Sayed Junaidi: Erick Tohir Tidak Di Sukai Terkait Kinerjanya Bersih – Bersih BUMN

oleh -149 views

JAKARTA (LK) — Terkait adanya sprindik KPK yang dipalsukan dan ditujukan ke Menteri BUMN Erick Tohir, Ketua Umum Rembuk Nasional Aktivis 98, Sayed Junaidi Rizaldi mengecam hal tersebut.

Dikatakan Sayed, hal itu merupakan perbuatan terkutuk dan sangat memalukan. Hal tersebut menurutnya muncul karena kepanikan pihak tertentu sehingga melakukan hal memalukan tersebut.

“Yang melakukan itu karena sudah panik terhadap kinerja Erick Tohir, kinerja yang “bersih-bersih” BUMN,” kata Sayed, Kamis (10/12/2020).

Sayed juga memastikan, surat tersebut juga sudah dicek keasliannya dan dipastikan surat tersebut palsu. Ia juga mengimbau agar seluruh masyarakat mengantisipasi adanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Setelah kami cek, berdasarkan informasi yang kami terima, KPK tidak pernah mengeluarkan surat tersebut. Masyarakat harus mewaspadai pihak-pihak yang mengatasnamakan KPK,” ujarnya.

Ditambahkannya, sprindik palsu ini bukan sekali dua kali terjadi, namun pelakunya sulit ditangkap. “Olah karena itu, KPK harus lebih intens lagi melakukan sosialisasi tentang bagaimana kinerja KPK yang sudah teruji bagus tersebut,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, beredar sebuah surat perintah penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (Sprindik KPK) tertanggal 02 Desember 2020. Dalam sprindik tersebut dimuat tanda tangan dari Ketua KPK Komjen Firli Bahuri.

Sprindik dikeluarkan untuk melakukan penyidikan terkait kasus pengadaan alat rapid test Covid-19 melalui PT Rajawali Nusantara Indonesia (RIN) yang dilakukan Erick Thohir selaku Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menanggapi sprindik yang beredar tersebut, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan pihak lembaga antirasuah tak pernah mengeluarkan sprindik tersebut.

“Itu bukan surat KPK,” ujar Ali saat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/12/2020).

Sebelumnya, KPK mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai oknum yang mengatasnamakan Direktur Penyelidikan KPK. Apalagi oknum tersebut meminta untuk menyetorkan sejumlah uang melalui rekening.

“Khususnya kepala daerah maupun pejabat daerah lainnya agar mewaspadai terhadap pihak-pihak yang mengaku sebagai Direktur Penyelidikan KPK, baik melalui telepon maupun WhatsApp yang meminta agar menyetorkan sejumlah uang pada rekening bank tertentu,” tambah Ali Fikri

Celah menjatuhkan tidak bisa maka diedarkanlah sprindik palsu ini dengam tujuan agar terjadi keresahan di kalangan masyarakat, saya yakin pelakunya terkait kepentingab mereka sdh tidak terakomodir lagi, mereka ini pengusaha hitam, yang bisa berbisnis akibat fasilitas dan backing. Kami minta pak erik tetap fokus bekerja , apalagi proses vaksinisasi sedang berjalan dan ini membutuhkan konsentrasi khusus dan energi yg besar utk melakukan hal tersebut. (Rls)

Editor : Yulisman

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *