Tidak Pernah Penuhi Panggilan Polisi, Ustad HY Ditetapkan Sebagai Tersangka, Berikut Faktanya

by -369 views

RIAU (LK) – Empat kali tidak penuhi panggilan dari Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kota Pekanbaru, akhirnya HY dijemput paksa di sebuah hotel di Jakarta, Ustad kondang itu kini resmi mendekam di balik jeruji sejak 22 November 2020 kemarin.

Diketahui Ustad HY ditetapkan jadi tersangka atas dugaan penipuan dan penggelapan terhadap RR sebesar Rp 90 juta. Uang tersebut diterima HY dengan janji manis untuk menyelamatkan saudara kandung RR dari pemecatan sebagai pegawai.

Pantauan Lintaskriminal.co.id tersangka HY ditangkap oleh tim Unit Reskrim Polsek Kota Pekanbaru yang dipimpin Kanit IPDA Budi Winarko di sebuah hotel di kamar 146 Jalan Prof DR Soepomo, SH Tebet Barat, Jakarta Selatan. Saat penangkapan, HY sedang berdua dengan Istri Keduanya berinisial S.

Dalam penangkapan tersebut, HY mengakui perbuatannya kepada tim yang menjemput paksa, namun tersangka berkilah belum menyelesaikan permasalahan yang menimpanya itu karena sibuk dengan jadwal pekerjaannya. Dan komunikasi terakhir HY mengaku akan melakukan mediasi pada Selasa (24/11).

“Rencana kami baru akan melakukan mediasi pada Selasa (22/11) besok, tapi pihak kepolisian sudah terlanjur menjemput,” kilahnya saat penangkapan.

Disisi lain, IPDA Budi Winarko kepada Lintaskriminal.co.id mengatakan jemput paksa dan penangkapan terhadap HY itu dilakukan setelah tersangka tidak memenuhi empat kali pemanggilan, selain itu tim yang pernah dikirim Polsek untuk pemeriksaan tidak dihiraukan oleh tersangka.

“Sebelumnya kita sudah mengirimkan dua kali surat pemanggilan sebagai saksi dan dua kali sebagai tersangka, namun tersangka HY tidak memenuhi pemanggilan tersebut. Karena tidak ada itikad baik, makanya kita lakukan penjemputan paksa,” tandas IPDA Budi.

Sementara itu, Penasehat hukum RR Makhfuzat Zein, SH, MH kepada Lintaskriminal.co.id mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi tindakan yang diambil oleh unit Reskrim Polsek Kota Pekanbaru, karena memang selama ini HY tidak pernah memiliki itikad baik terhadap korban maupun hukum yang sedang ditegakkan oleh pihak Kepolisian.

Tidak sampai disitu saja, Makhduzat mengingatkan Unit Reskrim Polsek Kota Pekanbaru untuk tidak memberikan penangguhan sebagaimana yang dimiliki oleh seorang tersangka, alasannya itikad baik dari tersangka untuk menyelesaikan masalah dari awal.

“Keluarga mengapresiasi tindakan dari Kepolisian, kita berharap hukum dapat ditegakkan dan HY menerima ganjaran dari perbuatannya. Kedepan kita meminta pihak kepolisian untuk tidak memberikan penangguhan terhadap tersangka, faktor utamanya adalah tidak ada itikad baik,” pungkasnya.

 

Penulis : Yulisman
Editor : Yusman

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *