Ternyata Ada Dua Orang Lain yang Terlibat dalam Pembunuhan Dina Oktaviani, Ini Peran Mereka

by -110 Views

Lintaskriminal.co.id –– Kasus pembunuhan Dina Oktaviani (21) kini sedang menjadi perhatian publik.

Dina Oktaviani ditemukan tewas dibunuh oleh Heryanto, rekan kerjanya yang juga menjabat sebagai kepala toko.

Jenazah Dina Oktaviani ditemukan di aliran Sungai Citarum.

Baru-baru ini muncul dua orang yang diduga turut berperan dalam aksi Heryanto.

Dua tokoh tersebut diungkapkan oleh Heryanto, termasuk peran masing-masing.

Dua teman Heryanto adalah Otoy dan Robi.

Keduanya merupakan penduduk Desa Wanawali, Purwarkata, dengan usia di atas 20 tahun.

Diketahui dua teman Heryanto juga turut ditahan.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Desa Wanawali, Wahyudin.

“Info saat ini sudah ditangani oleh polisi dan berada di Polres Karawang. Semalam saya juga menerima informasi dari Pak Dusun bahwa ada warga kami yang diambil oleh aparat,” kata Wahyudin kepada Tribunjabar.id, Kamis (9/10/2025).

Wahyudin juga menyampaikan bahwa Otoy dan Robi diduga terlibat karena peran mereka dalam membuang jasad Dina Oktaviani ke aliran Sungai Citarum, di Desa Curug, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Selasa (7/10/2025).

“Jika informasi yang diperoleh, dua warga tersebut hanya diminta bantuan oleh Heryanto untuk mengantarkannya pergi setelah kejadian terjadi. Mereka tidak mengetahui maksud dan tujuannya,” ujar Wahyudin.

Pernyataan Kepala Desa Wanawali juga sejalan dengan pengakuan Heryanto.

Diketahui jenazah Dina dimasukkan oleh Heryanto ke dalam kotak, kemudian ia meminta bantuan dua temannya itu.

Dilansir dari TribunnewsBogor.com, Heryanto mengakui kedua temannya itu tidak mengetahui isi kotak tersebut adalah jenazah Dina.

Pria yang bekerja sebagai karyawan minimarket tersebut juga mengungkapkan bahwa ia membawa korban ke dalam mobil, ia tidak mendapatkan bantuan dari siapa pun, karena tubuh korban ringan sehingga tidak memerlukan bantuan orang lain.

“Diantar sendiri menggunakan mobil sewaan. Mudah dan ringan. Mohon maaf, intinya kata ‘ringan’ masih terasa,” kata Heryanto.

Namun ketika membuang jenazah Dina, Heryanto mengakui dantuan oleh Otoy dan Robi, dua temannya yang sama-sama kuliah di sana.

“Terus dibawa ke Sungai Citarum. Membuangnya bersama tiga teman. Ada di kampus saya,” tegasnya.

Heryanto mengakui bahwa ia telah menipu dua temannya itu.

Selain tugasnya membantu menghilangkan jasad Dina, ternyata Otoy juga memiliki peran lain tanpa menyadari kejahatannya.

Ia menyampaikan bahwa ia menitipkan ponsel Dian kepada Otoy dengan alasan bahwa itu adalah miliknya.

“Tidak di rumah, itu saya berbohong lagi ke Otoy, ‘Toy ini saya punya 2 handphone, saya titip ya,” kata Heryanto kepada polisi.

Ia menyimpan dua ponsel milik Dian kepada Otoy.

“Di Otoy ada handphone, keduanya,” katanya.

Saat diserahkan, Heryanto mengatakan bahwa Otoy sama sekali tidak mencurigai.

“Tidak (bertanya). Saya bilang HP saya seperti itu, lalu dia tidak banyak bertanya. Jika HP itu disimpan baru kemarin, kalau tidak salah,” katanya.

Karena telah membantu dan bersedia dipercaya, Heryanto memberikan balasan kepada Otoy dan Robi.

“Ada (diberi uang). Rp 50 ribu, juga dari Robi sebesar Rp 50 ribu,” katanya.

Heryanto mengakui barang yang disimpan oleh Otoy adalah ponsel dan sepeda motor.

“Di Otoy terdapat dua ponsel dan satu unit sepeda motor, jika emas sudah saya jual, uangnya berada di tas,” katanya.

Heryanto mengakui memiliki uang sebesar Rp 4 juta yang berasal dari penjualan emas milik Dina Oktaviani.

Sementara itu, motor Heryanto disembunyikan dengan diserahkan kepada Otoy.

Heryanto juga menipu Otoy mengenai motor itu.

“Kalau motor saya, alibinya sama Otoy itu motor bekas, motor yang dicabut dari leasing. Dia bilang, ‘Toy ini saya dapat beli Rp 3,7 juta, amanin dulu ya, nanti kita jual,’ ” kata Heryanto.

Berdasarkan keterangannya, Heryanto mengakui telah menipu dua temannya ketika membuang jenazah Dian dan menyimpan beberapa barang milik korban.

Menurut Haryanto, dua temannya memang tidak curiga, justru mereka merasa takut setelah mendengar kemampuan menipu Heryanto.

“Bukan rasa curiga, melainkan ketakutan. Karena saya sendiri takut menerima kiriman dari orang lain,” kata Heryanto.

Mengenai dua orang teman Heryanto, polisi saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap peran serta unsur kesengajaan dari rekan-rekan pelaku yang turut terlibat dalam pembuangan jasad tersebut.

Ringkasan Peristiwa Pembunuhan Dina Oktaviani

Dina Meninggal, Mayat Dibuang Bersamaan: Mayat Dina Oktaviani (21) ditemukan setelah dibuang oleh tersangka utama, Heryanto (27), beserta teman-temannya dari Jembatan Merah Bendungan Jatiluhur, Purwakarta.

Cara Pembuangan yang Sadis: Tubuh korban dimasukkan ke dalam kotak besar kemudian dibungkus lakban sebelum dibuang ke Sungai Citarum pada hari Minggu (5/10/2025) dini hari sekitar pukul 00.00 WIB.

Lokasi Telah Ditentukan: Titik pembuangan dipilih Heryanto karena sepi, jauh dari keramaian, dan memiliki aliran sungai yang kuat, menunjukkan bahwa pembuangan telah direncanakan dengan matang.

Hanyut 20 KM: Jenazah Dina terbawa sejauh 20 kilometer sebelum akhirnya ditemukan mengambang di wilayah Karawang dua hari setelah kejadian.

Ditemukan Bukti Rencana Penghilangan Jejak: Pada proses olah TKP di rumah Heryanto (Cibatu), pihak kepolisian menemukan barang bukti tindak pidana serta upaya menghilangkan jejak, antara lain:

– Sisa pembakaran sepatu korban.

– Pita dan tali yang digunakan untuk membungkus mayat.

– Golok dan gunting.

Makna dan Partisipasi Teman Dalam:

Selain mengamankan barang bukti yang dicuri korban (sepeda motor, mobil, dua ponsel), polisi kini lebih fokus meneliti motif pembunuhan (diduga terkait masalah ekonomi) serta peran dan unsur kesengajaan teman-teman pelaku yang turut membantu membuang jenazah.

Telah tayang di TribunJabar.id

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai berita-berita terkini lainnya.