Ternyata Kasus Perusahaan Malaysia Pembakar Lahan Sudah P21

oleh -250 views

RIAU (LK) – Meski sempat diisukan di peti es kan, ternyata penanganan kasus kebakaran lahan di PT Adei Plantation terus berlanjut. Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto menyampaikan bahwa berkas kasus itu sudah lengkap (P21) dan diserahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia.

“PT Adei sudah P21 tgl 20 maret kemarin ke Kejagung RI,” ujar Sunarto melalui pesan Whatsapp pribadinya saat ditanya mengenai perkembangan kasus yang sempat menjadi atensi tersebut.

Disisi lain, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pelalawan, Nophy T Suoth kepada Lintaskriminal.co.id menyebutkan bahwa pihaknya belum mendapat informasi, sebab penananganan kasus kebakaran lahan milik perusahaan Malaysia itu ditangani langsung oleh Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Kendati demikian Nophy menyebutkan bahwa untuk sidang kasus tersebut tetap dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, sebab suatu perkara diadili berdasarkan di mana tempat kejadian-kejadian (locus).

“Kita belum mendapat informasi, karena penanganannya Mabes, jadi P21 langsung koordinasi dan diserahkan ke Kejagung. Kalau untuk sidang tetap disini (PN Pelalawan, red),” papar Nophy.

Untuk informasi, kasus kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2019 menjadi atensi oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo. Pada tahun yang sama terdapat 2 perusahaan di Kabupaten Pelalawan yang mengalami kebakaran, dimana selain PT Adei juga ada kasus kebakaran di lahan PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) yang saat ini sudah memasuki tahap tuntutan di PN Pelalawan.

Penanganan kasus kebakaran di lahan milik PT Adei ini memang agak spesial dari perusahaan lainnya, dimana kasus ditangani Mabes Polri, bahkan lahan yang sempat diolah perusahaan untuk menghilangkan jejak tersebut juga sudah disegel lansung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sebagaimana diketahui, PT Adei Plantation sudah pernah terjerat kasus yang sama pada tahun 2013 silam dan diputus hukuman penjara selama 1 tahun untuk Danesuvaran KR Singham dan denda Rp 15 miliar guna pemulihan lahan yang terbakar itu, namun sangat disayangkan hingga saat ini PT Adei Plantation belum melunasi denda tersebut.

 

Penulis : Yusman

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *