Lintaskriminal.co.id –– Tim Basarnas menemukan belasan jenazah korban ambruknya Ponpes Al-Khoziny, dengan 37 orang meninggal dunia. Sebanyak 13 jenazah korban runtuhnya mushalla Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Sidoarjo telah ditemukan oleh Basarnas pada Sabtu, 4 Oktober 2025 hingga Minggu, 5 Oktober 2025 dini hari.
“Sistem kerjanya sama, yaitu dengan memanfaatkan alat berat untuk membuka jalur, sehingga tim SAR dapat melakukan evakuasi jika diperlukan,” kata Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit pada Minggu, 5 Oktober 2025.
Proses pencarian dan penyelamatan masih berlangsung, serta tim SAR gabungan berhasil membawa pulang 11 korban.
Kurang lebih pukul 00.13 WIB, korban ke-40 berhasil dievakuasi, diikuti oleh korban ke-41 pada pukul 00.29 WIB, kemudian korban ke-42 dan ke-43 dalam jangka waktu kurang dari tiga menit.
Kemudian, sekitar pukul 01.34 WIB, korban ke-44 ditemukan, diikuti oleh penemuan korban ke-45 sekitar tujuh menit setelahnya.
Saksi ke-46 dan ke-47 berhasil dievakuasi berturut-turut pada pukul 01.46 dan 01.53 WIB.
“Setiap proses dilakukan dengan penuh kehati-hatian, mengingat banyaknya bahan bangunan yang masih menutupi area pencarian,” kata Nanang.
Tim kembali menemukan korban ke-48 pada pukul 02.37 WIB, korban ke-49 pada pukul 03.00 WIB, dan korban ke-50 pada pukul 03.24 WIB. Seluruh penemuan terjadi di area A3.
“Tim SAR harus mengangkat puing-puing bangunan yang runtuh, memotong rangka-rangka, baru kemudian dapat mengevakuasi korban dari tumpukan material,” jelas Nanang.
Selama prosesnya, penggunaan alat berat sempat dihentikan sementara agar petugas dapat melakukan pemotongan besi dan pengangkatan manual dengan pertimbangan keselamatan.
Setelah dievakuasi, seluruh jenazah segera dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya guna dilakukan identifikasi oleh tim DVI Polda Jawa Timur.
Jumlah korban yang telah ditemukan berjumlah 141 orang. Dari angka tersebut, 104 orang berhasil selamat, sedangkan 37 orang lainnya meninggal.
