
Kekuatan sinergitas lintas sektor pun terlihat nyata di halaman markas. Danramil Andoko beserta seluruh jajaran anggota Koramil Songgon bergandengan tangan dengan Sekretaris Kecamatan Moch. Khoiri yang mewakili Camat, dua personel Satpol PP, Kapolsek Songgon AKP Pudji Wahyono beserta jajarannya, Asper beserta anggota Polisi Hutan, hingga kekuatan pendukung dari Koramil Zona II yakni Rogojampi, Kabat, dan Singojuruh. Barisan multi-institusi ini menjadi bukti bahwa penanggulangan Karhutla di Songgon digarap dengan pendekatan kolaboratif, bukan bekerja sendiri-sendiri, demi memastikan tidak ada celah dalam pengawasan wilayah rawan kebakaran.
Rangkaian kegiatan berlangsung padat dan terarah. Diawali dengan koordinasi intensif antar-pimpinan, Danramil Songgon kemudian memimpin langsung jalannya apel antisipasi Karhutla dengan penuh wibawa. Momentum ini dimanfaatkan secara maksimal untuk memberikan pembinaan dan pembekalan taktis kepada seluruh anggota apel, yang disampaikan bergantian oleh Danramil, Kapolsek, dan Asper — memastikan setiap personel di lapangan memahami betul langkah antisipatif yang harus diambil. Usai apel, anggota gabungan langsung bergerak melaksanakan patroli dan peninjauan ke titik-titik rawan, sekaligus memasang banner peringatan di lokasi-lokasi yang berpotensi terdampak Karhutla sebagai bentuk edukasi nyata kepada masyarakat.
Hingga kegiatan usai, seluruh rangkaian apel dan patroli gabungan tercatat berjalan tertib, lancar, dan aman tanpa hambatan berarti. Aksi sigap Danramil Songgon beserta jajaran Koramil 0825-20/Songgon ini menjadi cerminan nyata komitmen TNI dalam menjaga kelestarian hutan dan lahan sekaligus melindungi keselamatan warga Kecamatan Songgon dari ancaman bencana asap yang setiap tahun menghantui wilayah Banyuwangi di musim kemarau.
~Kodim Banyuwangi semakin produktif,
#Produktif,
#Bhirawaanoraga.