Vaksin Untuk Kita Kembali Bisa Beraktifitas

oleh -338 views

Jakarta,( LK ) — Ketua Umum Rembuk Nasional Aktifis 98 Sayed Junaidi Rizaldi mengatakan vaksin itu sekarang langka, karena vaksin Covid-19 jadi rebutan diseluruh dunia. Indonesia harus waspada!!!

Vaksin Covid-19 jadi rebutan di seluruh dunia. Penduduk dunia ada 7,8 miliar. Jika WHO mensyaratkan 70% penduduk dunia divaksinasi, akan ada 5,5 miliar orang yang harus divaksinasi.

“Jika per orang butuh 2 dosis vaksin, akan ada kebutuhan 11 miliar dosis vaksin. Padahal produksi dunia vaksin hanya 6,2 juta miliar dosis itu pun untuk produksi vaksin yang ada seperti TBC, Polio, dll”, tegas lulusan Pascasarjana Ui ini .

Untuk seluruh dunia diperlukan 3-3,5 tahun untuk selesai vaksinasi, dan setiap harinya di dunia yang meninggalnya itu bisa hampir 10 ribu per hari. Jadi bisa dibayangkan kalau harus menunggu 3 tahun berapa banyak orang yang harus mati sebelum vaksin ini ada.

Indonesia saat ini sedang rebutan dengan negara-negara besar untuk mengamankan ketersediaan vaksin. Kanada sudah berhasil mengamankan vaksin sebesar 4 hingga 5 kali populasinya, Amerika 3 kali, dan Inggris 2 kali populasi.

Indonesia sendiri baru bisa amankan 329 juta dosis; 125 jt Sinovac, 50 jt Novavak (Amrik), 50 jt AstraZeneca (Inggris), 50 jt Pfizer (Amrik), 54 jt Covax/Gavi (WHO) dari kebutuhan 362 juta dosis. Jadi Indonesia masih dalam pusaran perebutan vaksin yang sengit melawan negara2 maju.

Penduduk Indonesia ada 269 juta, yang usianya diatas 18 tahun ada 188 juta. Kalau dikurangi ibu hamil dan orang dengan komorbid berat atau sudah pernah terpapar covid, ada sekitar 181 juta orang yang layak mendapatkan Vaksin. Jika per orang butuh 2 dosis maka Indonesia perlu minimal 362 juta dosis.

Vaksin diperlukan sekali untuk cegah kematian yang disebabkan covid 19 dan salah satu opsi utk selesaikan pandemi ini, dan Indonesia saat ini berhadapan dengan negara – negara lain untuk amankan pasokan vaksin, jadi jangan kita bertelingkah soal menolak vaksin atau tidak,” ujar pakcik sapaan akrabnya sambil menutup pembicaraan.

Editor : Eman Melayu/ Rilis

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *