Terbongkar Chat Anti Ibu Hamil Tewas di Hotel, Terlilit Utang Layani Pria Lain? Suaminya Malu

by -106 Views

Lintaskriminal.co.id –Bocoran isi pesan chat Anti Puspitasari, seorang ibu hamil ditemukan meninggal di sebuah hotel di kawasan Palembang.

Anti dihabisi Febrianto, pria yang memesannya melalui aplikasi Michat. 

Keduanya sepakat dengan harga Rp300 ribu untuk dua kali hubungan.

Ternyata Anti hanya melayani Febrianto sekali.

Kemudian Febrianto kehilangan kendali dan emosinya, yang berujung pada pembunuhan Anti dengan cara yang sangat sadis.

Mirisnya ternyata Anti sedang hamil muda dan memiliki seorang suami bernama Adi. 

Tentu saja Adi merasa sangat terluka dan malu akibat kejadian yang menyedihkan itu.

Ia harus merasakan kesedihan karena ditinggalkan oleh istrinya serta malu karena Asti melayani pria lain.

“Jujur saya kaget dan merasa malu. Namun, bagaimanapun juga, dia adalah istri saya. Saya tetap berharap dia mendapatkan keadilan,” katanya dengan lembut.

Ia menegaskan tidak mengenal Febrianto sama sekali dan baru mendengar nama itu setelah polisi mengungkap kronologi pembunuhan.

Menurut pengakuan Adi, hubungan rumah tangganya dengan Anti memang sedikit mengalami kendala belakangan ini, tetapi ia tidak pernah membayangkan akan berakhir demikian.

“Kami sempat tinggal terpisah beberapa hari akibat masalah kecil. Namun, kami tetap berkomunikasi, saya rasa semua bisa diselesaikan dengan baik,” tambahnya.

Ketika ditelusuri lebih jauh, ternyata Anti sempat beberapa kali ingin melakukan pinjaman uang alias berutang. 

Terbongkar Isi Chat Anti Puspitasari 

Sebelum ditemukan meninggal, Anti ternyata pernah mengeluh di media sosial mengenai kondisi keuangannya.

Ibu usia 22 tahun itu bahkan beberapa kali meminjam uang melalui akun media sosial Facebooknya.

Anti juga sering menjual ponselnya selama hidupnya.

Ibu yang sedang mengandung juga bekerja sebagai pengantar makanan.

Diketahui tepat pada September 2025, Anti ternyata pernah meminjam dana dari temannya melalui Facebook.

Akun dengan nama Tasyaa mengatakan pernah beberapa kali menerima pesan dari Anti.

Menurutnya, pada saat itu ia pernah memberikan dana kepada beberapa temannya.

Ternyata pada saat itu Anti sering mengungkapkan keinginannya untuk meminjam uang.

“Aku sudah punya teman di Facebook dengan orang ini, dulu dia bukan pemilik pinjaman, sering berkomentar ingin meminjam, mungkin karena tekanan ekonomi,” tulisnya.

Namun karena tidak berada di wilayah yang sama, Tasyaa tidak menjawab Anti.

Ternyata bukan hanya sekali, pada September 2025, sebulan sebelum meninggal dunia, Anti kembali meminjam uang.

“Bukan hanya 2021, kak, bulan lalu juga aku cht,” tulisnya.

Ini isi pesan Anti :

“Mba ingin mengajukan dana pinjaman bso dk,” tulisnya pada 30 Agustus 2025.

Kemudian pada 16 September dia mengirim pesan lagi.

“Bos tidak mau ikut dapur,” tulisnya lagi.

Namun pesan tersebut tidak pernah mendapat tanggapan dari Tasya.

Masa Lalu Anti Puspitasari Terungkap

Ternyata foto Anti pernah tertangkap di akun open BO tiga tahun yang lalu.

Berita bahwa foto Anti pernah digunakan di akun open BO sekitar tiga tahun lalu kembali muncul.

Pada saat itu Anti tidak tinggal diam, ia langsung membantah tajam tuduhan yang dilemparkan kepadanya.

Ia juga menegaskan bahwa akun tersebut bukan miliknya.

Pada unggahan di Facebook tanggal 19 Desember 2022, Anti mengeluarkan pernyataan klarifikasi.

