dan patah tulang pada kaki kanan.
4. Gitsny Saeful Qori (26), pengemudi Honda CB Z-5898-VY, penduduk Kota Ciamis.
Mengalami patah tulang pada bahu kanan.
5. Heri Sona Rusnanta (44), pengemudi Kawasaki Binter Merci AD-3551-D, warga Kota Banjar, Jawa Barat.
Korban meninggal di lokasi kejadian.
6. Seif Al Gufron (16), pengemudi Honda Beat R-4977-QG, siswa dari Desa Parungkamal, Kecamatan Lumbir.
Mengalami cedera parah pada pergelangan kaki dan meninggal di tempat kejadian.
Penyebab Kecelakaan
Berdasarkan pemeriksaan sementara dari Unit Gakkum Satlantas Polresta Banyumas, kecelakaan diduga disebabkan oleh pengemudi mobil yang kehilangan kendali sehingga kendaraan melintang ke sebelah kanan dan menabrak kendaraan yang datang dari arah berlawanan.
Mobil Mitsubishi Xpander berjalan terlalu ke sisi kanan, sehingga menabrak sepeda motor yang berjalan lancar di jalur tersebut.
Enam motor yang terlibat dalam kecelakaan tersebut mengalami kerusakan cukup berat,” tambah Iptu Metri.
Semua korban luka telah dibawa ke Rumah Sakit An Ni’mah Wangon guna mendapatkan perawatan medis.
Sementara dua korban meninggal juga dibawa ke rumah sakit yang sama.
Petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan, termasuk memeriksa sopir kendaraan dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.
Risiko Remaja Mengemudi Mobil
– Kurangnya Pengalaman
Pemuda biasanya belum memiliki pengalaman yang cukup untuk menghadapi keadaan darurat di jalan raya.
Respons terhadap situasi yang tidak terduga (seperti pengereman mendadak, cuaca buruk) dapat terjadi terlambat atau salah.
– Perasaan yang Masih Tidak Stabil – Kondisi Emosional yang Belum Menetap – Perasaan yang Belum Terkendali – Emosi yang Masih Berubah-ubah – Kestabilan Emosional yang Kurang – Perasaan yang Tidak Tetap – Emosi yang Sedang Tidak Stabil – Kondisi Emosional yang Tidak Menentu
Remaja lebih rentan terhadap perasaan seperti marah, cemas, atau bahagia berlebihan, yang dapat menyebabkan pengambilan keputusan berisiko saat berkendara.
Contoh: balapan ilegal, berkendara dengan cara tidak wajar, atau melanggar tanda lalu lintas.
– Pengaruh Teman Sebaya
Tekanan sosial dapat menyebabkan remaja melakukan tindakan berisiko seperti:
Mengemudi sambil bermain ponsel
Membawa penumpang berlebihan
Tidak memakai sabuk pengaman
– Kurangnya Kesadaran Risiko
Banyak pemuda belum sepenuhnya menyadari akibat dari kecelakaan, baik terhadap diri mereka sendiri maupun orang lain.
Mereka cenderung merasa “tidak terpengaruh” atau tidak akan mengalami kejadian negatif.
– Risiko Kecelakaan yang Lebih Besar
Data global menunjukkan bahwa pengemudi dengan usia muda mengalami tingkat kecelakaan yang lebih besar dibandingkan dengan kelompok usia lainnya.
Berikut Solusi dan Pencegahan
Pendidikan keselamatan berkendara dari usia dini.
Bimbingan orang tua pada tahap awal belajar mengemudi.
Simulasi dan latihan nyata yang memadai sebelum diperbolehkan berkendara sendiri.
Pemanfaatan alat keamanan seperti kamera belakang, sensor, serta fitur pengingat ikat pinggang. (*)
Sumber : Tribun Jateng
