Sosok Praka Situmorang, TNI yang Tembakkan Senjata di Bank BUMN

by -125 Views

Lintaskriminal.co.id –Pengamukan seorang personel TNI di kantor Bank BUMN (BRI) Cabang Gowa, Sulawesi Selatan, memicu reaksi publik.

Identitas tersangka diketahui. Ia adalah Praka Situmorang, seorang anggota militer dari satuan Divisi 3 Kostrad Kabupaten Gowa.

Praka merupakan pangkat bawahan tingkat keempat di TNI, berada satu tingkat di atas Prajurit Satu (Pratu) dan di bawah Kopral Dua (Kopda). Pangkat ini juga setara dengan Kepala Bhayangkara dalam Polri.

Praka S bertugas di Divisi 3 Kostrad Kabupaten Gowa.

Kabupaten Gowa terletak berdekatan dengan Kota Makassar.

Jarak antara Kota Makassar dan Kabupaten Gowa melalui jalan umum mencapai 50,27 kilometer atau setara dengan 31,17 mil, dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam 47 menit.

Sementara Kostrad merupakan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, satuan tempur utama yang berada di bawah TNI Angkatan Darat, yang tugasnya adalah mempersiapkan kesiapan serta melaksanakan operasi pertahanan dan keamanan strategis serta operasi militer lainnya baik dalam kondisi perang maupun di luar perang, dengan peran utama sebagai pasukan cepat tanggap yang selalu siap bertindak sesuai kebijakan Panglima TNI.

Kejadian menegangkan ini terjadi ketika Praka Situmorang melepaskan beberapa tembakan di dalam bank, yang dilaporkan mengenai dinding bangunan.

Namun, yang paling mengejutkan adalah perlawanannya ketika akan ditangkap.

Saat sejumlah personel Intel TNI tiba di lokasi untuk menetralisirnya, Praka Situmorang dilaporkan sempat mengacungkan senjata laras panjangnya ke salah satu anggota Intel.

Beruntung, informan tersebut berhasil menghindari laras senjata, sehingga tembakan yang dikeluarkan hanya mengenai dinding.

Setelah pertunjukan yang penuh tekanan, Praka Situmorang akhirnya ditangkap oleh anggota TNI dari satuan tempatnya bertugas dan segera dibawa untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut.

Ia kemudian ditahan oleh sejumlah anggota TNI dari satuan tempatnya.

 

Kepala Kodim 1409/Gowa, Letkol Inf Heri Siswanto, menjelaskan kejadian tersebut dimulai ketika Praka S memasuki area bank sambil membawa senjata laras panjang yang tersembunyi di dalam jaket.

“Anggota kami segera membela diri, senjata diarahkan ke atas hingga terdengar suara ledakan,” ujar Heri, Kamis (25/9/2025).

Heri menekankan bahwa tidak ada korban jiwa atau cedera akibat peristiwa tersebut.

Setelah kejadian tersebut, Praka S segera dibawa ke Makodim 1409 Gowa dan selanjutnya diserahkan kepada kesatuannya Divisi 3 Kostrad untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dandim memastikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Divisi 3 Kostrad terkait penyelesaian masalah ini.

Mengenai kondisi psikologis Praka S, ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak unitnya.

“Yang bersangkutan sudah ditahan. Mengenai masalah gangguan jiwa, kami tidak dapat memastikannya karena itu termasuk wewenang unitnya,” kata Heri.

Sampai saat ini, pihak bank serta Divisi 3 Kostrad belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kejadian penembakan tersebut.

Cari Kepala Bank

Sementara itu, seorang saksi mengakui bahwa dirinya hampir kehilangan nyawanya karena pernah digenggam dan diajukan berbagai pertanyaan oleh pelaku.

Sebelumnya, pelaku tiba dan langsung membuat kekacauan di ruang lobi yang penuh dengan pengunjung.

Tidak hanya itu, pelaku kemudian memasuki area tersebut dan mencari kepala cabang BRI.

Beberapa petugas keamanan dan warga mencoba mengendalikan situasi.

“Saya sempat merasa tenang, lalu saya dipegang dan diajak bicara, ‘Kamu petugas atau bukan? Dari satuan mana kamu?'” ujar Asrul, salah seorang saksi yang dikonfirmasi langsung 10drama.com di halaman Bank BRI.

Asrul akhirnya dibiarkan oleh pelaku setelah mengetahui bahwa dia adalah warga biasa.

Pelaku akhirnya dibawa ke pos sekuriti sambil ditenangkan, hingga akhirnya empat petugas Intel Kodim 1409/Gowa tiba.

Namun, ketika mengetahui bahwa keempat orang tersebut adalah petugas Intel, pelaku langsung bertindak dan mengarahkan mulut senjata ke salah satu petugas Intel sebelum akhirnya terjadi peristiwa tembak-menembak serta pertarungan senjata api di dalam pos keamanan.

“Saya juga tidak mengetahui apa masalahnya, yang pasti dia sangat marah dan terus mencari petugas,” ujar Asrul.

Sampai saat ini, pihak Divisi Kostrad Gowa belum memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut.

Sementara itu, setelah kejadian tersebut, kegiatan transaksi di Bank BRI kembali beroperasi seperti biasa.

Pengunjung Bank Panik Berlarian.

Tindakan Praka Situmorang sempat memicu kepanikan di kalangan pengunjung bank sehingga mereka berlarian.

Namun, penduduk sekitar maupun petugas keamanan tidak bersedia memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kejadian tersebut.

Seorang petugas keamanan yang diwawancarai hanya memberikan jawaban singkat,

“Saya tidak tahu tentang kejadian tersebut, saya akan bertanya terlebih dahulu kepada orang yang tadi menjaga,” sebelum akhirnya menghilang.

Seorang ibu rumah tangga yang berada di dekat lokasi hanya mengakui mendengar suara ledakan keras.

“Saya mendengar suara ledakan, tetapi tidak tahu apa yang terjadi,” katanya.

Seorang pedagang yang berjualan di dekat bank juga mengakui adanya suara tembakan, tetapi menolak untuk disebutkan identitasnya.

“Suaranya keras, seperti kembang api. Banyak orang terkejut, tapi saya tidak yakin,” katanya.

 (*/TRIBUN-MEDAN.com)

Sumber: Tribuntoraja/ 10drama.com

(*/TRIBUN-MEDAN.com)

Sumber: tribunnews.com

Artikel ini sudah tayang di Tribun-Medan.com

Ikuti Channel WhatsApp Tribun Manado, Trheads Tribun Manado, dan Google News Tribun Manado untuk informasi terbaru mengenai berita terkini lainnya.