Saya ingin menjelaskan, jika kamu membuka pesan pribadi dan menemukan akun dengan nama Sindy Permata Sari yang menggunakan foto saya, itu bukan saya. Karena saya tidak pernah bermain di media chat… Saya akan mengambil langkah hukum terkait hal ini. Jadi saya meminta kalian jangan mudah percaya.

Tiga tahun setelahnya, Anti ternyata ketahuan melakukan open BO melalui media sosial.

Hal ini terungkap setelah korban ditemukan meninggal di kamar Hotel Lendosis.

Pelaku pembunuhan tersebut adalah Febrianto, seorang pelanggan Anti di platform open BO.

Ia mengakui telah bertemu dengan Anti melalui media sosial khusus open BO di Palembang, kemudian berdiskusi dan merencanakan pertemuan.

Akhirnya, pada hari Jumat (10/10/2025), mereka bertemu dan melakukan pendaftaran di hotel bersama.

Sebelum pertemuan, Febrianto bertanya tentang harga kepada Anti.

Korban menyebutkan dana sebesar Rp300 ribu untuk dua kali bermain, dan negosiasi akhirnya disetujui.

CCTV menunjukkan bahwa mereka melakukan check in pukul 16.00 WIB dengan menggunakan KTP Febrianto.

Kira-kira pukul 18.00 WIB, Febrianto pergi sendirian, meninggalkan Anti di dalam kamar.

Keesokan harinya, petugas hotel yang akan melakukan pemeriksaan karena waktu check out tiba menemukan Anti sudah meninggal.

Hasil Autopsi, Penyebab Kematian AP Terungkap Proses Pemeriksaan Jenazah, Penyebab Kematian AP Diungkap Temuan Hasil Pemeriksaan Jasad, Penyebab Kematian AP Dijelaskan Pengungkapan Hasil Autopsi, Penyebab Kematian AP Terbongkar Penyebab Kematian AP Terungkap Setelah Dilakukan Ekshumasi

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresabes Palembang, AKBP Andrie Setiawan menyampaikan, hasil dari autopsi pada jenazah korban menunjukkan bahwa korban meninggal karena kekurangan oksigen dan terdapat luka akibat pukulan benda tumpul di bagian leher.

“Korban meninggal karena kekurangan oksigen, sehingga mengalami kelelahan dan kematian, akibat tersumbatnya saluran pernapasan atas, serta ada luka memar di bagian leher korban,” ujarnya.

“Hasil penggalian ini akan digunakan sebagai bahan penyelidikan dan fakta-fakta,” tambahnya.

Andrie menjelaskan, korban diketahui ditemukan dalam waktu 1×24 jam setelah kejadian pembunuhan.

Sementara proses penggalian kubur ini juga dilakukan guna mengidentifikasi penyebab kematian korban.

Ditanya mengenai kehamilan, Andrie menyatakan bahwa korban saat ini sedang dalam trimester pertama kehamilan.

“Artinya, korban sedang mengandung sekitar 1 hingga 2 bulan,” katanya.

Sampai saat ini, pihak kepolisian telah memanggil 8 saksi guna mengungkap kasus tersebut.

“Telah kita periksa 8 saksi hingga hari ini. Dua di antaranya adalah resepsionis hotel, suami korban, warga di lokasi kejadian, serta teman korban,” ujarnya.

Kronologi Penemuan

Korban AP pertama kali ditemukan oleh seorang karyawan hotel saat akan memeriksa kamar korban, karena sudah waktunya untuk check out.

Pintu kamar tertutup rapat dari dalam.

AP diketahui memasuki hotel bersama seorang pria pada hari Jumat (10/10/2025) pukul 16.00 WIB.

Sayangnya, identitas laki-laki itu tidak dicatat oleh saksi.

Kemudian, pada hari Sabtu (11/10/2025) sekitar pukul 11.30 WIB.

Saksi mengetuk pintu kamar hotel untuk memberi tahu batasan waktu check out, namun pada saat itu tidak ada tanggapan dari dalam kamar.

Pukul 12.00 WIB, saksi kembali mengetuk pintu kamar dan tidak mendapatkan tanggapan.

Akhirnya, saksi mematikan saklar listrik kamar dengan maksud agar mereka keluar karena merasa kepanasan.

Tidak ada tanggapan, sekitar pukul 14.00 WIB, saksi meminta temannya untuk membuka pintu kamar menggunakan kunci cadangan.

Pada saat itu, korban ditemukan berbaring di lantai dibalut dengan selimut.

Beberapa artikel ini telah diterbitkan di Sripoku.com