Terungkap Alasan Bripda Farhan Lari Saat Akad, Masalah Mental Bikin Calon Istri Syok

by -157 Views

Lintaskriminal.co.id –Bripda Tri Farhan Mahieu, anggota Brimob Polda Gorontalo, tiba-tiba menghilang saat acara akad pernikahannya dengan Sukmawati Rahman di Dusun Selamat, Kabupaten Gorontalo, pada Sabtu (9/8/2025).

Kehilangan tiba-tiba Farhan membuat kekasihnya kaget hingga pingsan.

Peristiwa ini menjadi topik pembicaraan hangat di media sosial karena Bripda Farhan tidak hadir ketika acara akad pernikahan akan dimulai.

Berdasarkan laporan dari Bangkapos.com yang diambil oleh Tribunnews.com, Farhan seharusnya menikahi Sukmawati Rahman, yang berusia 24 tahun.

Kehadiran calon suami yang tidak hadir membuat Sukmawati kaget dan bahkan pingsan.

Keluarga Sukmawati yang merasa dihina kemudian mengajukan pengaduan terhadap Bripda Farhan ke Departemen Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Gorontalo pada Senin (11/8/2025).

Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Gorontalo, Kompol Anggoro Wibowo mengonfirmasi telah menerima laporan tersebut.

Ia berjanji bahwa pihaknya akan menangani laporan dari Sukmawati.

Langkah-langkah yang kami lakukan, khususnya dari Propam, akan kami lanjutkan terkait pengaduan tersebut.

“Selanjutnya jika terjadi tindak pidana akan diproses,” ujar Anggoro.

Anggoro melanjutkan, pihaknya masih melakukan pencarian terhadap keberadaan Bripda Tri Farhan.

Diketahui pihak terkait tidak berada di kantor ketika calon istri membuat laporan.

“Tetapi secara kebetulan pelaku tersebut tidak berada di lokasi,” tegasnya.

Mengalami Masalah Mental

Kepala Satuan Brigade Mobil (Kasat Brimob) Polda Gorontalo, Kombes Pol Danu Waspodo menjelaskan penyebab anggota bawahannya menghilang saat acara pernikahannya.

Ia mengatakan, Bripda Farhan melarikan diri ke Palu akibat mengalami gangguan jiwa.

“Ini murni masalah psikologis anggota. Ia pergi ke Palu tanpa izin,” katanya, dilaporkan oleh TribunGorontalo.com, Rabu (12/8/2025).

Danu juga menyampaikan bahwa proses pernikahan Bripda Farhan dan Sukmawati berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan.

Keduanya telah menyelesaikan dokumen pernikahan yang ditentukan.

Persidangan Komite Bantuan Konseling Perkawinan, Perceraian, dan Rujuk (BP4R) berlangsung dengan lancar tanpa hambatan.

Selain calon pengantin, keluarga dari kedua belah pihak juga diadakan pertemuan.

Pada masa itu, kedua mempelai dan keluarga masing-masing berkumpul.” “Pada saat itu, pasangan pengantin dan keluarga masing-masing berkumpul.” “Ketika itu, kedua calon pengantin beserta keluarga mereka berkumpul.” “Pada waktu itu, kedua pihak calon mempelai dan keluarga masing-masing berkumpul.” “Saat itu, para calon mempelai dan anggota keluarga masing-masing berkumpul.

“Mereka saling bertanya apakah ada masalah, dan semua terpenuhi,” katanya.

Danu kembali menekankan bahwa masalah yang dihadapi Bripda Farhan bersifat pribadi.

Kesatuan telah memberikan bimbingan pernikahan secara baik.

“Instansi telah bekerja dengan baik,” tegas Danu.

Mengenai langkah berikutnya, Brimob Polda Gorontalo akan mengambil Bripda Farhan.

“Kami terus mengawasi, dan tim telah dibentuk untuk menjemputnya agar kembali bertanggung jawab atas tindakannya,” tutupnya.

Sosok Bripda Farhan

Berdasarkan pencarian di Tribunnews.com, Bripda Tri Farhan adalah anggota dari Polda Gorontalo.

Ia bertugas sebagai anggota Satuan Brigade Mobil (Brimob)

 

Dilansir dari korbrimob.polri.go.id, Brimob merupakan satuan khusus Polri yang berperan dalam menghadapi ancaman keamanan dan ketertiban masyarakat dengan tingkat keparahan tinggi.

Seperti gerakan ekstrem yang bersenjata, tindakan terorisme, serta pengawalan demonstrasi yang tidak terkendali.

Tri Farhan kini memiliki pangkat Brigadir Polisi Dua atau Bripda.

Jabatan merupakan tingkat terendah di dalam kategori Bintara Kepolisian Republik Indonesia.

Sementara tanda pangkat yang digunakan adalah sebuah segitiga berwarna perak di bahu mereka.

Penjelasan Pihak Keluarga

Zainuddin Husain, perwakilan dari keluarga Sukmawati, memberikan penjelasannya.

Ia mengungkapkan, sebenarnya tidak ada masalah antara calon pria dengan calon wanita.

Sehingga pihaknya tidak mengetahui alasan di balik ketidakhadiran Bripda Tri Farhan dalam acara akad pernikahan, pada Sabtu (9/8/2025) lalu.

Yang juga mengejutkan, tidak ada anggota keluarga mempelai pria yang hadir di lokasi acara.

Zainuddin mengungkapkan bahwa komunikasi terakhir Sukmawati dengan calon suaminya terjadi pada malam sebelum akad pernikahan.

Keduanya berdiskusi secara online pada malam bakupas, tradisi budaya Minahasa yang dilaksanakan sebelum pernikahan.

Sebelum akad masih terjadi komunikasi, tepatnya pada malam yang disebut malam bakupas.

Keesokan harinya, masih terjadi komunikasi dengan saudara perempuan ini (Sukmawati).

Hanya saja pada hari akadnya pukul 09.00 pagi dia sudah tidak ada. Dia tidak datang,” katanya, dilansir dari kanal YouTube 10drama.comTV, Selasa (12/8/2025).

Artikel ini sudah tayang diBangka Pos.