Tampang Terduga Pelaku Penculikan Siswi SMA Tangerang Beredar di WA

by -62 Views

Lintaskriminal.co.id –– Kasus hilangnya siswi SMA Strada St Thomas Aquino bernama Maria Gabriella atau Gaby sempat menjadi perhatian masyarakat. Meskipun telah ditemukan kemarin sore (12/11), teka-teki mengenai pria yang disebut membawa pergi Gaby tanpa izin orang tua masih belum terpecahkan. Akhir-akhir ini beredar luas foto seorang pria yang diduga terlibat dalam penculikan Gaby.

Dalam pesan yang beredar luas, terdapat informasi bahwa pria tersebut sering kali membawa pergi Gaby. Sebelum remaja berusia 16 tahun itu menghilang selama seminggu, pria tersebut terekam oleh kamera CCTV di Hotel 101 Urban Thamrin. Pada saat itu, Gaby sempat hilang namun akhirnya ditemukan dan dikembalikan ke rumah.

Setelah itu, pada hari Rabu minggu lalu (5/11), pria tersebut diduga kembali membawa pergi Gaby tanpa izin dari orang tuanya, yaitu Brigita Titis dan Yohanes. Dalam penyebaran informasi yang menyebar di media sosial dan muncul dalam pesan berantai WhatsApp pada Selasa (11/11), disampaikan bahwa Gaby masih belum ditemukan meskipun keluarga telah melaporkannya ke polisi.

“Kami mohon maaf, sejak Rabu 5 November anak kami tidak pulang, dibawa oleh seorang pria yang diduga terlibat dalam kejahatan terorganisir. Nomor ponsel (Gaby) sudah tidak aktif, sehingga polisi tidak dapat melacaknya,” demikian isi pesan informasi tersebut.

Kini, Gaby telah ditemukan. Polres Metro Tangerang Kota (Tangkot) masih terus melakukan penyelidikan mengenai kasus yang dilaporkan oleh orang tua Gaby. Yaitu dugaan tindak pidana menculik anak di bawah umur tanpa izin orang tua sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 332 KUHP.

”Kami akan terus melaksanakan pemeriksaan dan pengumpulan bukti untuk memastikan adanya atau tidaknya unsur tindak pidana sesuai Pasal 332 KUHP,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Tangkot Kompol Awaludin Kanur.

Saat ditanya mengenai foto yang diduga merupakan pelaku yang membawa pergi atau menculik Gaby, Kepala Seksi Humas Polres Metro Tangkap AKP Prapto Lasono menyatakan bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Ia belum dapat memberikan komentar lebih lanjut terkait informasi yang beredar luas di media sosial maupun pesan yang menyebar melalui WhatsApp.

“Keterlibatan pihak lain masih dalam penyelidikan. Masih dalam proses pemeriksaan, akan diinformasikan nanti,” tambahnya.