Reshuffle itu Bukan Berarti Jokowi Gagal

oleh -195 views

Jakarta,( LK ) — Reshuffle kabinet bukanlah berarti Jokowi gagal atau tidak mampu mengelola leadershipnya tapi pada penilaian terhadap kinerja, maka berpikirlah positif untuk dapat berprasangka baik dan sering ingat Tuhan biar jiwa tenang.

Pengumuman kabinet reshuffle Jokowi tinggal menghitung hari, Selain karena adanya pembentukan kementerian baru yaitu Kementerian Investasi dan penggabungan Kementrian Ristek dengan Kementerian Pendidikan akan ada reposisi beberapa Menteri.

Menteri Perhubungan patut diganti karena Budi Karya Sumadi sudah tidak bisa lagi diharapkan memimpin Kementerian tersebut Dan yang layak untuk menggantikan beliau sebagai Menteri Perhubungan adalah Doni Moanardo karena selama menjabat sebagai Kepala BNPB dan Satgas Covid-19 dapat dilaksanakan dengan baik oleh Doni, kemampuan beliau yang turun langsung ke daerah-daerah yang terkena bencana, serasa negara hadir ditengah kedukaan tersebut.

“Saya beranalisa Marsekal Hadi Tjahjanto yang saat ini menjadi Panglima kemungkinan besar akan diganti. Yang berpeluang menggantikan beliau sebagai panglima adalah KASAL karena secara kebiasaan memang sudah jatahnya angkatan laut. Sebagai orang dekat Jokowi, Hadi berpeluang menempati posisi Kepala Kantor Staf Presiden,” tegas Fernando

Moeldoko yang belakangan diberi tugas oleh Presiden untuk mengurusi Taman Mini Indonesia Indah kemungkinan akan dipercaya oleh Jokowi menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang, karena Sofyan Djalil sangat minim prestasi dan menjadi beban akhirnya, maka saya anggap memang layak diganti karena belum memiliki kinerja yang baik,” ujar lulusan pasca politik UI tersebut.

Kementerian Pendidikan yang baru saja menerima penggabungan Kementrian Ristek sepertinya harus dipimpin oleh yang mumpuni, jangan Nadiem lah,” kata pria yang berprofesi sebagai dosen ini.

” Menurut saya Muhajir Effendi yang selama ini menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan dianggap merupakan representasi perwakilan Muhammadiyah bisa diganti, dan info yang saya dapat kemungkinan besar Partai Amanat Nasional akan masuk kabinet dengan menempatkan Zulkifli Hasan menggantikan Muhajir Effendi, ” ujar Fernando lagi

Untuk Kementerian Investasi yang baru saja dibentuk, saya rasa
Bahlil Lahadalia cocok disitu. Selama memimpin BKPM Bahlil sudah cukup baik.

“Dan yang ini paling vital, suka lebay dan tidak nyambung dengan apa yang disampaikan Jokowi ke rakyat yaitu si Fadjroel Rachman Juru Bicara Presiden, saya anggap gagal mengemban tugas-tugas tersebut, dan Jokowi punya kesempatan menepati janjinya dengan menempatkan aktifis 98 dilingkaran istana, jujur selama ini saya pantau tiap berita nya dan sepak terjangnya maka aktifis 98 Sayed Junaidi Rizaldi dengan panggilan Pakcik ini mumpuni mengantikan Fajroel, karena selamau ini juga beliau sudah melakukan counter hal negatif dan menyampaikan informasi mengenai program Presiden Jokowi , apalagi Pakcik ini berzuriyat Habaib, hal ini bisa menjadi bukti Jokowi dalam mengapresiasi Habaib dalam kabinet,” tutup Fernando

Penulis : Rilis
Editor : Eman melayu

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *