
Rapat yang dipimpin bersama Plt. Camat Songgon, Khoiri, S.Sos., M.Si., serta dihadiri oleh Kapolsek Songgon AKP Pudji Wahyono, SH, Kepala Puskesmas, Kepala Desa Songgon M. Qoderi, dan seluruh jajaran panitia festival itu berlangsung penuh substansi. Agenda tidak sekadar seremoni basa-basi: panitia memaparkan kesiapan teknis, diikuti sambutan bergantian dari Camat, Danramil, dan Kapolsek — masing-masing menegaskan komitmen institusinya. Sesi musyawarah yang berlangsung terbuka menjadi ruang aspirasi, tempat di mana setiap potensi kendala diurai sejak dini agar tidak menjadi bom waktu di hari pelaksanaan.
Kehadiran Babinsa Desa Songgon dalam forum ini bukan hal yang kebetulan. Sebagai ujung tombak TNI di tingkat desa, peran Babinsa dalam memetakan dinamika sosial masyarakat menjadi modal berharga dalam merumuskan strategi pengamanan dan kelancaran event. Festival Durian bukan semata pesta kuliner — ia adalah magnet wisata yang berpotensi mendatangkan ribuan pengunjung dari berbagai penjuru, dan itu membutuhkan kesiapan komprehensif dari semua pihak, termasuk aspek kesehatan yang turut dijamin oleh Puskesmas Songgon.
Rapat ditutup dalam suasana kondusif, tertib, dan penuh optimisme. Seluruh peserta menyepakati langkah-langkah konkret menuju suksesnya Festival Durian Desa Songgon — sebuah agenda yang diharapkan tidak hanya mengangkat nama Kecamatan Songgon, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi warga. Dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah berdiri dalam satu barisan, masyarakat tak perlu khawatir: festival ini tidak akan sekadar meriah, tetapi juga aman, tertib, dan bermartabat.