Viral Penyemprotan Pocong di Ngawi, Ini Fakta Sebenarnya

by -143 Views

jatim.Lintaskriminal.co.id –, NGAWI – Media sosial digemparkan oleh tindakan petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang menyemprotkan cairan ke objek yang diduga merupakan hantu pocong di pohon yang berada di jalan di Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi.

Setelah dilakukan pemeriksaan, video tersebut merupakan berita palsu. Hal ini dikarenakan petugas Damkar Ngawi tidak pernah menerima laporan mengenai hal-hal yang bersifat mistis.

Kepala Bidang Penyelamatan dan Evakuasi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Ngawi, Purwanto, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan internal terhadap seluruh regu yang bertugas terkait beredarnya video petugas Damkar yang menyemprot objek yang diduga merupakan pocong.

Akibatnya, tidak ada seorang petugas Damkar pun yang melakukan penyemprotan seperti yang sering dibicarakan di media sosial.

“Setelah kami memverifikasi dengan tiga regu Damkar, semuanya menyatakan bahwa tidak ada yang melakukan penyemprotan pocong di Desa Kedunggalar. Laporan masyarakat mengenai ancaman pocong juga tidak pernah sampai kepada kami,” kata Purwanto, Minggu (17/8).

Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut menjadi viral setelah seorang warga mengungkapkan di grup Facebook bahwa dirinya diintimidasi oleh sebuah hantu berbentuk pocong di Kecamatan Kedunggalar. Akun tersebut kemudian ramai mendapat berbagai komentar dari netizen.

Esok harinya, kisah tersebut menyebar dengan cepat dan menjadi topik pembicaraan di kalangan pengguna media sosial.

Ternyata, beberapa kali komentar yang ditulis oleh netizen mengonfirmasi bahwa terdapat hantu pocong yang mengganggu penduduk di malam hari di sebuah wilayah di Kecamatan Kedunggalar.

Purwanto memastikan bahwa informasi yang telah menyebar di berbagai akun media sosial lintas platform merupakan berita palsu dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah melakukan verifikasi dengan relawan di kawasan Ngawi Barat. Hasilnya sama, tidak ditemukan adanya aktivitas penyemprotan maupun laporan mengenai keberadaan pocong.

“Berdasarkan informasi yang kami kumpulkan, video yang beredar di media sosial ternyata palsu. Tidak ada kejadian nyata di lapangan,” ujarnya.

Petugas Penyelamatan dan Evakuasi Damkar Ngawi meminta kepada seluruh warga masyarakat agar tidak cepat menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Terlebih jika informasi yang disebar secara sembarangan berisiko merugikan lembaga Damkar Kabupaten Ngawi.

Ia juga menyayangkan adanya konten yang dibuat di media sosial Facebook hingga TikTok dengan menggunakan nama Pemadam Kebakaran (Damkar) hanya demi meminta like dan keuntungan viral.

“Kami mengajak masyarakat, khususnya para pembuat konten, agar jika ingin membuat video dengan menggunakan atribut Damkar, sebaiknya melaporkan terlebih dahulu. Jangan sampai menimbulkan kesan bahwa kegiatan tersebut adalah resmi dari Damkar Ngawi, padahal itu palsu,” ujarnya.

Dengan adanya penjelasan ini, Damkar Ngawi berharap masyarakat lebih cerdas dalam menghadapi informasi yang beredar di media sosial serta tidak mudah percaya terhadap berita yang belum jelas kebenarannya.(mcr23/jpnn)