Rombongan Kapolda Papua Tengah Diserang KKB Aibon Kogoya di Nabire, 4 Polisi Luka

by -68 Views

Lintaskriminal.co.id –– Brigjen Alfred Papare, Kapolda Papua Tengah, menjadi target serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ketika melintasi Kabupaten Nabire.

Pelaku adalah Aibon Kogoya, yang merupakan pemimpin salah satu kelompok kriminal bersenjata di Papua yang terlibat dalam berbagai tindakan penembakan terhadap penduduk sipil dan petugas keamanan.

Aibon Kagoya terlibat dalam beberapa kejadian penembakan, termasuk menyerang warga biasa dan petugas polisi.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Nabire, AKBP Samuel D Tatiratu.

Kejadian tersebut berlangsung pada hari Jumat (17/10/2025).

Awalnya, pihak Polres Nabire sedang melakukan evakuasi terhadap lima warga sipil yang diduga menjadi korban tembakan dari anggota KKB di Kali Semen, Wadio Atas, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Barat, salah satunya meninggal dunia.

“Kemudian dilanjutkan dengan kedatangan Bapak Kapolda Papua Tengah bersama Pak Dirintel, Dirkrimum, dan Dansatbrimob, serta Pak Dandim Nabire,” ujar Samuel dalam pernyataannya, Minggu (19/10/2025), seperti dikutip Tribunnews.com.

Kemudian, ujar Samuel, setelah Kapolda Papua Tengah memberikan petunjuk kepada anggota, rombongan kembali menuju Kabupaten Nabire untuk memeriksa TKP (Tempat Kejadian Perkara) penembakan warga sipil tersebut.

“Di KM 17-18, tetapi saat perjalanan kami kembali, rombongan kami dihentikan, di mana dalam rombongan kami sendiri terdapat Kapolres Nabire, kemudian Bapak Kapolda serta beberapa PJU yang telah disebutkan, termasuk Pak Dandim 17 Nabire,” katanya.

Pada saat itu, tembakan yang dilakukan oleh anggota KKB mengenai bagian belakang mobil, sehingga menyebabkan beberapa anggota polisi terluka.

“Ketika terkena benturan, luka terjadi di bagian belakang mobil. Akibatnya, personel Polres Nabire mengalami luka tambahan sekitar 4 orang. Satu Kasat Narkoba terluka akibat serpihan di sisi kepala,” jelasnya.

“Dan dua orang terkena serpihan peluru, serta dua lainnya mengalami luka tembak dengan proyektil yang tertinggal di bahu sebelah kiri,” lanjutnya.

Samuel mengatakan, keempat anggota personel saat ini telah menerima perawatan di Rumah Sakit Nabire.

Termasuk pula warga sipil yang mengalami luka tembak akibat peristiwa sebelumnya.

“Kemudian kami kembali bersama Pak Kapolda untuk menengok rekan-rekan yang empat orang tersebut. Empat orang tersebut mengalami luka tembak dari serpihan, dan sudah mendapatkan tindakan medis. Sementara masyarakat yang terluka kemarin telah dirawat di RS Nabire,” katanya.

Selanjutnya, bagi korban yang meninggal, menurut Samuel, telah dikebumikan.

“Kami telah mengunjungi rumah duka, tadi malam kami mengawal menggunakan kendaraan hingga rumah duka sekitar pukul 9-10, kemudian siang ini kami melakukan kunjungan duka ke rumah duka. Kami juga telah memberikan bantuan sembako dan membantu mengantarkan hingga ke pemakaman,” katanya.

Mengenai situasi terkini, Samuel mengatakan, berdasarkan perintah Kapolda, pihaknya telah memperkuat pos-pos pengawasan dengan penambahan personel dari Brimob.

Sebagai tambahan informasi, KKB merupakan istilah yang digunakan oleh pemerintah Indonesia untuk mengacu pada kelompok pemisah bersenjata di Papua.

Kelompok ini sebelumnya tergolong dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang berjuang untuk kemerdekaan Papua dari Indonesia.

Kelompok KKB berupaya memperjuangkan pemisahan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Beberapa kelompok ingin memiliki otonomi yang lebih besar dalam pemerintahan daerah.

Papua kaya akan sumber daya tambang dan hasil bumi, yang menjadi penyebab perselisihan.

Mereka meminta pengakuan terhadap budaya dan hak-hak masyarakat adat Papua.

Ada permintaan terhadap penyelesaian pelanggaran HAM yang terjadi pada masa lalu.

Dampak dari keberadaan KKB menyebabkan banyak warga sipil, anggota TNI/Polri, serta pegawai sipil menjadi korban serangan terhadap bangunan umum dan sarana transportasi.

Kegiatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) memicu ketidakstabilan di berbagai daerah Papua.

Warga setempat merasa takut dan mengalami tekanan psikologis karena adanya konflik.

Proyek pembangunan sering mengalami keterlambatan akibat ancaman keamanan.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Waktu-waktu Saat Rombongan Kapolda Papua Tengah Diserang KKB Hingga Empat Petugas Kepolisian Luka