Terbitkan SKGR di Atas Tanah Desa, Kades Sei Ara Dilaporkan

by -272 views

RIAU (LK) – Kasus penyalahgunaan wewenang dan pemalsuan surat kepemilikan tanah yang dilakukan Kepala Desa Sungai Ara, Kabupaten Pelalawan akhirnya sampai di meja Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan.

Meski belum sepenuhnya ditetapkan sebagai kasus Korupsi, Kepala Seksi Intel Kejari Pelalawan, Sumriadi, SH, MH kepada Lintaskriminal.co.id menyebutkan bahwa dirinya masih melakukan peninjauan terhadap berkas-berkas yang dilampirkan masyarakat Desa Sungai Ara beberapa pekan lalu.

Lebih lanjut, mantan Kasi Datun di Kejari Siak itu menerangkan, sebelum ditetapkan sebagai kasus, terdapat beberapa tahap yang harus dilakukan, setelah dilakukan peninjauan berkas, pihaknya segera akan gelar perkara untuk melihat apa kasus tersebut bisa dilanjutkan atau tidak, saat kasus itu lanjut, maka pihaknya akan mengambil langkah.

“Laporan terkait penyalahgunaan wewenang oleh pejabat Kepala Desa di Kecamatan Pelalawan sudah kita terima, ada beberapa tahapan yang dilakukan, saat ini berkas sedang kita tinjau dan teliti terlebih dahulu sebelum tahapan selanjutnya seperti gelar perkara ataupun pulbaket dilaksanakan,” ungkap Sumriadi melalui sambungan selulernya.

Juhendri, salah seorang masyarakat Desa Sungai Ara yang ikut saat melaporkan orang nomor satu di desa tersebut ke Kejari Pelalawan mengatakan bahwa perbuatan oknum Kades berupa mengeluarkan surat tanah diatas aset milik desa merupakan pelanggaran yang sangat fatal,

“Kita memiliki bukti yang kuat tentang perbuatan Kades yang menerbitkan surat keterangan ganti rugi atas nama Norma yang tidak lain adalah istri dari Kades, surat itu diterbitkan pada 11 Maret 2019 lalu,” ungkapnya.

Ditambahkan pemuda yang biasa disapa Jo Kampe itu, sebagai pembuktian bahwa lahan yang diterbitkan SKGR oleh oknum Kades nakal tersebut, masyarakat yang melapor ke Kejaksaan juga melampirkan beberapa surat keterangan bahwa lahan itu sudah diserahkan pada desa untuk kelompok tani.

“Bukti yang menerangkan bahwa tanah itu merupakan tanah Desa Sungai Ara juga ada. Pada dasarnya kita meyakini perbuatan oknum Kades tersebut adalah salah dimata hukum,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sei Ara, Haryono kepada Lintaskriminal.co.id beberapa waktu lalu mengaku bahwa tanah yang diterbitkan SKGR itu tidak lain adalah tanah milik keluarganya. Kades juga sempat menegaskan kalau SKGR yang diterbitkannya itu bukan diperjualbelikan.

“Saya tidak ada nerbikan surat tanah di lahan milik desa, itu lahan milik saya, lahan sudah lama di kelolah almarhum ayah saya dan yang membuat kanal untuk menuju lahan itu uang pribadi saya. SKGR itu, bukan jaul beli bg, saya kasihan sama orang itu makanya saya kasih tanah saya bg, tapi pemilik tanah itu la yg jual beli,” timpalnya.

Penulis : Yusman

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *