Sosok F Membuat Pembunuh Kepala Bank BUMN Takut dan Minta Perlindungan TNI

by -126 Views

Lintaskriminal.co.id -, JAMBI –Tokoh F menimbulkan rasa takut pada empat tersangka penculik dan pembunuhan Kepala Cabang Perwakilan BRI Cempaka Putih Jakarta Pusat, Muhammad Ilham Pradipta.

Empat tersangka yang terlibat dalam penculikan Mohamad Ilham Pradipta (IP), Kepala Cabang Perwakilan (KCP) Bank BUMN, kini memohon perlindungan kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Siapa sebenarnya tokoh F yang menimbulkan kekhawatiran bagi para pelaku?

Tidak tanpa alasan, para tersangka penculik yang memiliki inisial AT, RS, RAH, dan EW atau Eras tersebut, mengira ada keterlibatan seseorang dari F dalam pelaksanaan Muhammad Ilham Pradipta.

Jenazah Ilham Pradipta sebelumnya ditemukan di Desa Cilangkara, Serang Baru, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (21/8/2025).

Ia diduga menjadi korban penculikan dan pembunuhan yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK).

Ilham Pradipta menjabat sebagai kepala cabang sebuah bank milik negara di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Dalam situasi ini, pihak kepolisian telah menetapkan empat tersangka terkait penculikan.

Empat tersangka tersebut kemudian dibawa ke Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, pada malam Kamis.

Baru-baru ini, AT, RS, RAH, dan EW justru mengajukan permohonan perlindungan hukum kepada Panglima TNI serta Kapolri.

Hal itu disampaikan oleh kuasa hukum empat tersangka penculikan, Adrianus Agal, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (25/8/2025).

“Kami dari pihak keluarga telah mengajukan permohonan perlindungan hukum kepada Panglima TNI. Kami juga telah meminta perlindungan hukum kepada Kapolri karena adanya dugaan oknum,” katanya, dilansir TribunJakarta.com.

Namun, Adrianus tidak merinci apakah individu F merupakan petugas penegak hukum atau bukan.

Ia hanya menyebutkan bahwa pihak F terlibat dalam tindakan pengintaian dan pembunuhan korban.

“Eksekusi ini, berdasarkan data temuan kami di lapangan, terdapat dugaan adanya oknum. Ada perintah dari seseorang yang bernama F untuk diserahkan di wilayah Jakarta Timur,” kata Adrianus.

Pada kesempatan itu, Adrianus Agal juga menyampaikan permintaan maaf dari empat tersangka penculikan kepada keluarga Ilham Pradipta.

“Saya diangkat dari keluarga Eras yang diduga terlibat dalam penculikan. Yang pertama ingin saya sampaikan adalah permintaan maaf kami kepada keluarga korban,” ujar Adrianus kepada para jurnalis.

Adrianus berharap, Ditreskrimum Polda Metro Jaya segera menemukan pelaku utama dalam kasus ini.

AT, RS, RAH, dan EW yang dikenal sebagai Eras, diketahui telah dijanjikan pemberian uang sebesar Rp50 juta.

“Jumlahnya tidak melebihi Rp 50 jutaan, secara keseluruhan,” tambah Adrianus.

Namun, Adrianus menyampaikan, Eras dkk belum menerima gaji secara penuh sesuai yang dijanjikan.

“Jika dari informasi yang kami terima setelah berkomunikasi dengan penyidik, mereka dijanjikan mendapat sejumlah puluhan juta rupiah. Hanya diberi uang muka sejumlah tertentu,” jelasnya.

Menurutnya, sebagian dari uang tanda jadi yang diterima oleh para tersangka penculikan telah disita oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Sebagai informasi, Ilham Pradipta menjadi korban penculikan yang awalnya dilakukan oleh pelaku di area parkir sebuah supermarket di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada hari Rabu (20/8/2025).

Peristiwa penculikan itu terekam oleh kamera pengawas.

Awalnya, korban tampak berjalan dan berusaha membuka pintu mobil, tiba-tiba korban disergap oleh pelaku.

Korban ditarik dan dimasukkan dengan paksa ke dalam mobil yang dikemudikan oleh Eras dan teman-temannya.

Setelah dirampok, korban dibunuh dan jenazahnya ditemukan dalam keadaan tangan, kaki, serta wajah terikat pita di sebidang persawahan di Cikarang, Bekasi, pada hari Kamis (21/8/2025) pagi.

Beberapa waktu setelahnya, Polda Metro Jaya berhasil menangkap empat pelaku intelektual yang terlibat dalam kasus penculikan dan pembunuhan Ilham.

Empat orang tersebut memiliki inisial C, DH, YJ, dan AA.

Tiga tersangka, yaitu C, DH, dan YJ ditangkap di Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (23/8/2023) malam.

Esok harinya, giliran AA ditangkap di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

Hasil Pemeriksaan Jenazah Kepala Bank BUMN

Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri, Kramat Jati telah menyelesaikan proses otopsi terhadap jenazah Kepala KCP bank BUMN, IP, pada Kamis (21/8/2025) malam pukul 19.00 WIB.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yulihartono mengungkapkan, pemeriksaan dilakukan oleh tim forensik pada hari Kamis (21/8/2025) mulai pukul 14.30 WIB hingga 19.00 WIB.

“Tidak ada (luka akibat senjata tajam), hanya cedera dari benda tumpul,” ujar Prima kepada wartawan, Jumat (22/8/2025).

Selain itu, Prima mengatakan, tidak ada tanda-tanda perlawanan dari tubuh korban.

Di sisi lain, hasil otopsi menunjukkan adanya luka di area dada dan leher korban.

Namun, penyebab kematian yang pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

“Secara forensik belum dapat dipastikan, hanya ditemukan benda tumpul,” ujar Prima.

Tim forensik juga menemukan kemungkinan korban mengalami kesulitan pernapasan akibat tekanan di area dada dan leher.

Beberapa artikel ini pernah tayang di TribunJakarta.com dengan judul 4 Pelaku Penculikan Kepala Bank BUMN Minta Perlindungan Panglima TNI dan Kapolri, Sebut Ada Oknum dengan Inisial F

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Reynas Abdila, TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)