Vespa Mengamuk di Wonomulyo, Damkar Polman Tangani dalam 1 Jam

by -110 Views

Warta Bulukumba – Kegelapan malam pada Sabtu, 6 Desember 2025, di Wonomulyo, Polewali Mandar, menguasai seluruh area. Jam menunjukkan pukul 23.20 WITA, saat sebagian besar penduduk sedang tertidur lelap. Namun, di kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polewali Mandar (Polman), malam itu baru saja dimulai dengan bunyi telepon darurat yang memecah keheningan.

Panggilan pertama, diikuti oleh yang kedua dan ketiga, hampir bersamaan, semuanya berasal dari Kecamatan Wonomulyo. Bukan api yang menghancurkan, melainkan ancaman yang berbisik dari ratusan bahkan ribuan tawon vespa yang bersarang di antara permukiman dan fasilitas umum.

Dalam hitungan menit, sirene berbunyi menggema di malam hari, menandai pergerakan Regu A Damkar Polman, siap menghadapi ancaman yang tak terlihat namun sangat berbahaya. Tim berlari melawan waktu dan kegelapan, di bawah sinar lampu jalan yang sesekali menyala, menuju tiga lokasi penting: Desa Galeso, TK Nurul Huda, dan rumah warga di Desa Bakka, demi menjaga keselamatan yang terancam.

Pengoperasian dari malam hingga pagi hari

Laporan pertama diterima dan segera ditangani pada pukul 23.23 WITA di permukiman warga Desa Galeso. Dua menit kemudian, tim harus segera berpindah untuk menangani kasus kedua di lokasi yang sangat rentan, yaitu di TK Nurul Huda pada pukul 23.25 WITA. Evakuasi ketiga dilakukan berikutnya di rumah warga Desa Bakka sekitar pukul 23.30 WITA.

“Kami menerima laporan beruntun dari warga di Wonomulyo malam itu. Tim segera bertindak cepat meski sudah larut, karena keberadaan sarang tawon sangat membahayakan keselamatan penduduk, terlebih jika lokasinya dekat dengan sekolah,” kata Kepala UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polewali Mandar, Imran, S.IP., M.M.

Dalam operasi malam yang berlangsung cepat, Regu A Damkar Polman menggunakan metode penanganan yang sesuai dengan lokasi. Pada dua titik pertama, proses evakuasi dilakukan melalui pembakaran langsung dengan menggunakan long stick yang ujungnya dibungkus daun kering lalu dinyalakan.

Di lokasi yang padat penduduk di Desa Bakka, tim memutuskan menggunakan racun serangga agar mengurangi kemungkinan penyebaran tawon yang bisa membahayakan keselamatan warga sekitar.

Kesiapsiagaan 24 jam

Imran menekankan bahwa respons cepat ini menunjukkan bahwa Damkar Polman menjalankan tugasnya untuk melindungi masyarakat dari berbagai bahaya, bukan hanya kejadian kebakaran.

“Damkar Polman bekerja selama 24 jam. Kami berharap masyarakat mengetahui bahwa kami siap hadir kapan saja saat dibutuhkan, baik untuk kebakaran, evakuasi hewan berbahaya, maupun kejadian darurat lainnya,” tegas Imran.

Mengingat bahaya serius yang bisa diakibatkan oleh sengatan tawon jenis vespa, ia juga meminta masyarakat untuk tidak mengambil risiko dengan mencoba menghancurkan sarang tawon sendiri.

“Kami mengajak masyarakat segera melaporkan jika menemukan sarang lebah di sekitar rumah atau tempat umum. Tim kami dilengkapi alat dan prosedur yang aman dalam menangani masalah tersebut,” tambahnya.

Seluruh proses evakuasi yang berlangsung hingga pagi hari berjalan dengan lancar dan terkendali. Tim Damkar kembali ke markas sekitar pukul 00.30 WITA setelah memastikan tiga lokasi dalam kondisi aman dari ancaman serangan lebah.

Kegiatan ini juga memperkuat tingkat pelayanan UPTD Damkar Polman dalam seminggu terakhir, yang mencakup evakuasi ular berbisa, pelepasan cincin yang terjepit, hingga kegiatan mitigasi banjir seperti penyemprotan saluran air bersama instansi pemerintah daerah lainnya.