Lintaskriminal.co.id -, Sukoharjo– Pesan terakhir mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta atau UIN Solo, sebelum ditemukan meninggal dunia, menyentuh tentang kondisi psikologisnya.
Tulisan tersebut ditulis oleh seorang mahasiswi dengan inisial X di dalam buletin kampus. Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa buletin tersebut dibuat oleh forum diskusi mahasiswa yang berada di luar unit kegiatan mahasiswa (UKM).
Surat kabar kampus adalah terbitan berkala (biasanya harian atau bulanan) yang diterbitkan oleh universitas, fakultas, atau kelompok mahasiswa, bertujuan untuk menyebarkan berita dan memperkuat komunikasi antar anggota kampus.
Dilansir Lintaskriminal.co.id – dari tribunsolo.com, X menulis artikel dengan judul Kesunyian di Tengah Malam.
Keadaanku tidak terlalu baik, bisa dikatakan buruk. Aku sedang berjuang melawan pikiranku yang sangat kacau, meskipun sudah mengonsumsi obat sebanyak enam kapsul sehari,suara tulisan awal dalam surat kabar tersebut.
Dalam surat kabar, dijelaskan kondisi X yang mengalami gangguan tidur. Waktu istirahatnya bergantung pada obat yang dikonsumsi.
Selain waktu tidur, juga dicatat kondisinya saat menghadiri forum diskusi.
Sebelumnya dilaporkan terdapat seorang mahasiswi dari UIN Raden Mas Said Surakarta yang diduga melakukan tindakan mengakhiri hidup.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di area kampus UIN Raden Mas Said Surakarta, Kelurahan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.
Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, korban diperkirakan melompat dari atap lantai lima menggunakan kursi berwarna hitam yang kini telah disita sebagai barang bukti.
Tidak ada saksi yang menyaksikan secara langsung kejadian korban melompat.
Setelah jatuh, tubuh korban sempat menimpa mobil dosen berjenis Toyota Innova Reborn berwarna hitam, lalu akhirnya terjatuh ke permukaan aspal.
Petugas keamanan kampus yang menyaksikan kejadian tersebut segera membawa korban ke Rumah Sakit UNS dalam keadaan masih hidup.
Namun, sekitar 30 menit setelahnya, korban dinyatakan meninggal dunia karena cedera berat pada kaki, pinggul, dan leher.
Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bahwa korban memiliki riwayat gangguan bipolar yang memicu rasa cemas dan perubahan emosi yang sangat berat.
“Dari keterangan rekan-rekannya, korban memang memiliki riwayat gangguan bipolar dan pernah mencoba tindakan serupa sebelumnya, tetapi berhasil dihentikan,” kata Kapolsek Kartasura, AKP Tugiyo, Jumat (17/10/2025).
Catatan Redaksi: Pembaca yang membutuhkan bantuan konsultasi mengenai masalah kesehatan jiwa, terutama yang pernah merasa ingin melakukan percobaan bunuh diri, tidak perlu ragu untuk berbicara, berkonsultasi, atau memeriksa kondisi kejiwaannya ke psikiater di rumah sakit yang menyediakan layanan kesehatan mental.
Berita selanjutnya Permintaan Terakhir Endang Sebelum Dibunuh Suaminya, Terjadi Perkelahian Setelah Tutup Kafe
