Sayed Junaidi : Ternyata Azmi lebih Tionghoa dari Tionghoa

oleh -421 views

Jakarta,( LK ) — Ketua Umum Rembuk Nasional Aktifis 98 ( RNA98 ) Sayed Junaidi Rizaldi mengapresiasi anugerah Marga Lim Se Ming untuk Teungku Azmi Abubakar salah satu pengurus RNA 98, penghargaan ini adalah bentuk dari sebuah konsisten dan komitmen dari seorang Azmi.

“Seorang pria berdarah Aceh, yang mendirikan Museum Pustaka Peranakan Tionghoa.Kontribusinya kepada orang Tionghoa di Bumi Pertiwi ini sungguh luar biasa beliau lebih Tionghoa dari pada kami yang Tionghoa, saya hanya bisa berpartisipasi membuat lukisan cat air ini, untuk menghormati jasa perjuangan beliau – Soja,” ujar Oenjil W seorang pelukis yang bergaya naturalis

“Dari Azmi , kita banyak belajar seperti apa kontribusi perjuangan orang Tionghoa juga ikut memerdekakan bangsa ini dari penjajah, mereka juga berkorban harta benda bahkan nyawa, Kemerdekaan yang kita peroleh ini bukan hanya milik satu suku tertentu saja, bukan hanya milik keyakinan tertentu saja, tapi milik rakyat Indonesia yang diwariskan dari generasi ke generasi, jadi untuk Merah Putih kita tetap berkibar, sikap toleransi, harga menghargai harus kita utamakan,” tegas pria yang punya hobby naik gunung ini.

“Azmi yang mendirikan Museum Pustaka Peranakan Tionghoa, dan yang menariknya dengan biaya sendiri, dan maaf ya orang Tionghoa ngga boleh membantu sama sekali, saya sempat bilang edan antum mi, tapi itulah Azmi, semangat juangnya memang kental betul darah Atjehnya,”ujar Sayed yang juga dikenal dengan panggilan Pakcik ini terharu.**( Rls )

AZMI ABUBAKAR
Lahir : Jakarta, 3 Maret 1972

Pendidikan :
SDN Kampung Rawa, Jakarta
SMPN 118, Jakarta
SMA Muhammadiyah 3, Jakarta
Jurusan Teknik Sipil, Institut Teknologi Indonesia.

Pengalaman Organisasi :
1. Pendiri Museum Pustaka Peranakan Tionghoa (2011 – sekarang)
2. Sekjend Komite Mahasiswa & Pemuda Aceh Nusantara (1998 – 1999)
3. Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil ITI (2 periode, 1992 – 1995)
4. Pendiri Forum Silaturahmi Pemuda Betawi UNC (1988 – sekarang)
5. Inisiator dan Juru Runding Perdamaian Aceh.
6. Pendiri Bursa Buku Blok M, Jakarta.
7. Penggagas Kongres Mahasiswa Pemuda Aceh Serantau (1999)
8. Aktifis 98

Seminar / Diskusi :
Dalam Negeri :

1. Narasumber, Gelar Wicara Ki Hadjar Dewantar & Confucius, “Pendidikan Yang Membumi” 21 Maret 2019, Sekolah Nasional Karangturi, Semarang.

2. Narasumber Seminar “Menyingkap Sejarah Peranakan Tionghoa Dalam Pendidikan Nasional” 8 Desember 2018. Sekolah Terpadu PAHOA, Serpong.

3. Narasumber, Diskusi “Peranakan Tionghoa Dalam Kebhinnekaan Bangsa Indonesia” 15 November 2018. Bentara Budaya, Jakarta.

4. Narasumber Seminar Nasional “Peran Peranakan Tionghoa Dalam Sejarah Pendidikan Di Indonesia” 3 November 2018.
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Islamic Village, Tangerang.

5. Narasumber, Forum Dialog Kementerian Dalam Negeri RI Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum. “Kita Bhinneka, Kita Indonesia” 31 Oktober 2018. Jakarta.

6. Narasumber, Diskusi Panel “Budaya Peranakan Tionghoa Dalam Kerangka Kebhinnekaan Indonesia” 14 Juli 2018. Semarang.

7. Narasumber Diskusi Publik “Ingatan Aceh Untuk Munir” 7 September 2017. Pemuda Partai Aceh, Bireuen.

8. Narasumber Diskusi Publik “Refleksi 12 Tahun Perdamaian Aceh” 15 Agustus 2017.
Pemuda Partai Aceh, Bireuen.

9. Narasumber Diskusi “Sastra Melayu Tionghoa Menandai Awal Sastra Modern” 3 Juni 2017. Bentara Budaya, Jakarta.

10. Narasumber Diskusi “Kita Indonesia, Berbeda Itu Biasa” 26 Mei 2017.
Universitas Tarumanegara, Jakarta.

Luar Negeri :

1. Narasumber, Seminar Internasional “Interaksi Dumia Melayu – China Di Bawah Inisitif Laluan Sutera”. 21 November 2017. University of Malaya, Kuala Lumpur.

2. Narasumber, Diskusi Panel “Cara Bangsa Cina Menyantuni Dan Melangsungkan Budaya Dari Perspektif Malaysia Dan Indonesia” 6 Mei 2017, Institut Terjemahan & Buku Malaysia, Kuala Lumpur.

3. Narasumber Konferensi Internasional di Monash University, 3 Oktover 2019.

Penulis : RED

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *