Tidak Patuhi Regulasi, Pemuda Minta RAPP Putus Kontrak dengan Perusahaan Nakal

oleh -77 views

RIAU (LK) – Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung’, kutipan ini sesuai dengan permintaan khusus dari masyarakat terhadap puluhan bahkan ratusan perusahaan yang beroperasi di Pelalawan namun tidak memiliki kantor dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perwakilan.

Tidak dapat dipungkiri, bukan sedikit kontrak maupun keuntungan yang diperoleh oleh setiap perusahaan di ‘Negeri Amanah’, terutama perusahaan yang sudah menjalin kerjasama dengan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), sedangkan pajak sama sekali tidak dibayarkan perusahaan di Kabupaten Pelalawan.

“Kami sangat merasa miris, banyak perusahaan yang masuk hanya untuk mengambil pekerjaan, sementara kontribusi terhadap daerah tidak ada sama sekali,” ungkap Ketua Perhimpunan Pemuda Peduli Kampung (P3K) Muhammad Daud kepada Lintaskriminal.co.id di Pangkalan Kerinci, Senin (21/6).

Informasi yang diperoleh Daud, saat ini masih banyak perusahaan nakal yang tidak mau membuka kantor cabang di Kabupaten Pelalawan, padahal sebelumnya juga sudah pernah diingatkan pemerintah setempat untuk mutasi ke Pelalawan, tujuannya agar pembayaran retribusi dilakukan itu bisa menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Masih dari penelusuran yang dilakukan tim P3K, Daud menjelaskan bahwa pihak PT RAPP sebagai pemberi kerja ternyata juga sudah memberikan syarat yang sama dengan pemerintah daerah inginkan, sayangnya masih banyak perusahaan yang memanipulasi data sebagai laporan kepada anak perusahaan APRIL Group itu.

“Saat ini kita masih mengumpulkan data mengenai perusahaan yang memiliki kontrak dengan RAPP namun tidak memiliki kantor di Pelalawan, kalau sudah lengkap, nanti kita akan buka ke publik,” tegas Daud.

Terakhir, apabila pihak perusahaan nakalĀ  tidak juga menjalankan regulasi yang diperlukan itu, maka Daud bersama dengan aktivis lainnya akan melakukan pergerakan untuk mendesak perusahaan milik Sukanto Tanoto untuk memutuskan kontrak kerja dengan perusahaan nakal tersebut.

“Dalam waktu dekat kita akan mendesak dalam hal ini RAPP untuk memutus kontraknya dengan perusahaan yang tidak mau menjalankan regulasi berupa mutasi ke Pelalawan,” pungkasnya.

 

Penulis : Yusman

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.