Sopir Harapan Jaya yang Tewaskan 2 Mahasiswi Dikenal Troublemaker, Pernah Viral

by -81 Views

Ringkasan Berita:

  • Sopir Bus Harapan Jaya, Rizky Angga (30), menjadi tersangka dalam kasus yang menyebabkan kematian dua mahasiswa di Tulungagung.
  • Sebelumnya pengemudi bus ini pernah menjadi sorotan karena melakukan ngeblong
  • Pihak perusahaan bis akan diwawancarai oleh polisi

   

Lintaskriminal.co.id -, TULUNGAGUNG– Satlantas Polres Tulungagung menetapkan Rizky Angga (30), pengemudi bus Harapan Jaya AG 7762 US sebagai tersangka, Sabtu (1/11/2025).

Sebelumnya Rizky terlibat dalam kecelakaan yang menyebabkan dua mahasiswi dari UIN Tulungagung, yaitu ZM (22) dan FM (22), meninggal dunia di depan SPBU Rejoagung, Jalan Pahlawan Tulungagung.

Pada kejadian ini, pengemudi Honda Supra X AG 3984 UM, Andi Yoga Pratama (28) yang berasal dari Kabupaten Nganjuk juga terkena tabrakan dan mengalami cedera.

Rizky tampaknya sudah dikenal oleh anggota Satlantas Polres Tulungagung, karena pernah menjadi viral.

Pada bulan September 2025 yang lalu, bus yang dikemudikan oleh Rizky melaju di jalur yang berlawanan dan melewati lampu merah di persimpangan tiga Ngujang, Kecamatan Kedungwaru.

Aksi tersebut terekam oleh warga, video tersebut menyebar dan menjadi viral.

Berdasarkan bukti video tersebut, anggota Satlantas Polres Tulungagung menghubungi Perusahaan Otobus (PO) Harapan Jaya untuk melakukan tilang.

Pada masa itu, Rizky menerima hukuman skorsing selama dua minggu dari perusahaan.

“Yang bersangkutan kami tindak, selanjutnya perusahaan memberikan sanksi, dia dilarang mengemudikan bus selama 2 minggu,” ujar Waka Polres Tulungagung, Kompol Arie Taufan Budiman, Sabtu (1/11/2025).

 

Pengakuan Sopir

Kepada penyidik Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Tulungagung, tersangka melaju kencang dari selatan ke utara karena terburu-buru dalam menjalani rute perjalanan.

Selain itu, tersangka mengakui bahwa ia berusaha menghindari bus yang ada di belakangnya agar tidak tertangkap.

Karena jika terjadi kepadatan, maka akan terjadi persaingan antar pengemudi bus untuk menarik penumpang.

“Temuan ini yang akan kami selidiki, mengapa sopir bus ini sering melanggar rambu lalu lintas dan berkendara terlalu cepat,” tambah Arie.

Untuk penyelidikan ini tidak hanya Satlantas yang terlibat, tetapi juga Satreskrim Polres Tulungagung.

Kemudian pihak PO akan diverifikasi untuk mengetahui pengelolaan operasional.

Kemudian pihak Terminal Tipe A Gayatri Tulungagung melakukan pengawasan terhadap kelayakan pengemudi dalam berkendara.

 

Ditambah Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung terkait uji KIR serta Dishub Provinsi Jawa Timur terkait izin trayek dan jadwal keberangkatan (time table).

“Kelak akan terungkap, apakah kebijakan perusahaan yang menyebabkan sopir berkendara terlalu cepat. Atau kebijakan instansi yang berwenang,” tegasnya.

Selanjutnya, Arie mengajak masyarakat untuk aktif merekam dan melaporkan tindakan sopir angkutan umum yang tidak terkendali.

Bukti tersebut kelak digunakan sebagai dasar tilang terhadap sopir dan menjadi landasan perusahaan dalam memberikan sanksi.

 

Mati Mesin

Pengakuan tersangka kepada penyidik, kecelakaan maut tersebut terjadi ketika bus yang dikemudikannya melaju cepat dari arah selatan (Tulungagung) menuju utara (Kediri).

Bus sebagian badannya sempat melaju di jalur yang berlawanan sebelum melewati SPBU Rejoagung.

Kurang lebih 150 meter dari SPBU, Rizky sempat melihat sepeda motor Honda Supra X yang dikendarai Andri melewati dari arah selatan, akan memasuki SPBU.

Rizky yang sedang melaju cepat berusaha menghentikan kendaraan, tetapi tiba-tiba mesin bus mati karena ia lupa menekan kopling.

Tiba-tiba roda belakang terkunci akibat mesin mati, sehingga tubuh bus meluncur dan berputar berlawanan arah jarum jam.

“Dari hasil pemeriksaan TKP, memang ditemukan bekas pengereman sekitar 100 meter sebelum titik tabrakan,” kata Ipda Gerry Permana, Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung yang mendampingi Waka Polres.

Bagian belakang kendaraan bus terlebih dahulu menabrak sepeda motor Honda Vario, sehingga mengakibatkan pengemudi dan penumpangnya meninggal dunia di tempat kejadian.

Kendaraan bus terus berjalan dan menabrak Supra X yang akan masuk ke pom bensin.

Bus berhenti setelah melakukan putaran 180 derajat dan menabrak rumah penduduk. (David Yohanes)