Ribuan Ikan Mati, Limbah RAPP Kembali Cemari Sungai Kampar

oleh -106 views
Ikan mengapung akibat Limbah RAPP bocor, photo kejadian tahun 2018
Ikan mengapung akibat Limbah RAPP bocor, photo kejadian tahun 2018

RIAU (LK) – Ribuan ikan di sungai Kampar Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan kembali mengapung, Selasa (23/3) sekitar pukul 17.00 WIB. Dugaan sementara, ikan tersebut mati akibat adanya kebocoran limbah dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Pantauan Lintaskriminal.co.id di lapangan, ribuan ikan yang mengapung di parit limbah anak perusahaan APRIL Group tersebut kini tengah dikumpulkan puluhan masyarakat Desa Sering.

Anwar (47), salah seorang warga kepada media mengatakan kejadian tersebut bukan untuk pertama kalinya, bahkan sudah berulang-kali dan membuat masyarakat resah.

“Kejadian tahun 2018 persis seperti ini, puluhan ton ikan yang mati karena limbah RAPP yang bocor,” terang Anwar kepada Lintaskriminal.co.id saat menangkap ikan yang mengapung itu.

Lebih lanjut, Anwar menjelaskan tidak sedikit kerusakan lingkungan yang disebabkan bocornya limbah perusahaan yang mengolah kayu menjadi kapas dan bubur kertas tersebut.

“Mulai dari ikan besar hingga cicit-cicit ikannya mati akibat limbah yang bocor itu,” tandasnya.

Tapi sayang, dikatakan Anwar tidak ada satu pihak pun yang sanggup mengatakan kalau ikan yang mati tersebut disebabkan limbah yang bocor, termasuk pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup.

Diceritakan Anwar pada tahun 2018 silam, kejadian yang sama dengan lokasi yang sama, lebih mirisnya lagi ketika masyarakat mendengar hasil labor sample yang diambil satu hari kejadian dinyatakan tidak ada pencemaran lingkungan.

“Padahal tidak sedikit ikan yang mati karena kebocoran limbah tahun 2018 lalu, tapi kata orang berpakaian dinas itu tetap saja mengatakan memenuhi standar baku mutu air, entah dari mana mereka mengambil sample yang diteliti itu,” keluhnya.

Kondisi saat ini, puluhan masyarakat Desa Sering mendatangi Pos 5 ‘Water Intake’ PT RAPP untuk meminta pertanggung-jawaban pihak perusahaan. Setelah dilakukan mediasi oleh pihak kepolisian yang mengamankan lokasi tersebut, akhirnya masyarakat dan pihak management RAPP sepakat untuk melakukan pertemuan pada Rabu (24/3) di Lapangan Bola Kaki Desa Sering.

Sebagai informasi tambahan, dugaan tercemarnya air Sungai Kampar ini terjadi satu hari setelah peringatan hari air se dunia yang diperingati pada 22 Maret setiap tahunnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi yang diberikan pihak management perusahaan milik Sukamto Tanoto itu.

Menurut keterangan dari Communications Manager PT RAPP, Budhi Firmansyah masih melakukan pengecekan informasi ke bagian lapangan, karena pihaknya belum menerima kejadian itu.

“Tunggulah dulu ya, kita cek dulu ya,” jawab Budhi.

 

Penulis : Young
Editor : Yusman

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *