Suzuki Carry Isi Bensin Rp 2 Juta, Petugas Terkejut Tanki Penuh

by -159 Views

Lintaskriminal.co.id –– Mobil Suzuki Carry yang viral menjadi penyebab kebakaran di SPBU Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat pada Sabtu (11/10/2025).

Api diketahui terjadi pada pukul 8.30 WIB.

Akibatnya, area pengisian bahan bakar mesin mengalami kerusakan yang sangat parah.

Ternyata, mobil itu diduga merupakan milik seorang penjual bensin eceran yang sedang mengisi tangki.

Kemudian muncul nyala api dari bagian dalam kendaraan.

“Di dalam mobil itu menggunakan galon. Lalu ada yang bocor ke bawah, yaitu bensinnya. Kemungkinan ada konslet dari kendaraan tersebut. Dari situ langsung terbakar,” kata Imam Maulana (29), petugas SPBU Leuwigajah, seperti dikutip Tribun Jabar (11/10/2025).

Awalnya saya mendengar suara ledakan. Saya mengira hanya ban yang meledak biasa. Namun, saat ledakan kedua terdengar lebih kuat, saya langsung berlari ke tempat pengisian bahan bakar. Ternyata api mudah muncul dari mobil,” tambahnya.

Saat terjadi kebakaran, Imam mengungkapkan, api membakar cukup lama, sekitar satu jam, hingga akhirnya dapat dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi.

Selain itu, Imam mengakui pernah mendengar empat kali ledakan.

Semua berasal dari ban mobil yang meledak karena panas api.

Maka total terdapat empat ledakan. Dua yang pertama berukuran kecil, sedangkan dua lainnya lebih besar. Semuanya kemungkinan berasal dari ban,” katanya.

 

Menurut Imam, kendaraan itu sering datang ke pom bensin Leuwigajah.

Bahkan, dalam sehari bisa mengisi bahan bakar hingga 10 kali.

“Waktu mengisi, sudah lebih dari sepuluh menit belum juga terisi penuh. Padahal biasanya Rp 200 ribu sudah cukup, tapi tadi sampai Rp 2 juta belum juga terisi,” katanya.

Berdasarkan data spesifikasi, kapasitas terbesar tangki bahan bakar pada Suzuki Carry mencapai sekitar 43 liter.

Sopir mobil, menurutnya, pernah mendapat peringatan dari petugas SPBU, karena sering mengisi bahan bakar dalam jumlah besar dengan menggunakan wadah yang tidak sesuai standar.

Namun, kendaraan tersebut tetap tiba saat pengawasan sedang longgar.

“Sudah pernah diberi peringatan. Jika keamanan tersedia, dia tidak berani masuk. Tapi jika tidak ada, dia suka mencuri waktu untuk mengisi,” katanya.

Imam sudah mengenali pengemudi mobil itu, yang telah mengubah kendaraannya dengan menggunakan galon agar mampu menyimpan bahan bakar lebih banyak.

“Mobil tersebut biasanya digunakan untuk menjual bensin eceran, seperti botol-botol kecil. Bagian dalamnya diubah, sehingga bensin disimpan dalam galon,” tambah Imam.